Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pentagon Pertimbangkan Tarik 40 Ribu Tentara AS dari Eropa

3 min read
Pentagon Pertimbangkan Tarik 40 Ribu Tentara AS dari Eropa
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
  • Pentagon mengkaji penarikan 25 ribu hingga 40 ribu tentara AS dari Eropa, terutama berpotensi berdampak pada Jerman, Italia, dan Spanyol.
  • Keputusan belum final; Jenderal Alexus Grynkewich dijadwalkan menyerahkan penilaian awal pada 18 September dan rekomendasi lengkap pada 6 November 2026.
  • Rencana ini mendorong Eropa memikul pertahanan NATO lebih besar, tetapi dibatasi rancangan undang-undang serta memicu perbedaan internal dan kekhawatiran anggota Kongres maupun pemerintah Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN TimesPentagon tengah mengkaji opsi menarik 25 ribu hingga 40 ribu tentara dari Eropa, atau sekitar sepertiga dari total 80 ribu personel militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Peninjauan yang dilaporkan NBC News itu berpotensi mencakup pemangkasan unit udara, laut, dan darat, dengan Jerman, Italia, serta Spanyol menjadi negara yang paling terdampak. Rencana ini juga muncul bersamaan dengan pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemajuan besar menuju pembangunan pangkalan permanen Angkatan Darat AS di Polandia.

Keputusan akhir mengenai pengurangan pasukan ini dilaporkan belum ditetapkan secara resmi. Komandan Komando Eropa AS sekaligus Panglima Tertinggi Sekutu Organisasi Traktat Atlantik Utara (NATO), Jenderal Alexus Grynkewich, dijadwalkan memberikan penilaian awal kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Jumat (18/9/2026). Rekomendasi lengkap selanjutnya akan diserahkan pada 6 November 2026 sebagai bahan usulan kepada Trump sebelum langkah penarikan dilakukan.

  1. 1. Pemerintah AS mendorong NATO berbagi tanggung jawab pertahanan

    Markas Besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon
    Markas Besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon (Touch Of Light, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Peninjauan yang berlangsung selama enam bulan sejak Juni 2026 menjadi bagian dari upaya AS mendorong anggota NATO di Eropa mengambil porsi lebih besar dalam pertahanan konvensional. Hegseth menggambarkan arah kebijakan tersebut sebagai NATO dengan “Eropa berada di depan untuk pertahanannya sendiri” dan mengambil “tanggung jawab utama atas pertahanan Eropa,” dikutip TVP World. Langkah ini sejalan dengan fokus AS yang mulai mengalihkan sebagian sumber daya militernya ke wilayah serta prioritas lain.

    Sekitar 10 ribu tentara AS saat ini dilaporkan masih ditempatkan di Polandia. Salah satu opsi yang dikaji ialah memindahkan sebagian pasukan dan kemampuan militer ke negara anggota NATO di sayap timur yang berbatasan lebih dekat dengan Rusia. Langkah pergeseran taktis tersebut dipertimbangkan untuk memperkuat area strategis tanpa menambah total personel secara keseluruhan.

  2. 2. Rancangan undang-undang membatasi pengurangan pasukan

    ilustrasi undang-undang AS
    ilustrasi undang-undang AS (pexels.com/Tara Winstead)

    Rencana penarikan tersebut terkendala ketentuan dalam rancangan undang-undang kebijakan pertahanan tahunan 2026 yang melarang Pentagon memangkas jumlah tentara di bawah 76 ribu selama lebih dari 45 hari. Ketentuan itu baru dapat dijalankan setelah pejabat pertahanan senior menyerahkan penilaian keamanan serta sertifikasi resmi kepada Kongres AS. Prosedur ini juga mewajibkan adanya masa tunggu selama 60 hari sebelum kebijakan penarikan dapat direalisasikan.

    Besarnya jumlah pasukan yang hendak dikurangi juga mendapat penolakan kuat dari internal legislatif AS. Seorang anggota Kongres dari Partai Republik menilai potensi penarikan 25 ribu tentara sama sekali tidak dapat diterima.

    “Kamu tidak bisa mencegah orang-orang Rusia dengan murah,” tambah legislator tersebut.

  3. 3. Perbedaan pendapat muncul dalam pemerintahan AS

    Bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Dilansir Times of India, evaluasi tersebut memunculkan perdebatan di internal pemerintahan AS karena adanya perbedaan pandangan antara Departemen Luar Negeri dan Pentagon. Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahkan dilaporkan turun tangan pada Juni 2026 setelah Pentagon bersiap memberikan pengarahan kepada para menteri pertahanan NATO. Dinamika ini memperlihatkan adanya perbedaaan pendekatan strategis di tingkat pimpinan kebijakan luar negeri AS.

    Wacana pemangkasan pasukan turut memicu kekhawatiran di kalangan anggota Kongres dari kedua partai serta pemerintah negara-negara Eropa. Mereka memperingatkan bahwa penarikan yang dilakukan terlalu cepat berisiko melemahkan kemampuan pertahanan kolektif NATO. Hingga saat ini, proses peninjauan masih terus berjalan sembari menunggu penyerahan penilaian resmi dari pihak militer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More