Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aturan Ketat Pramono: Rapat Harus On Time, yang Telat Pasti Gelisah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Dhemas)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerapkan aturan rapat harus tepat waktu sebagai bagian dari perubahan budaya kerja dan upaya membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
  • Pramono menekankan pentingnya disiplin dan sistem berkelanjutan dibanding ego kepemimpinan, dengan memberi contoh ketepatan waktunya yang tak pernah lebih dari lima menit terlambat.
  • Sejumlah proyek seperti Taman Bendera Pusaka, konektivitas bawah tanah Bundaran HI, dan Taman Semanggi dibangun tanpa dana APBD, menunjukkan keberhasilan membangun kepercayaan serta kolaborasi dengan pihak swasta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan perubahan radikal dalam aturan di setiap rapat yang digelarnya. Dia menegaskan rapat harus dijalankan tepat waktu sesuai agenda karena alasan tertentu.

Sebagai komitmen, Pramono mengaku tak pernah terlambat lebih dari lima menit saat menghadiri pertemuan resmi selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut Pramono, disiplin waktu merupakan bagian dari perubahan budaya kerja yang ingin dibangunnya di lingkungan Balai Kota Jakarta. Dia menilai ketepatan waktu menjadi salah satu fondasi untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Pramono mengingatkan, persoalan terbesar yang sering dihadapi seorang pemimpin adalah ego yang terlalu besar. Menurut dia, tidak sedikit kepala daerah yang merasa menjadi satu-satunya faktor penentu kemajuan sebuah daerah. Padahal, yang lebih penting adalah membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Problem utama pemimpin, apakah itu menjadi wali kota, bupati, gubernur, itu egonya kegedean. Selalu begitu menjadi pemimpin merasa bisa apa saja. Selalu merasa bahwa dia yang paling bisa menjalankan. Kalau nggak ada dia, maka kota itu ataupun provinsi itu tidak akan maju. Saya berbeda. Yang saya bangun adalah sistem, teknokrasi," ujar Pramono saat membuka acara hari kedua Indonesia Summit 2026 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Maka dari itu, perlu dibangun lewat budaya disiplin. Penyelenggaraan rapat merupakan elemen dasar yang bisa membawa perubahan dan harus dilaksanakan tepat waktu. Terpenting, Pramono memberikan contoh dengan selalu datang tepat waktu.

"Maka saya melihat perubahan yang paling mendasar di balai kota, dari hal kecil, culture. Dulu, yang namanya rapat nggak pernah on time," kata Pramono.

"Sejak saya jadi gubernur, yang nggak datang, nggak on time, pasti akan gelisah sepanjang minggu itu. Karena saya secara prinsip mengubah betul bahwa janji di Jakarta, janji dengan gubernurnya, janji dengan rapat yang dihadiri saya, nggak pernah meleset lebih dari 5 menit. Karena itulah yang kemudian membuat orang menjadi trust," lanjutnya.

Menurut Pramono, konsistensi terhadap hal-hal kecil seperti ketepatan waktu akan menciptakan kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat maupun mitra pemerintah. Dia menekankan, kepercayaan menjadi modal utama dalam membangun Jakarta. Apalagi, sejumlah proyek infrastruktur bahkan dapat dikerjakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Maka apa yang saya lakukan dalam membangun Jakarta? Kepercayaan itu yang utama. Bagaimana kepercayaan itu bisa dikapitalisasi menjadi sesuatu yang operasional?" ujarnya.

Dia mencontohkan pembangunan Taman Bendera Pusaka yang seluruh pembiayaannya berasal dari pihak lain tanpa menggunakan APBD.

"Contoh, sekarang Jakarta hampir membangun sebagian besar tanpa menggunakan APBD. Contoh. Taman Bendera Pusaka yang sudah jadi, 100 persen tidak menggunakan APBD," kata Pramono.

Selain itu, pembangunan konektivitas bawah tanah di kawasan Bundaran HI hingga penataan Taman Semanggi juga disebutnya tidak menggunakan dana APBD.

"Bundaran HI yang di bawah, yang sedang kita bangun, kita hubungkan antara Grand Hyatt, kemudian Pullman, Mandarin, Kempinski di bawah, kemudian masuk ke MRT, 100 persen tidak menggunakan APBD. Taman Semanggi, Saudara-saudara sekalian, wajah Semanggi nanti pasti akan berubah. Sekarang sudah dimulai. Namanya tetap menjadi Taman Semanggi. Pembiayaannya adalah Rp132 miliar. Tidak menggunakan APBD, ujar Pramono.

Dia menambahkan, pendekatan yang sama juga diterapkan dalam pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk perluasan jaringan MRT yang melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.

"Maka itulah cara saya dan teman-teman di balai kota untuk membangun trust, kepercayaan. Sehingga dengan kepercayaan itulah kita bisa memperbaiki dan membangun Jakarta menjadi lebih baik," tutur Pramono.

IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA milenial dan Gen Z: apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article