Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beda Minat Gen Z-Milenial terhadap Konten Isu Sosial
IMGR 2027 Cover
  • Survei IDN Research Institute 2027 menunjukkan Gen Z lebih tertarik pada konten isu sosial berbentuk data visual dan meme, sementara milenial masih mengandalkan sumber informasi formal.
  • Mayoritas milenial dan Gen Z menilai aksi digital di media sosial sah sebagai bentuk protes, menjadikan platform daring ruang utama advokasi dan pembentukan opini publik.
  • Hanya 13,1 persen responden menilai respons pemerintah terhadap isu viral sudah tepat waktu, menunjukkan kesenjangan antara kecepatan percakapan publik dan reaksi lembaga resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 sampai 18 Juni 2026

IDN menggelar Indonesia Summit 2026 di Jakarta bertema 'The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age'. Dalam forum ini, IDN meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report (IMGR) 2027.

2027

IDN Research Institute merilis laporan IMGR 2027 yang menyoroti perbedaan minat dan perilaku Gen Z serta milenial terhadap isu sosial dan cara mereka berpartisipasi dalam ruang digital.

kini

Generasi muda Indonesia semakin aktif membahas isu sosial melalui media sosial. Protes digital dianggap sah, sementara respons pemerintah dinilai tertinggal dari dinamika percakapan publik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Survei Indonesia Millennial and Gen-Z Report (IMGR) 2027 mengungkap perbedaan cara generasi milenial dan gen Z memahami serta menyebarkan isu sosial melalui media digital.
  • Who?
    IDN Research Institute sebagai pelaksana survei, dengan responden berasal dari kalangan milenial dan gen Z di berbagai wilayah Indonesia.
  • Where?
    Kegiatan survei dilakukan di sembilan wilayah Indonesia, sementara peluncuran laporan berlangsung di Jakarta dalam acara Indonesia Summit 2026.
  • When?
    Laporan dirilis pada ajang Indonesia Summit 2026 yang digelar pada 17–18 Juni 2026.
  • Why?
    Survei dilakukan untuk memetakan aspirasi, nilai, dan pola perilaku generasi muda dalam memahami isu sosial serta perubahan cara mereka berpartisipasi di ruang digital.
  • How?
    IDN Research Institute mengumpulkan data dari responden milenial dan gen Z melalui survei nasional, lalu menganalisis preferensi mereka terhadap format konten dan pandangan terhadap aksi sosial digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Anak muda sekarang suka lihat hal penting di media sosial. Mereka belajar soal bumi, uang, dan orang lewat video lucu atau gambar data. Gen Z suka lihat gambar dan meme, kalau milenial lebih percaya berita resmi. Banyak yang bilang protes di internet juga sah. Tapi pemerintah kadang lambat jawabnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Temuan survei IDN Research Institute menunjukkan dinamika positif dalam cara generasi muda Indonesia memahami dan menyebarkan isu sosial. Dengan memanfaatkan media sosial, data visual, serta humor sebagai sarana komunikasi, milenial dan gen Z berhasil menjadikan ruang digital lebih inklusif bagi advokasi publik. Pergeseran ini menandakan meningkatnya partisipasi dan kesadaran sosial di kalangan generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Cara generasi muda Indonesia memahami isu sosial kini berubah drastis. Jika dulu perubahan iklim, kesenjangan ekonomi, atau isu gender lebih banyak dibahas melalui forum resmi dan media arus utama, kini percakapan itu justru tumbuh dari video pendek, meme, hingga data yang divisualisasikan di media sosial.

Temuan terbaru dari Indonesia Millennial and Gen-Z Report (IMGR) 2027 yang dirilis IDN Research Institute menunjukkan, generasi milenial dan gen Z tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga aktor utama dalam menyebarkan isu sosial. Bahkan, bentuk protes dan advokasi kini semakin bergeser ke ruang digital.

Perubahan pola ini berdampak besar terhadap pembentukan opini publik. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial membuat isu berkembang lebih cepat dibanding respons yang diberikan lembaga resmi, termasuk pemerintah.

1. Data visual jadi senjata utama menarik perhatian Gen Z

IMGR 2027

Survei IDN Research Institute menemukan, data dan fakta yang divisualisasikan menjadi format konten paling menarik perhatian masyarakat ketika membahas isu sosial. Sebanyak 41 persen responden mengaku lebih tertarik pada penyajian data visual dibandingkan format lain.

