Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BIN, BSSN dan Komdigi Konsolidasi Hadapi Ancaman Digital yang Menguat
Konferensi pers Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • BIN, Komdigi, dan BSSN berkonsolidasi untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional.
  • Rapat Kominpus membahas percepatan penanganan konten negatif serta potensi ancaman di ruang digital.
  • Pertukaran informasi antarlembaga dinilai penting untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons risiko lebih dini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BIN, Komdigi, dan BSSN melakukan konsolidasi untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional dan membahas percepatan penanganan konten negatif.
  • Who?
    M. Herindra, Meutya Hafid, Nugroho Sulistyo Budi, serta unsur intelijen, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, TNI, Polri, Kemhan, dan kementerian/lembaga terkait.
  • Where?
    Di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kamis (17/9/2026).
  • Why?
    Pengamanan ruang digital membutuhkan koordinasi lintas lembaga karena perkembangan teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan kepentingan strategis nasional.
  • How?
    Melalui Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat dan pertukaran informasi antarlembaga untuk mendukung langkah yang lebih cepat dan terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BIN, Komdigi, dan BSSN berkumpul untuk menjaga ruang digital Indonesia. Mereka membahas konten negatif dan ancaman di internet. Meutya Hafid bilang banyak lembaga perlu bekerja bersama. Mereka ingin saling berbagi informasi supaya risiko bisa diketahui lebih cepat dan ruang digital tetap aman, kuat, serta terlindungi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konsolidasi lintas lembaga membuka ruang pertukaran informasi antara unsur intelijen, keamanan siber, pertahanan, penegakan hukum, dan kementerian terkait. Pengaturan ini mendukung upaya membaca risiko lebih dini sekaligus memperkuat pengamanan ruang digital, seiring pemanfaatan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi melakukan rapat konsolidasi untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional. Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut adalah percepatan penanganan konten negatif di ruang digital.

Meutya mengungkapkan, pengamanan ruang digital membutuhkan koordinasi lintas lembaga karena perkembangan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan kepentingan strategis nasional.

“Keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kita perlu memastikan bahwa perkembangan teknologi dan ruang digital Indonesia berjalan seiring dengan kemampuan kita dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons berbagai potensi ancaman,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (18/9/2026).

1. Konten terorisme hingga judi online dibahas

7 WNA diamankan Imigrasi Tangerang usai terlibat judi online (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Pembahasan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus) yang dipimpin Herindra selaku Kepala Kominpus. Rapat tersebut untuk pertama kalinya digelar di luar Kantor BIN, dengan Kemkomdigi sebagai tuan rumah.

Forum turut dihadiri Nugroho serta jajaran dan perwakilan unsur intelijen, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, TNI, Polri, Kemhan, dan kementerian/lembaga terkait.

“Konten negatif memiliki dampak yang nyata terhadap keamanan dan masyarakat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus diperkuat agar penanganannya semakin cepat, tepat, dan terukur,” kata Meutya.

2. Koordinasi untuk membaca ancaman lebih dini

Ratusan WNA yang diduga terlibat operasional judi online jaringan internasional. (Dok. Kemenimipas)

Rapat Kominpus juga menjadi ruang konsolidasi untuk membahas perkembangan situasi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk dinamika dan potensi ancaman di ruang digital.

Meutya menyebut pertukaran informasi antarlembaga dibutuhkan agar risiko dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

“Koordinasi seperti ini penting agar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat menjadi dasar pengambilan langkah yang lebih cepat dan terukur. Kita ingin membangun ekosistem digital yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga aman, tangguh, dan terlindungi,” kata dia.

3. Keamanan digital bagian dari ketahanan nasional

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)

Meutya mengatakan, informasi intelijen dan kemampuan keamanan siber menjadi bagian penting untuk membaca perkembangan ancaman secara lebih dini. Penguatan keamanan digital juga perlu berjalan bersama pemanfaatan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

“Semakin banyak aktivitas masyarakat dan negara berpindah ke ruang digital, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan ruang tersebut terjaga. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia melalui keamanan, perlindungan, dan tata kelola yang kuat,” ujar Meutya.

Editorial Team

Related Article