Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendagri Sebut Akte Kelahiran Bisa Langsung Terbit saat Anak Lahir

Mendagri Sebut Akte Kelahiran Bisa Langsung Terbit saat Anak Lahir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta (3/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kemendagri dan Kemenkes menyiapkan program agar akte kelahiran bayi yang lahir di rumah sakit atau puskesmas terbit otomatis secara daring, dengan peluncuran direncanakan Jumat, 7 Agustus 2026.
  • Data kelahiran dari fasilitas kesehatan akan terhubung ke Dukcapil, sehingga orang tua tidak perlu mendatangi kantor Dukcapil untuk mengurus akte kelahiran.
  • Akte digital akan dikirim melalui email atau nomor HP orang tua, tetapi program belum menjangkau kelahiran mandiri di wilayah terpencil yang tetap harus diurus manual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan program yang memudahkan masyarakat untuk mendapat akte kelahiran. Program ini rencananya akan diresmikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pekan ini.

"Nanti Jumat (7 Agustus 2026) ya, tolong Pak (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh (Setyabudi) koordinasi dengan Kemenkes, kita ingin membuat masyarakat lebih mudah lagi. Ini mohon dipahami oleh rekan-rekan semua mumpung kumpul nih. Kemarin saya diskusi dengan Pak Menteri Kesehatan, untuk membuat masyarakat lebih mudah lagi," kata Tito saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).

1. Orang tua bayi tak perlu lagi datang ke kantor Dukcapil

Mendagri Sebut Akte Kelahiran Bisa Langsung Terbit saat Anak Lahir
Pemohon administrasi kependudukan di kantor Dukcapil Magetan. (IDN Times/Riyanto)

Tito menjelaskan, Kemendagri dan Kemenkes berkerja sama untuk memudahkan orang tua yang anaknya lahir di Rumah Sakit (RS) resmi langsung mendapat Akte Kelahiran, tanpa perlu lagi mengurus ke Kantor Dukcapil. Nantinya Akte Kelahiran diberikan secara daring atau digital.

"Kalau sekarang yang melahirkan di rumah sakit, ya misalnya, puskesmas. Nah, mereka nanti orang tuanya datang ke kantor Dukcapil untuk ngurus lagi, repot lagi. Sekarang kami mau integrasikan dengan Kemenkes, nanti launching hari Jumat, yaitu setiap anak-anak yang lahir di fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan, baik di rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, puskesmas, kita connect. Begitu dia lahir maka nanti Dukcapil, dari Kemenkes menyampaikan informasi kepada Dukcapil, Dukcapil nanti akan mengeluarkan langsung surat akte kelahirannya online," ungkapnya.

2. Akte Kelahiran dikirim lewat email dan nomor HP

Mendagri Sebut Akte Kelahiran Bisa Langsung Terbit saat Anak Lahir
Ilustrasi Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran (www.dukcapil.slemankab.go.id)

Tito menjelaskan, nantinya Akte Kelahiran yang terbit secara online itu bisa dikirim melalui email maupun nomor HP.

"Bisa di-email ke orang tuanya atau dikirim ke nomor HP yang diberikan oleh orang tuanya, karena nggak semuanya punya email," tutur dia.

Menurutnya terobosan ini merupakan program yang sangat baik, karena berkenaan langsung dengan pelayanan masyarakat. Ia lantas menekankan, efektivitas birokrasi ini juga mencegah pegawai Dukcapil melakukan pelanggaran, dengan memberikan tarif pada pembuatan Akte Kelahiran.

"Itu terobosan, dan ini akan memberikan pelayanan yang baik, praktik baik kepada masyarakat. Itu yang ditunggu-tunggu masyarakat, seperti itu. Yang jelas, teman-teman Dukcapil gak bisa main-main lagi nih, orang yang mau buat akte kelahiran di-duitin, janganlah," tegas Tito.

3. Masih terbatas, tak bisa diimplementasikan di wilayah terpencil maupun lahiran mandiri

Mendagri Sebut Akte Kelahiran Bisa Langsung Terbit saat Anak Lahir
Mendagri Tito Karnavian lapor Presiden Prabowo soal marak kepala daerah terjerat OTT KPK. (IDN Times/Amir Faisol).

Namun, Tito menuturkan, implementasi program ini masih belum bisa menjangkau ke daerah terpencil. Terutama di wilayah yang masih banyak masyarakatnya melahirkan secara mandiri, bukan di fasilitas kesehatan resmi yang sudah terkoneksi dengan pemerintah.

"Tapi kalau seandainya, mohon maaf, ada juga kan warga kita yang lahir sendiri, ya mungkin di kampung terpencil segala macam, ya gak terdeteksi oleh fasilitas kesehatan, otomatis kan gak bisa. Terpaksa dia harus ngurus, kembali lagi ke manual," imbuh dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More