Bogor, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) merespons usulan SEAMEO BIOTROP terkait penggunaan beras segar dengan masa simpan maksimal empat bulan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas bahan baku melalui penguatan rantai pasok lokal.
Hal ini disampaikan Dadan dalam jumpa pers di Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026), menanggapi pentingnya standar nutrisi beras yang dikonsumsi masyarakat untuk menuju visi Indonesia 2045.
Terkait usulan teknis mengenai penggunaan beras segar dengan siklus maksimal empat bulan, Dadan Hindayana menjelaskan, strategi utama BGN adalah memprioritaskan sumber daya terdekat dari titik distribusi.
"Terkait pengadaan beras, kami mengupayakan untuk menggunakan sumber daya bahan makanan lokal, melalui rantai pasok lokal. Kalau rantai pasok lokal tidak cukup, kami sarankan untuk beras menggunakan standarnya harus premium," ujar Dadan kepada awak media.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahan pangan yang sampai ke meja makan masyarakat tetap dalam kondisi prima dan tidak kehilangan nilai gizinya akibat proses penyimpanan yang terlalu lama.
