Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
ilustrasi musim kemarau (unsplash.com/CHUTTERSNAP)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BMKG memperingatkan potensi El Nino yang membuat musim kemarau 2026 lebih panjang dan kering, sehingga masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi sejak masa transisi hujan ke kemarau.
  • Masyarakat diimbau menampung air hujan, menjaga kesehatan dengan masker saat udara memburuk, serta melindungi diri dari paparan sinar UV tinggi selama musim kemarau.
  • BMKG mendorong penyesuaian sektor pangan dan perikanan sesuai kondisi iklim daerah serta mengingatkan pentingnya memantau informasi resmi cuaca dan iklim secara berkala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026, yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering akibat potensi El Nino

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan masyarakat perlu mulai melakukan berbagai langkah antisipasi sejak masa transisi musim hujan menuju kemarau.

Table of Content

1. Mulai tampung air hujan

1. Mulai tampung air hujan

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
ilustrasi tampung air hujan (unsplash.com/Amritanshu Sikdar)

Ardhasena menjelaskan masyarakat dapat memanfaatkan air hujan yang masih turun selama masa transisi untuk menyimpan cadangan air, terutama untuk kebutuhan sekunder saat musim kemarau tiba. Menurutnya, air hujan dapat digunakan untuk menyiram tanaman hingga mencuci kendaraan. 

“Di kondisi sekarang masih hujan, masyarakat bisa menyimpan air. Ketika nanti pada saat musim kemarau kita perlu menyiram halaman dan sebagainya, itu bisa menggunakan air yang disimpan saat masa transisi,” ujar dia di kanal YouTube Info BMKG, Jumat (22/5/2026). 

BMKG juga meminta penguatan pengelolaan sumber daya air melalui optimalisasi tampungan air dan perbaikan distribusi air bersih.

2. Gunakan masker saat kualitas udara memburuk

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
Ilustrasi masker medis (freepik.com/freepik)

Selain potensi kekeringan, BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai penurunan kualitas udara saat musim kemarau. Sebab, minimnya hujan membuat polutan lebih mudah menumpuk di udara, khususnya di wilayah perkotaan. 

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. 

“Ketika musim kemarau, bantuan dari hujan untuk mengurangi polutan ini berkurang,” kata Ardhasena.

3. Gunakan pelindung saat cuaca terik

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
ilustrasi sunscreen anak-anak (pexels.com/Kindel Media)

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan pelindung kepala dan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan. Menurut Ardhasena, berkurangnya tutupan awan saat kemarau membuat paparan sinar ultraviolet meningkat. 

Ardhasena juga menyarankan masyarakat menghindari penggunaan pakaian berwarna gelap saat siang hari, karena lebih mudah menyerap panas.

“Saat siang hari cocoknya jangan pakai baju warna gelap, karena menyerap panas. Kalau warna terang kan secara alamiah dia memantulkan radiasi lebih banyak dari pada warna gelap,” jelas dia.

4. Sesuaikan sektor pangan dan perikanan dengan kondisi kemarau

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
Komoditas bawang merah dan bawang putih di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Sabtu (1/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

BMKG juga meminta penyesuaian di sektor pangan sesuai karakteristik iklim masing-masing daerah. Ardhasena menjelaskan, wilayah seperti Nusa Tenggara dan sebagian Jawa yang diprediksi mengalami kondisi lebih kering, perlu mempertimbangkan komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan. 

“Untuk wilayah Nusa Tenggara atau wilayah Jawa misalkan nanti kering, mungkin kita perlu mempersiapkan diri untuk sektor pangan misalkan dengan menanam komoditas yang lebih tahan kekeringan. Kalau padi agak sulit, mungkin jagung atau komoditas hortikultura yang lain, atau bawang,” ujar dia. 

Ardhasena juga mengatakan musim kemarau panjang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi garam di sejumlah daerah. Selain sektor pangan, Sena menyebut, fenomena El Nino juga berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perikanan. Menurutnya, saat musim kemarau dan El Nino terjadi, nutrisi dari dasar laut naik ke permukaan, sehingga plankton ikut meningkat dan menarik ikan mendekati permukaan laut. 

“Nah, biasanya ikan lebih senang laut yang dingin dari pada panas. Jadi ada potensi tangkapan ikan lebih banyak terjadi juga saat laut mendingin ketika di Indonesia,” jelasnya. 

Ardhasena menilai dampak El Nino tidak selalu negatif dan dapat berbeda di tiap wilayah, tergantung karakteristik iklim setempat.

5. Pantau informasi resmi secara berkala

5 Langkah Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang 2026
situs BMKG (bmkg.go.id)

Selain itu, BMKG mengingatkan dampak El Nino dan musim kemarau tidak terjadi secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat pun diminta rutin memantau informasi cuaca dan iklim resmi dari BMKG. 

Menurut Ardhasena, fenomena El Nino berkembang secara perlahan, sehingga dampaknya terhadap Indonesia juga terjadi bertahap dalam hitungan minggu hingga bulan. 

BMKG menegaskan seluruh prediksi musim kemarau 2026 merupakan bentuk peringatan dini, agar masyarakat dan pemerintah dapat segera melakukan langkah antisipasi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More