Anggota DPRD DKI Minta Pedagang Tak Naikkan Harga Masker Usai Erupsi

- DPRD DKI meminta pedagang tidak menaikkan harga masker secara berlebihan setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terpapar di sejumlah wilayah Jakarta.
- Anggota Komisi C DPRD DKI Hardiyanto Kenneth membagikan 100 dus masker gratis di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, bagi pejalan kaki dan pengendara.
- Pembagian masker dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Pramono Anung dan akan berlangsung berkala, dengan titik tambahan bila abu vulkanik kembali berdampak di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Harga masker mengalami kenaikan sejak paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth.
Kenneth meminta para pedagang tidak menaikkan harga masker secara tidak wajar di tengah kondisi masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari paparan debu dan abu vulkanik.
“Saya berpesan kepada penjual masker untuk tak menaikkan harga semaunya. Harus disesuaikan dengan batas margin yang wajar sesuai arahan Pak Gubernur,” kata Kenneth dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
1. Kurangi risiko paparan abu vulkanik

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth membagikan masker gratis di Jalan Latumenten, Jakarta Barat. (Dok. DPRD) Menurut Kenneth, masyarakat membutuhkan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
“Kami melihat adanya paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya menghilang. Jadi sebagai langkah antisipasi, saya melakukan kegiatan pembagian masker gratis,” ujar Kent.
2. 100 dus masker gratis untuk warga

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth membagikan masker gratis di Jalan Latumenten, Jakarta Barat. (Dok. DPRD) Sebagai bentuk mitigasi, Kenneth membagikan masker gratis kepada masyarakat di Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Bersama jajaran Kecamatan Grogol Petamburan, ia membagikan masker kepada pejalan kaki dan pengendara yang melintas di sekitar Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.
Politikus PDI Perjuangan itu menyiapkan 100 dus masker untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Saya siapkan 100 dus masker pada hari ini. Kami bagikan semua sampai habis kepada semua pengendara dan pejalan kaki yang melintas,” ucapnya.
3. Pembagian masker berkala

Warga menyerbu pedagang masker di Pasar Esemka efek dari abu Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Kenneth mengatakan pembagian masker tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar jajaran kecamatan dan kelurahan turut membagikan masker kepada masyarakat.
Ia memastikan pembagian masker akan dilakukan secara berkala. Jika sebaran abu vulkanik kembali berdampak ke Jakarta, kegiatan serupa akan diperluas dengan menambah titik pembagian.
Kenaikan harga masker turut dirasakan warga yang sehari-hari beraktivitas di luar ruangan. Salah satunya Geni, warga Kalideres yang bekerja sebagai pengemudi ojek.
“Harga masker naik semenjak ada abu vulkanik kemarin. Uang saya pas-pasan untuk membeli masker. Alhamdulillah dapat masker gratis, setidaknya saya bisa aman dari debu saat ngojek di jalan,” ucap Geni.





















