Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Blusukan ke Jakbar, Anies Disambut Spanduk Koalisi 4 Partai di Pilkada
Poster Anies Baswedan di daerah Jakarta Barat dengan logo empat parpol. (IDN Times/Santi Dewi)

Jakarta, IDN Times - Di tengah isu ancaman tidak dapat tiket pada Pilkada DKI Jakarta 2024, bakal calon gubernur Anies Baswedan memilih tetap blusukan dengan warga di Jalan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat sore (9/8/2024).

Di sepanjang wilayah itu terpasang spanduk bergambar Anies mengenakan pakaian dinas gubernur. Di pojok bagian kiri atas, terdapat logo sejumlah partai politik yang sempat mendukung Anies pada Pilpres 2024, yakni Partai NasDem, PKS, dan PKB, serta ditambah PDIP yang disebut-sebut mendukung Anies jelang Pilkada Jakarta. 

"PKB, PKS, Partai NasDem dan PDI Perjuangan tetap bersama warga Jakarta mendukung Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta. Sekali lagi mari bergabung dan perbesar dukungan," demikian isi poster tersebut yang dibaca IDN Times di lokasi. 

Ketika IDN Times menanyakan apakah poster itu menandakan empat partai politik tersebut mendukungnya pada Pilkada Jakarta, Anies mengaku baru melihat poster berwarna latar merah itu. 

"Itu kan poster yang DPW (Dewan Perwakilan Wilayah)-nya sudah menyampaikan dukungan. Saya juga baru lihat itu di sini sekarang," ujar Anies. 

Rumah-rumah warga yang dikunjunginya itu pada 2018 pernah mengalami kebakaran. Lalu, rumah mereka nyaris digusur Satpol PP, lantaran ada kebijakan dari Anies kala itu, mereka masih bisa tinggal di sana. 

1. Anies tunggu sikap resmi dari PKS soal menarik dukungan di Pilkada

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ketika berkunjung ke area Taman Kembang, Jakarta Barat. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Anies mengaku mendengar isu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menarik dukungannya dan bergabung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Tetapi dalam pandangannya, hal tersebut masih sekadar rumor. 

"Secara resmi, kami belum mendengar apa-apa. Kalau kabar-kabar angin banyak sekali, spekulasi banyak sekali. Kami ikuti sikap resmi dan itulah yang menjadi rujukan kita semua," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Apalagi, kata Anies, pendaftaran paslon gubernur dan wakil gubernur ke KPUD baru dilakukan pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Sehingga, kata dia, masih ada waktu yang tersisa untuk mengumpulkan dukungan dari parpol. 

"Masih ada 18-20 hari. Kita lihat saja bagaimana (ke depan)," tutur dia. 

Sementara, sinyal PKS bakal meninggalkan Anies sudah terlihat sejak adanya pernyataan dari Juru Bicara Muda PKS, Muhammad Kholid. Ia mengatakan waktu yang diberikan partainya kepada Anies menggenapi sisa kursi DPRD DKI sudah habis. 

PKS memberikan tugas kepada Anies untuk mencari partai lain yang memiliki minimal empat kursi di DPRD DKI Jakarta. Tujuannya agar pasangan Anies-Sohibul Iman bisa berlayar di Pilkada Jakarta.

Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, Anies belum berhasil mengamankan Surat Keputusan (SK) dari parpol lain. PKS memberikan waktu hingga 4 Agustus lalu. 

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyatakan partai politik atau gabungan partai harus memiliki minimal 22 kursi di DPRD, untuk bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI 2024.

Syarat tersebut sesuai dengan aturan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016. Sebab, pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada November mendatang, masih mengacu kepada aturan undang-undang tersebut.

Sementara, sesuai hasil Pileg 2024, PKS memperoleh kursi DPRD DKI tertinggi yakni 18 kursi. Karena itu, PKS masih butuh empat kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan minimal 22 kursi. Sedangkan PDIP yang berada di urutan kedua memperoleh 15 kursi, lalu NasDem dan PKB masing-masing memperoleh 11 kursi dan 10 kursi.

2. Pertemuan Prabowo dan Cak Imin dianggap silaturahmi yang positif

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (IDN Times/Amir Faisol)

Selain PKS yang pelan-pelan mulai balik badan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menunjukkan sikap serupa. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pada Kamis (8/8/2024) malam menemui Presiden terpilih Prabowo Subianto di rumah dinas Menhan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta. 

Cak Imin mengaku membahas isu Pilkada Jakarta 2024 dan berbagai isu lainnya. Selain itu, Cak Imin juga mengundang Prabowo hadir di Muktamar PKB. 

"Silaturahmi itu baik-baik saja. Ketika Gus Imin bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa, pimpinan partai yang lain, itu menunjukkan satu sikap bernegara yang matang dan modern. Oleh karena itu, saya memandang itu sebagai silaturahmi yang baik-baik saja," kata Anies. 

3. PKS diprediksi tidak segan-segan meninggalkan Anies di Pilkada Jakarta

Bakal Calon Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (dok. Tim Anies)

Sementara, Direktur Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai PKS akan tega mencabut dukungan dan meninggalkan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024. Apalagi pada Pilpres 2024, PKS mendapatkan coat tail effect paling sedikit dibanding dua parpol lain di Koalisi Perubahan; PKB dan NasDem. 

"Yang paling tinggi (dapat coat tail effect) NasDem, kedua PKB, ketiga baru PKS," ujar Agung ketika dihubungi pada Kamis (8/8/2024). 

Agung menyebut bagi PKS Anies bukanlah kader. Kecuali Anies merupakan kader PKS, maka partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu memiliki alasan kuat menolak tawaran bergabung KIM Plus. 

"Tapi, bila posisi Mas Anies masih seperti sekarang, mohon maaf lahir batin, akan sulit untuk berlayar," katanya. 

Agung mengatakan dalam situasi genting seperti saat ini, bukan tak mungkin Anies harus memakai jaket dari parpol tertentu. "Meski waktu masih ada, tetapi kemungkinan-kemungkinan yang ada makin kecil," imbuhnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article