Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Armada udara dari Pemerintah Australia untuk membantu pemadaman karhutla. (Dokumentasi BNPB)
  • BNPB menerima pesawat C-130 Hercules dan Cessna Citation dari Australia, beserta kru, pilot, dan paramedis, untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan Timur.

  • Operasi udara berlangsung 6-12 November 2026, melengkapi operasi darat dan modifikasi cuaca karena Kalimantan Timur memiliki titik api terbanyak kedua serta kenaikan lahan terbakar 53 persen.

  • C-130 berkapasitas 15 ribu liter per pengisian dan hingga 100 ribu liter per hari; BNPB juga berduka atas tiga prajurit TNI AD gugur dalam operasi karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan dua armada udara dari Pemerintah Australia, Kamis, 5 November 2026, untuk membantu misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua armada udara yang dikirimkan Negeri Kanguru itu yakni pesawat C-130 Hercules dan pesawat pemandu Cessna Citation. Armada ersebut mulai bertugas pada hari ini.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan bantuan dari Australia itu berasal dari New South Wales Rural Fire Service. Pesawat C-130 Hercules milik Australia mampu menjatuhkan air hingga 15 ribu liter.

"Jadi, di hadapan kami sudah ada dua pesawat dari New South Wales Rural Fire Service, ada satu pesawat Cessna Citation sebagai pemandu dan satu pesawat C-130," ungkap Kristomei di Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis kemarin.

Selain dua armada udara, Australia turut mengirimkan personel berupa kru, pilot dan tenaga paramedis. Armada udara dari Australia akan dikerahkan untuk memadamkan api di Kalimantan Timur.

1. Operasi udara dengan armada Australia berlangsung 6-12 November 2026

Armada udara dari Pemerintah Australia untuk membantu pemadaman karhutla. (Dokumentasi BNPB)

Lebih lanjut, kata Kristomei, operasi bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Australia berlangsung selama tujuh hari yakni 6 November hingga 12 November 2026. Fokus area pemadaman berada di Kalimantan Timur.

"Hasil pengamatan dan observasi kami serta diskusi dengan tim teknis Australia, di wilayah Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api," ungkap jenderal bintang tiga itu.

Kaltim merupakan provinsi dengan titik api terbanyak kedua setelah Kalimantan Tengah. Luas lahan yang terbakar di Kaltim, kata Kristomei, naik mencapai 53 persen.

Dukungan dari Negeri Kanguru dirancang untuk melengkapi operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar titik api kritis dapat dipadamkan lebih cepat. Selain itu, pemberian bantuan kemanusiaan itu merupakan sikap untuk melanjutkan rekam jejak saling membantu antara Indonesia dan Australia dalam penanggulangan bencana.

2. Pesawat Hercules C-130 mampu mengangkut 100 ribu liter air

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Kristomei Sianturi (kenakan baju cokelat) ketika menerima bantuan pemadaman karhutla dari Australia. (Dokumentasi BNPB)

Kristomei mengatakan dengan mengerahkan pesawat Hercules C-130 dari Australia maka misi water bombing dapat berjalan efektif. Armada udara itu, kata Kristomei, bisa mengangkut air dengan kapasitas 15 ribu liter.

"Jadi, sehari itu bisa sampai 100 ribu liter. Nanti, kita pakai untuk dropping di wilayah yang memang sudah kami petakan dan masih membutuhkan untuk water bombing atau untuk pemadaman apinya," tutur dia.

Kristomei mewakili Pemerintah Indonesia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungannya dalam penanggulangan kebakaran hutan serta lahan di Indonesia.

3. BNPB turut menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi karhutla

Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang gugur dalam misi water bombing karhutla di Kalimantan Tengah. (www.instagram.com/@skadron12_ajy)

Dalam acara pada Kamis kemarin, Kristomei turut menyampaikan bela sungkawa dan duka cita mendalam, atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu, 4 November 2026.

Mantan Pangdam di area Lampung itu juga kembali mewanti-wanti masyarakat agar menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan. Ia mengingatkan upaya keras para petugas di lapangan akan sia-sia bila masyarakat tidak juga sadar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Penghentian aktivitas pembakaran sangat penting agar aktivitas pendidikan dan roda perekonomian dapat kembali berjalan normal tanpa terganggu ancaman asap serta risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Mari sama-sama sehingga anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik, laju perekonomian juga bisa terlaksana dengan baik, tidak terhalang oleh api, asap serta tidak ada lagi saudara-saudara kita yang menderita karena ISPA," tutur Kristomei.

Curated For You

Editorial Team

Related Article