Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bertemu Nadiem, Eks Presiden Google Bantah Ada Kesepakatan Chromebook
Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun dalam pengadaan Laptop Chromebook. (IDN Times/Aryodamar)
  • Scott Beaumont, eks Presiden Google Asia Pasifik, menegaskan tidak ada kesepakatan antara Google dan Nadiem Makarim terkait penggunaan Chromebook oleh Kementerian Pendidikan.
  • Pertemuan Februari 2020 disebut hanya sebagai diskusi awal antara tim Google for Education dan kementerian untuk membahas proyek edukasi, tanpa pembicaraan soal pembelian produk tertentu.
  • Dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Scott menjadi saksi meringankan bagi Nadiem dan menyatakan tidak ada imbalan atau perjanjian investasi saham dari pihak Google.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Nadiem dulu ketemu orang Google namanya Scott di tahun 2020. Mereka ngobrol soal belajar dan komputer, tapi Scott bilang gak ada janji beli Chromebook banyak. Sekarang Nadiem lagi disidang karena kasus laptop. Scott cerita dari Singapura lewat video dan bilang tidak ada perjanjian apa pun dengan Nadiem tentang uang atau saham.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keterangan Scott Beaumont dalam sidang menunjukkan adanya transparansi dan kejelasan proses komunikasi antara pihak Google dan Kementerian Pendidikan saat itu. Penegasan bahwa tidak ada kesepakatan pengadaan maupun imbalan saham memperlihatkan upaya untuk menjaga integritas pertemuan tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya keterbukaan dalam hubungan antara pemerintah dan sektor swasta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Eks Presiden Google Asia Pasifik, Scott Beaumont mengatakan pertemuan dengan Eks Mendikbud Nadiem Makarim pada Februari 2020 tidak ada perjanjian pengadaan kementerian bakal menggunakan produk Google yaitu Chromebook.

Hal ini Scott sampaikan ketika menjadi saksi meringankan untuk Nadiem dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).

“Apakah dalam rapat di bulan Februari (2020), Nadiem memberikan penjelasan bahwa nanti kementerian akan membeli Chromebook dalam jumlah yang banyak?” tanya Penasehat Hukum Nadiem, Radhie Noviadi Yusuf dalam sidang.

“Sama sekali tidak,” jawab Scott.

Scott bersama beberapa saksi lainnya tidak hadir secara langsung di ruang sidang yang berada di Jakarta. Mereka berkumpul di sebuah tempat di Singapura dan mengikuti sidang secara virtual.

Lebih lanjut, Scott mengaku tidak ada kesepakatan apapun antara Google dengan Nadiem terkait dengan imbalan berupa investasi saham.

Scott menjelaskan, rapat pada Februari 2020 merupakan pertemuan awal antara pihak Google, terutama tim Google for Education dengan tim dari kementerian yang dipimpin Nadiem.

“Seingat saya, Februari adalah rapat awal untuk mendiskusikan dengan menteri dan timnya bersama dengan tim dari Google untuk membahas proyek terkait edukasi,” jawab Scott.

Sebagai Presiden dari Google Asia Pasifik periode 2019-2024, Scott menjelaskan, dia bertugas untuk mendukung kepentingan Google pada kawasan Asia Pasifik. Dia sering diundang untuk bertemu dengan pihak pemerintah untuk membahas beberapa hal.

“Saya sering diundang oleh tim lokal atau bahkan pihak kementerian sendiri untuk mewakili Google,” kata Scott.

Berhubung dia baru menjabat pada 2019, Nadiem merupakan salah satu menteri Indonesia pertama yang ditemuinya.

Dalam dakwaan, Nadiem disebutkan pernah bertemu beberapa petinggi Google. Mulai dari Scott Beaumont dulu menjabat President of Google Asia Pacific dan Colin Marson selaku Head of Google for Education, Google Asia Pacific.

Pertemuan Nadiem dengan petinggi perusahaan teknologi ini terjadi pada tahun 2020. Saat itu, pengadaan TIK masih dalam perencanaan.

JPU menduga, pertemuan ini menjadi salah satu persekongkolan Nadiem dengan pihak Google untuk meloloskan produk Chromebook untuk dilakukan pengadaan di kementerian.

Editorial Team