Di sisi lain, cepatnya penyebaran isu di media sosial justru menjadi tantangan bagi pemerintah. Survei IDN Research Institute menemukan hanya 13,1 persen responden yang menilai respons pemerintah terhadap isu yang sedang viral sudah tepat waktu dan relevan.
Sebaliknya, 36,8 persen responden menilai pemerintah sering terlambat merespons karena ketika pernyataan resmi dikeluarkan, percakapan publik sudah bergeser ke isu lain. Sementara 30,1 persen menilai respons pemerintah memang cepat, tetapi tidak menjawab persoalan yang sedang diperdebatkan masyarakat.
Kelompok milenial bahkan menunjukkan tingkat skeptisisme yang lebih tinggi. Sebanyak 40 persen milenial menganggap respons pemerintah terlambat, lebih besar dibandingkan gen Z yang berada di angka 34 persen.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa dalam era algoritma, kekuatan tidak lagi hanya berada pada pihak yang memproduksi pesan, tetapi juga pada siapa yang mampu mendistribusikannya secara cepat dan luas.
Sebagai bagian dari pemetaan tersebut, IDN menggelar Indonesia Summit 2026 bertema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age" yang berlangsung di Jakarta pada 17 sampai 18 Juni 2026. Dalam forum itu, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027, yang memotret aspirasi serta nilai-nilai yang membentuk cara pandang milenial dan gen Z di Indonesia.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi