Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Stop Operasional Dua SPPG di Jabar dan Jatim Imbas Kualitas Menu Buruk

BGN Stop Operasional Dua SPPG di Jabar dan Jatim Imbas Kualitas Menu Buruk
Kepala BGN Dadan Hindayana saat sampai di lokasi jumpa pers di Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.
Intinya Sih
  • BGN menghentikan operasional dua SPPG di Cimahi dan Jawa Timur karena kualitas menu tidak sesuai standar menjelang Ramadan, sebagai langkah menjaga mutu layanan gizi nasional.
  • Dadan Hindayana menegaskan standar gizi Ramadan tetap wajib penuhi sepertiga kebutuhan harian, dengan menu mencakup karbohidrat, protein, buah, dan kurma bagi penerima manfaat program MBG.
  • BGN mencatat realisasi 61 juta porsi dari target 60 juta pada Februari 2026, dengan anggaran Rp268 triliun siap diserap penuh untuk mendukung peningkatan layanan gizi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi telah menghentikan operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya temuan kualitas menu yang tidak sesuai standar menjelang bulan Ramadan.

"Untuk bulan Ramadan ini, minimal sudah ada dua SPPG yang kami stop operasionalnya. Satu karena kejadian menonjol di Cimahi, dan satunya lagi karena kualitas menu yang kurang baik di Jawa Timur," ujar Dadan dalam jumpa pers di Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026).

1. Standar gizi saat ramadan tidak berubah

BGN.jpg
Kepala BGN Dadan Hindayana saat jumpa pers di Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Selain penutupan di dua wilayah tersebut, Dadan mengatakan, pihaknya tengah memantau ketat laporan dari wilayah lain, seperti Kabupaten Purbalingga dan Bintan. Dia menegaskan, tidak akan segan melakukan konsolidasi total jika ditemukan pelayanan yang di bawah standar.

"Ketika ada laporan dari Kabupaten Purbalingga, seluruh SPPG di sana kami kumpulkan untuk koordinasi dan konsolidasi agar menjadi perbaikan kualitas sajian. Begitu juga dengan laporan di Bintan yang kurang baik, kami tindak lanjuti," kata dia.

2. Tetap penuhi 1/3 kebutuhan harian

mbg.jpeg
Siswa SDN di Bogor menyantap MBG. Humas Pemkot Bogor.

Menghadapi pola makan yang berubah selama bulan puasa, Dadan menekankan, angka kecukupan gizi (AKG) yang diberikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap sama. SPPG wajib memenuhi sepertiga dari total kebutuhan gizi harian penerima manfaat.

Bagi jenjang SMP dan SMA, rata-rata target kalori per porsi adalah 750 kalori. Komposisinya mencakup karbohidrat, protein (telur), hingga buah-buahan dan kurma sebagai menu tambahan khas Ramadan.

"Untuk bulan Ramadan ini, minimal sudah ada dua SPPG yang kami stop operasionalnya. Satu karena kejadian menonjol di Cimahi dan satunya lagi karena kualitas menu yang kurang baik di Jawa Timur," kata Dadan.

3. Realisasi lampaui target, anggaran Rp268 triliun siap diserap

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Mengenai kesiapan fiskal, Dadan menepis kekhawatiran soal kecukupan anggaran. Dia menyebut, dana sebesar Rp268 triliun untuk tahun 2026 sudah sangat mencukupi seiring dengan pertumbuhan GDP Indonesia yang terus meningkat.

Secara performa, BGN mencatat pencapaian yang melampaui target pada Februari 2026 dengan menyajikan 61 juta porsi dari target awal 60 juta porsi. Jumlah SPPG yang beroperasi pun mencapai 24 ribu unit, melebihi target awal 22 ribu unit.

"Kami sangat optimis dengan target yang kami tetapkan, sehingga kami perkirakan dengan dana Rp268 triliun ini, kami akan serap habis di Oktober," ucap Dadan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More