Di posisi berikutnya terdapat konten humor atau meme yang membahas isu serius sebesar 34 persen, serta pernyataan resmi dari pemerintah maupun lembaga dengan persentase yang sama.

Temuan ini semakin terlihat pada generasi Z. Sebanyak 43 persen gen Z menyukai penyajian data visual, lebih tinggi dibanding milenial yang mencapai 40 persen. Sementara itu, 38 persen Gen Z tertarik pada meme dan humor bertema isu sosial, jauh di atas milenial yang hanya 30 persen.

Sebaliknya, generasi milenial masih relatif lebih percaya pada sumber formal. Sebanyak 37 persen milenial mengaku memperhatikan pernyataan resmi dari lembaga, sedangkan pada gen Z hanya 31 persen. Milenial juga lebih banyak mengonsumsi berita formal dari media dibandingkan gen Z.

Pola ini menunjukkan adanya perbedaan cara kedua generasi membangun pemahaman. Gen Z lebih banyak memperoleh perspektif secara horizontal melalui konten sesama pengguna, sementara milenial masih mengandalkan sumber informasi yang lebih formal dan terstruktur.

2. Protes di media sosial kini dianggap sah

IMGR 2027

Pergeseran tersebut juga mempengaruhi cara generasi muda memandang aksi sosial. Dalam laporan itu disebutkan, satu dari lima milenial dan gen Z melihat protes di media sosial sebagai respons langsung terhadap kegagalan pemerintah maupun kebijakan publik.

Tak hanya itu, mayoritas responden juga menganggap gerakan daring sebagai bentuk protes yang sah. Sebanyak 61 persen milenial dan 60 persen gen Z menyatakan aksi digital memiliki legitimasi yang sama pentingnya dengan aksi di dunia nyata.

Fenomena ini menunjukkan media sosial kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Platform digital telah berkembang menjadi arena utama pembentukan opini, advokasi, hingga penyebaran isu-isu sosial yang sebelumnya hanya dibicarakan dalam ruang formal.

Pengaruh isu sosial juga mulai terlihat dalam dunia hiburan. Film-film yang mengangkat persoalan ekonomi, tekanan hidup, hingga kesenjangan sosial mendapat sambutan besar dari penonton muda.

Kisah tentang jebakan pinjaman online, sulitnya memiliki rumah, hingga tekanan menjadi generasi sandwich menjadi tema yang semakin dekat dengan keseharian milenial dan gen Z. Hal ini menunjukkan bahwa isu struktural kini lebih mudah diterima ketika dikemas dalam format yang ringan dan dekat dengan pengalaman hidup masyarakat.

3. Respons pemerintah dinilai tertinggal dari percakapan publik

IMGR 2027

Di sisi lain, cepatnya penyebaran isu di media sosial justru menjadi tantangan bagi pemerintah. Survei IDN Research Institute menemukan hanya 13,1 persen responden yang menilai respons pemerintah terhadap isu yang sedang viral sudah tepat waktu dan relevan.

Sebaliknya, 36,8 persen responden menilai pemerintah sering terlambat merespons karena ketika pernyataan resmi dikeluarkan, percakapan publik sudah bergeser ke isu lain. Sementara 30,1 persen menilai respons pemerintah memang cepat, tetapi tidak menjawab persoalan yang sedang diperdebatkan masyarakat.

Kelompok milenial bahkan menunjukkan tingkat skeptisisme yang lebih tinggi. Sebanyak 40 persen milenial menganggap respons pemerintah terlambat, lebih besar dibandingkan gen Z yang berada di angka 34 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa dalam era algoritma, kekuatan tidak lagi hanya berada pada pihak yang memproduksi pesan, tetapi juga pada siapa yang mampu mendistribusikannya secara cepat dan luas.

Sebagai bagian dari pemetaan tersebut, IDN menggelar Indonesia Summit 2026 bertema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age" yang berlangsung di Jakarta pada 17 sampai 18 Juni 2026. Dalam forum itu, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027, yang memotret aspirasi serta nilai-nilai yang membentuk cara pandang milenial dan gen Z di Indonesia.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi

Editorial Team

Related Article