Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 12 Provinsi

Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 12 Provinsi
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, Rabu (3/6/2026). (Dok. Kementan)
Intinya Sih
5W1H
  • Kementan menggelar Gerakan Tanam Serentak komoditas tebu, kopi, kakao, dan kelapa di 12 provinsi sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional berbasis perkebunan.
  • Ditjen Perkebunan menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan impor melalui peningkatan produktivitas komoditas strategis.
  • Subang mendapat alokasi pengembangan tebu seluas 2.013 hektare dengan dukungan benih dan biaya operasional, diharapkan memperkuat kemitraan petani-pabrik gula serta mendorong swasembada gula nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Subang, IDN Times – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor perkebunan.

Pelaksanaan tanam serentak dipusatkan di Kelompok Tani Bungur Tani, Desa Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Gerakan ini mencakup empat komoditas strategis perkebunan, yakni tebu, kopi, kakao, dan kelapa yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, energi, serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan energi.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan pengembangan komoditas perkebunan strategis, terutama tebu, menjadi prioritas nasional yang harus dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.

"Kita tidak boleh terus bergantung pada impor gula. Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada. Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional. Saya minta seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, bergerak cepat, kompak, dan memastikan setiap hektare lahan yang telah dialokasikan benar-benar ditanami serta dipantau perkembangannya," ujar Amran.


1. Hilirisasi perkebunan menjadi instrumen penting

Ilustrasi Perkebunan (https://pixabay.com/id/users/xuanduongvan87-22814888/)
Ilustrasi Perkebunan (https://pixabay.com/id/users/xuanduongvan87-22814888/)

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menyampaikan bahwa Ditjen Perkebunan terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

Menurutnya, hilirisasi perkebunan menjadi instrumen penting dalam menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pekebun, menekan kemiskinan, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat kinerja ekspor nasional.

2. Berpotensi besar

WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.33.15.jpeg
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, Rabu (3/6/2026). (Dok. Kementan)

Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat memperoleh alokasi seluas 8.000 hektare, sementara Kabupaten Subang mendapat porsi seluas 2.013 hektare yang terdiri atas kegiatan bongkar ratoon seluas 1.763 hektare dan perluasan areal baru seluas 250 hektare.

Kabupaten Subang sendiri saat ini memiliki areal tebu eksisting seluas 3.595 hektare dan dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional. Dalam program ini, setiap hektare lahan mendapatkan dukungan benih sebanyak 60.000 mata tunas serta bantuan biaya operasional pekebun setara 40 Hari Orang Kerja (HOK).

Varietas yang digunakan adalah PSJT 941 yang memiliki potensi produksi hingga 98,4 ton per hektare dengan rendemen gula mencapai 9,64 persen, sehingga dinilai cocok untuk pengembangan tebu di wilayah Subang.

3. Harapan dari pengembangan

Ilusatrasi perkebunan sayur (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Ilusatrasi perkebunan sayur (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Terkait progres Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Subang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) seluas 1.413 hektare yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Cipunagara, Cikaum, Pegaden, Purwadadi, dan Cijambe.

Pada gerakan tanam serentak hari ini, penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 4,9 hektare yang merupakan bagian dari program perluasan areal tebu seluas 250 hektare. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat kemitraan antara petani dengan Pabrik Gula Jatitujuh dan Pabrik Gula Subang secara berkelanjutan.

Melalui gerakan tanam serentak ini, Kementerian Pertanian berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pekebun semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi faktor kunci dalam memenuhi kebutuhan gula nasional, meningkatkan kesejahteraan pekebun, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro

Related Articles

See More