Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan kering dibandingkan biasanya, seiring meningkatnya potensi fenomena El Nino di Samudera Pasifik.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhesena Sopaheluwakan, mengatakan kecenderungan terjadinya El Nino pada tahun ini cukup signifikan dan perlu diantisipasi sejak dini.
“BMKG sudah memprediksi akan terjadi El Nino di kemarau tahun ini. Kecenderungan untuk terjadinya El Nino tahun ini cukup signifikan,” ujar Ardhesena di kanal YouTube Info BMKG, dikutip Senin (25/5/2026).
Fenomena El Nino kerap dikaitkan dengan musim kemarau panjang, penurunan curah hujan, hingga meningkatnya risiko kekeringan di Indonesia.
Namun, sebenarnya apa itu El Nino dan bagaimana dampaknya bagi Indonesia?
