Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ketika kick off Safari Natal di Kelapa Gading pada 20 Desember 2023. (IDN Times/Santi Dewi)

Jakarta, IDN Times - Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dianggap telah menyindir Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dilaporkan oleh Advokat Pengawal Demokrasi (APD).  APD menilai Anies telah melanggar kesepakatan kampanye damai yang pernah diteken di Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena menjadikan lawannya sebagai bahan candaan dalam pidato kampanye. 

"Sindiran itu dilontarkan oleh Anies Baswedan saat berbicara di depan para ulama se-Jambi. Awalnya, Anies menanyakan kepada para ulama yang hadir, apakah menonton debat perdana capres. 'Kebetulan dua hari yang lalu debatnya soal hukum. Ikut ndak, lihat debat kemarin? Nobar? Emang (nonton) sepak bola. Untung gak ada meja di situ (di sesi debat).' Dulu, Bapak dukung siapa?" demikian kata perwakilan APD, Yayan, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12/2023). 

Kalimat Anies tersebut dinilai menyindir Prabowo lantaran pada Pemilu 2019 lalu, Prabowo kerap memukul podium yang disediakan. 

"Atas pernyataan yang disampaikannya saat kampanye, di mana dirinya telah menjadikan calon presiden peserta pemilu lainnya sebagai bahan tertawaan tersebut, maka terhadap perbuatan Anies yang dimaksud, tentu saja tidak dapat dibenarkan karena tidak beretika. Bahkan, merupakan pelanggaran atas larangan kampanye seperti yang telah ditetapkan dalam ketentuan dan aturan hukum mengenai pemilu," kata dia lagi. 

Yayan menyebut, Anies diduga telah telah melanggar larangan dalam kampanye pemilu seperti yang ditentukan di dalam Pasal 280 Ayat (1) huruf c Jo Pasal 521 UU Pemilu. Selain itu, ada pula Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2023 Pasal 72 Ayat 1 huruf c tentang Kampanye Pemilu.

1. Anies tak ambil pusing dilaporkan ke Bawaslu

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ketika berkampanye di Morowali, Sulawesi Tengah pada 16 Desember 2023. (IDN Times/Istimewa)

Ketika dikonfirmasi kepada Anies dalam kampanye di Banten pada Kamis (21/12/2023), ia mengaku tak ambil pusing dilaporkan ke Bawaslu. Ia justru mendorong agar Bawaslu menjalankan tugasnya. 

"Kemudian yang melaporkan, menjadi populer," ujar Anies sambil tersenyum. 

Ia pun menampik berniat menyindir Prabowo dalam acara tersebut.

"Gak lah (menyindir Prabowo). Saya mengungkapkan hal-hal biasa saja," tutur dia lagi. 

2. Bawaslu akan tentukan dalam dua hari kerja

Konferensi pers Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja bersama Anggota Bawaslu di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat (19/12/2023). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sementara, Komisioner Bawaslu RI, Puadi, mengaku sudah menerima laporan tersebut. Namun butuh waktu dua hari untuk memutuskan apakah laporan tersebut memenuhi syarat atau tidak untuk dicatatkan secara resmi. 

"Laporan sudah kami terima," ujar Puadi. 

Dalam dua hari kerja, Bawaslu akan mengkaji apakah laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies itu memenuhi syarat formil dan materil.

"Di Peraturan Bawaslu Nomor 7 tentang Temuan dan Laporan, kita punya waktu dua hari untuk melakukan kajian awal. Jadi, peristiwa yang dilaporkan memenuhi syarat formil materil atau tidak," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu RI itu.

3. KPU sengaja meniadakan podium dalam debat

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam debat pertama capres, KPU tidak menyediakan podium seperti debat-debat sebelumnya.

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, merespons sorotan sejumlah pihak soal format debat pertama yang menempatkan para capres dalam posisi berdiri. Menurut Hasyim, posisi berdiri dan keberadaan podium di panggung debat para capres bukan isu utama.

"Yang penting debat atau ada mejanya? Yang penting ada debatnya, kan. Saya kira begitu. (Seperti disetrap), itu kan kata Najwa (Najwa Shihab) kan?" kata Hasyim saat di Bali pada 13 Desember 2023 lalu. 

Ia menyebut para capres tetap senang kendati berdiri saat berdebat.

"Nyatanya mereka bertiga happy, kuat berdiri lama. Itu kan untuk meyakinkan rakyat kita bahwa presiden kita ini kuat semua, sehat semua dan tahan berdiri. Tidak ada masalah debat itu. Bukan soal ada meja (atau tidak). Jadi, soal yang gak penting, jangan dibahas," kata dia.

 


Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article