Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bareskrim Tangkap 6 Tersangka Live Streaming Pornografi di TikTok
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar tiga website judi online (judol) bernama 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88 yang meraup keuntungan hingga Rp1 triliun per tahun. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar dua perkara siaran langsung bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi pada Juni 2026.
  • Enam tersangka diduga memakai siaran langsung, donasi, transfer DANA, serta akses Star atau Bintang untuk memperoleh keuntungan dari penonton.
  • Keenam tersangka diduga melanggar ketentuan pidana terkait pembuatan, penyebarluasan, penyiaran, penawaran, atau penyediaan pornografi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?
Vote Now
Juni 2026

Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar praktik siaran langsung bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi. Enam tersangka diduga menjalankan aksi tersebut untuk memperoleh keuntungan dari penonton.

Selasa (8/9/2026)

Brigjen Pol. Adex Yudiswan menyampaikan keterangan tertulis mengenai pengungkapan dua perkara dengan modus relatif serupa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?
Vote Now
  • What?
    Bareskrim Polri membongkar dua perkara siaran langsung bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi serta menangkap enam tersangka.
  • Who?
    RA, RY, MK, PA, DI, dan SS diamankan dalam pengungkapan Dittipidsiber Bareskrim Polri.
  • Where?
    Penangkapan perkara pertama dilakukan di wilayah Bandung hingga Cianjur, sedangkan perkara kedua meliputi Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat.
  • When?
    Praktik tersebut dibongkar selama periode Juni 2026. Adex Yudiswan menyampaikan keterangan tertulis pada Selasa (8/9/2026).
  • Why?
    Para pelaku diduga menjalankan siaran langsung untuk memperoleh keuntungan dari penonton.
  • How?
    Pelaku menarik penonton melalui fitur siaran langsung, lalu mengarahkan mereka ke Tevi dengan akses deposit, Star atau Bintang, donasi, sawer, gift, atau transfer DANA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?
Vote Now

Polisi menangkap enam orang karena siaran langsung di TikTok dan Tevi berisi hal yang tidak pantas. Ada RA, RY, MK, PA, DI, dan SS. Mereka diduga mencari uang dari penonton. Sekarang, keenam orang itu diduga terkait tindak pidana sesuai aturan hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?
Vote Now

Pengungkapan dua perkara oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri menghadirkan langkah penegakan hukum terhadap praktik siaran langsung bermuatan pornografi. Penangkapan enam tersangka serta pemaparan modus TikTok dan Tevi memberi gambaran mengenai alur penggunaan fitur siaran, interaksi penonton, pembayaran, dan perpindahan platform dalam perkara tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?
Vote Now

Jakarta, IDN Times – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik siaran langsung bermuatan pornografi melalui aplikasi TikTok dan Tevi selama periode Juni 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap enam orang tersangka yang diduga menjalankan aksi live streaming pornografi untuk memperoleh keuntungan dari penonton.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan mengatakan, pengungkapan dilakukan terhadap dua perkara berbeda dengan modus yang relatif serupa. Para pelaku memanfaatkan fitur siaran langsung di media sosial untuk menarik penonton, kemudian mengarahkan mereka ke aplikasi Tevi untuk mendapatkan tayangan yang lebih vulgar.

“Dalam menjalankan aksinya, RA berperan sebagai talent, sedangkan RY bertindak sebagai host. Keduanya melakukan siaran langsung melalui fitur Pertarungan Koin (PK) untuk meningkatkan jumlah penonton dan interaksi,” kata Adex dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2026).

1. 3 tersangka ditangkap di Bandung

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Dalam perkara pertama, polisi menangkap tiga tersangka berinisial RA (20), RY (26), dan MK (21) di wilayah Bandung hingga Cianjur. RA berperan sebagai talent, sementara RY menjadi host yang mengarahkan jalannya siaran.

Adex menjelaskan, dalam siaran tersebut RA sengaja dibuat kalah dalam fitur Pertarungan Koin sehingga melakukan aksi membuka dan menutup pakaian. Sementara itu, RY mengarahkan penonton untuk memberikan tap-tap layar hingga mencapai target sekitar 5K-10K.

“RY kemudian mengarahkan penonton untuk berpindah ke aplikasi Tevi, dengan menawarkan tayangan lanjutan yang lebih vulgar dari RA. Penonton yang ingin mengikuti siaran lanjutan diwajibkan memiliki deposit dan membeli Star atau Bintang sebagai akses menonton, dengan nilai sekitar Rp5.000,” ujarnya.

2. Para pelaku menargetkan Rp300 ribu dari penonton

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain melalui pembelian Star atau Bintang, para pelaku juga memperoleh keuntungan melalui transfer langsung ke akun DANA dengan nominal sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per transaksi.

Dari rangkaian aktivitas tersebut, para pelaku menargetkan memperoleh imbalan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari penonton.

“Pada siaran lanjutan di aplikasi Tevi, RA diduga menampilkan konten seksual secara eksplisit. Dalam pelaksanaannya, RA juga dibantu oleh MK untuk melakukan siaran tersebut,” kata Adex.

3. 3 tersangka lain ditangkap di Lampung

ilustrasi borgol (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam perkara kedua, Bareskrim Polri juga membongkar praktik live streaming bermuatan pornografi di wilayah Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Dalam pengungkapan ini, tiga orang diamankan, yakni PA (31), DI (36), dan SS (25).

“Dalam aktivitas tersebut, talent melakukan adegan asusila dengan memamerkan atau mempertontonkan area intim kepada penonton. Selanjutnya, host mengarahkan penonton untuk memberikan donasi, sawer, atau gift dengan target nominal sekitar Rp250 ribu sampai dengan Rp400 ribu,” kata Adex.

Setelah target donasi terpenuhi, talent kemudian diarahkan untuk berpindah ke aplikasi Tevi. Di platform tersebut, pelaku kembali melakukan siaran bermuatan asusila yang dinilai lebih leluasa karena tidak terkena pemblokiran atau banned.

“Apabila target tersebut terpenuhi, talent akan berpindah ke aplikasi Tevi, di mana pada aplikasi tersebut talent dapat melakukan live asusila tanpa di-banned oleh platform Tevi,” tambahnya.

Atas perbuatannya, keenam tersangka diduga melakukan tindak pidana terkait pembuatan, penyebarluasan, penyiaran, penawaran, atau penyediaan pornografi serta penyertaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pilih fokus penanganan siaran langsung bermuatan pornografi

Mana yang perlu lebih difokuskan dalam kasus ini?

See More
Moderasi platform diperketat
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Penegakan hukum diperkuat

Curated For You

Editorial Team

Related Article