Sel di Nigeria Penuh dan Minim Ventilasi, 37 Tahanan Tewas

- Sedikitnya 37 tahanan yang diduga penambang ilegal meninggal di fasilitas NSCDC Minna, Nigeria, setelah ditangkap pada awal pekan; pemerintah menetapkan penyelidikan dan tiga hari berkabung.
- Pemerintah menangguhkan komandan NSCDC Niger, sementara polisi menyelidiki terpisah. Dugaan penyebab mencakup wabah penyakit, tetapi laporan awal menyoroti sel penuh dan ventilasi minim.
- Penyintas menyebut 65 orang ditempatkan dalam satu sel padat hingga sulit bernapas. Insiden memicu protes warga di Minna, yang dibubarkan polisi dengan gas air mata.
Jakarta, IDN Times – Sedikitnya 37 orang yang diduga sebagai penambang ilegal dilaporkan meninggal dunia di fasilitas tahanan Nigeria Security and Civil Defense Corps (NSCDC) di Minna, Negara Bagian Niger. Insiden kematian massal tersebut terungkap pada Kamis (17/9/2026) dan mendorong penyelidikan resmi serta aksi protes warga pada Jumat (18/9/2026). Menurut TVC News, para korban sebelumnya ditangkap pada awal pekan yang sama sebelum ditemukan meninggal di dalam sel.
Gubernur Negara Bagian Niger, Mohammed Umaru Bago, menyatakan kejadian tersebut sebagai tragedi yang menyedihkan.
“Pagi ini kami bangun dengan berita bahwa sekitar 37 orang meninggal dalam tahanan pertahanan sipil di sini di Minna,” kata Bago kepada TVC News, dikutip Wion News.
Bago menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk komite penyelidikan resmi untuk mengusut insiden ini. Selain itu, pemerintah menetapkan tiga hari masa berkabung serta menunda jadwal kampanye pemilihan yang semula digelar Januari mendatang.
1. Pemerintah Nigeria menangguhkan komandan NSCDC Niger

ilustrasi mobil polisi (pexels.com/Eric Mclean) Pemerintah Nigeria menangguhkan komandan NSCDC di Negara Bagian Niger untuk mendukung proses pemeriksaan atas insiden tersebut. Langkah tegas ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian penyelidikan berjalan secara transparan dan objektif.
“Ini adalah kejadian yang tidak menguntungkan, namun penyelidikan penuh akan dilakukan sementara komandan di bawah pengawasannya kejadian ini terjadi tetap ditangguhkan,” kata Menteri Dalam Negeri Nigeria dalam pernyataan resmi yang dikutip DW.
Di sisi lain, Komando Polisi Negara Bagian Niger turut membuka penyelidikan terpisah atas kejadian tersebut. Juru Bicara Polisi Wasiu Abiodun menyampaikan kepada AFP bahwa kepala polisi setempat telah memerintahkan pemeriksaan segera untuk mengetahui penyebab kematian para tahanan.
Kepala NSCDC Niger, Suberu Siyaka Aniviye, menduga kematian para tahanan berkaitan dengan wabah penyakit meski jenisnya belum diumumkan secara spesifik. Aniviye menyebut jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani pemeriksaan medis. Namun, berdasarkan laporan intelijen, dugaan awal mengarah pada kondisi sel yang terlalu penuh dan minimnya ventilasi udara.
2. Penyintas mengungkap kondisi sel tahanan

ilustrasi penjara (pexels.com/RDNE Stock project) Salah satu penyintas, Dauda Shehu, membenarkan buruknya kondisi ruang tahanan tempat mereka dikurung. Ia menjelaskan kepada Associated Press bahwa 65 orang dimasukkan ke dalam satu sel yang sangat padat dan minim sirkulasi udara. Kondisi tersebut membuat para tahanan kesulitan bernapas hingga harus menggedor pintu sel untuk meminta bantuan petugas.
Kejadian fatal ini memicu kemarahan warga yang kemudian menggelar demonstrasi di Minna. Puluhan penambang dan kerabat korban turun ke jalan membawa parang serta tongkat sebelum akhirnya dibubarkan polisi menggunakan gas air mata. Rekaman video yang beredar memperlihatkan puluhan jenazah pemuda tergeletak di luar ruangan ketika warga berusaha mengenali anggota keluarga mereka.
3. Tambang ilegal Niger memicu persaingan emas

ilustrasi tambang bawah tanah (pexels.com/Marjan Taghipour) Negara Bagian Niger dikenal sebagai wilayah kaya mineral dengan luas wilayah mencapai lebih dari dua kali negara Belgia. Melimpahnya potensi emas di kawasan tersebut menarik ribuan penambang artisanal untuk menjalankan aktivitas pertambangan secara ilegal.
Maraknya tambang ilegal tak hanya mendorong penertiban oleh aparat, tetapi juga memicu aksi kekerasan oleh kelompok kriminal. Para pejabat dan ahli mencatat bahwa perburuan cadangan emas kerap dimanfaatkan oleh kelompok bandit lokal. Kelompok tersebut sering menarik pajak liar dan meminta bagian hasil tambang sebagai syarat bagi penambang untuk mengakses lokasi penggalian.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















