Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7). (Dok. BNPB)
Untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan, satuan petugas (Satgas) darat tidak hanya melakukan penyemprotan air, tetapi juga menggunakan metode injeksi dengan memasukkan air ke dalam tumpukan sampah.
Sementara, satgas udara mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk menjangkau titik api dari atas. Operasi pemadaman juga didukung 300 personel gabungan, 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan ekskavator, delapan buldoser, serta dua drone pemantau.
Kebutuhan air untuk operasi pemadaman didukung oleh danau atau embung yang berada di dekat lokasi kebakaran. Keberadaan sumber air tersebut memudahkan helikopter melakukan pengisian air untuk water bombing, sekaligus memasok kebutuhan air bagi armada pemadam kebakaran.
“Jadi sisi utara ini kita didukung oleh sumber air yang berada di depan kita itu ada danau, itu di-support pakai mobil damkar, ditampung diestafetkan lagi, sehingga nanti air itu naik di embung-embung itu. Jadi kita gak perlu keluar masuk lagi kendaraan,” ujar Djohan.
Mulai Senin (6/7/2026), operasi pemadaman satgas darat juga diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Langkah ini dilakukan agar proses pembasahan tumpukan sampah berjalan lebih optimal dan api yang masih membara di bawah permukaan dapat segera dipadamkan.