Imbas serangan ini, Pemerintah Bahrain langsung merilis pengumuman bahaya. Mereka juga meminta semua warga untuk terus waspada dan jangan banyak keluar rumah agar tidak terkena serangan lanjutan dari Iran.
Bahrain Tembak Jatuh Rudal-Drone Iran yang Sasar Area Publik

- Militer Bahrain menembak jatuh tiga rudal dan beberapa drone Iran yang menyasar area publik, memicu peringatan bahaya nasional dan imbauan agar warga tetap di rumah.
- Iran juga menyerang Bandara Internasional Kuwait dan pangkalan militer AS di Kuwait sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap tiga pulau Iran di Selat Hormuz.
- Saling serang AS-Iran terjadi di tengah negosiasi damai yang mandek, dengan Iran menghentikan pembicaraan karena agresi Israel ke Lebanon, sementara Trump membantah kabar penghentian itu.
1. Iran menyerang bandara internasional di Kuwait

Pada saat yang sama, rudal dan drone Iran dikabarkan menyasar Bandara Internasional Kuwait. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, drone dan rudal Iran menghantam stasiun 1 yang ada di bandara itu. Serangan itu melukai beberapa orang dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Kerusakan ini lantas membuat sejumlah penerbangan dihentikan sementara.
“Selain menimbulkan korban luka, serangan Iran mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas bandara. (Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukan) penangguhan penerbangan dan pengalihan penerbangan ke bandara alternatif hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, seperti dikutip Jerusalem Post.
2. Iran juga menyerang markas militer AS di Kuwait

Masih pada hari yang sama, Iran juga meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS yang ada di Kuwait. Ini merupakan balasan dari Iran karena AS telah menyerang tiga pulau milik mereka di Selat Hormuz, yakni Pulau Goruk, Pulau Qeshm, dan Pulau Sirik.
Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM) pada Senin (1/6/2026), serangan di Pulau Goruk dan Qeshm menyasar situs rudal dan radar Iran. Sementara itu, serangan di Pulau Sirik menyasar pangkalan angkatan udara Iran. CENTCOM menambahkan, serangan tadi dilakukan sebagai balasan terhadap Iran. Sebab, angkatan bersenjata negara mayoritas Islam Syiah tersebut telah menembak jatuh drone MQ-1 Reaper milik pasukan militer AS.
3. Aksi saling serang AS dan Iran dilakukan di tengah proses negosiasi

Aksi saling serang antara AS dan Iran ini dilakukan di tengah proses negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung. AS dan Iran sendiri sudah melakukan negosiasi sejak 21 Mei lalu. Namun, negosiasi itu hingga kini belum berbuah kesepakatan damai.
Negosiasi damai AS dan Iran kini dikabarkan kembali menemui jalan buntu. Sebab, Iran memutuskan mengakhiri negosiasi dengan AS. Langkah ini dilakukan sebagai protes karena Israel telah meningkatkan agresi militernya terhadap Lebanon. Sebagai negara sahabat, Iran ingin Israel berhenti menyerang Lebanon karena kedua negara sudah menyepakati gencatan senjata.
Namun, kabar mandeknya negosiasi AS dan Iran langsung dibantah oleh Donald Trump. Trump menyebut kabar itu sebagai “Berita palsu”. Ia menegaskan proses negosiasi dengan Iran hingga kini masih berjalan dan akan terus dilakukan sampai Teheran mau menyepakati perdamaian.

















