Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kurangi Pasokan dari Luar Negeri, RI Bangun Pabrik Amunisi di Kalsel

Kurangi Pasokan dari Luar Negeri, RI Bangun Pabrik Amunisi di Kalsel
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin lakukan ground breaking pembangunan pabrik amunisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi Kemhan)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah melalui Kemhan dan PT Pindad memulai pembangunan pabrik amunisi di Batulicin, Kalimantan Selatan, untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
  • Pemilihan Batulicin didasari faktor strategis seperti ketersediaan lahan, akses logistik, serta dukungan infrastruktur yang dinilai ideal bagi pengembangan industri pertahanan dan distribusi amunisi nasional.
  • Dengan berdirinya pabrik baru ini, PT Pindad kini memiliki tiga lokasi produksi utama di Bandung, Turen, dan Batulicin sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri pertahanan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mulai melakukan groundbreaking pembangunan pabrik amunisi milik PT Pindad di luar Pulau Jawa. Lokasi pabrik amunisi PT Pindad berada di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan luas 30 hektare.

Dikutip dari keterangan resmi Kemhan, peletakan batu pertama turut dihadiri secara langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa dan Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Relasi Haji Isam dan Kemhan cukup erat. Lewat perusahaan Jhonlin Group, Haji Isam ikut serta menggarap program food estate di Wanam, Merauke, Papua.

Sigit mengatakan, pabrik amunisi itu dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas produksi amunisi di dalam negeri. Selain itu, Indonesia bisa memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

"Pembangunan fasilitas produksi ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri strategis nasional," ungkap Sigit seperti dikutip pada Selasa (7/7/2026).

Sementara, Menhan Sjafrie mengatakan, pembangunan pabrik tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, PT Pindad, hingga mitra yang terlibat dalam proses persiapan proyek.

"Pabrik ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja dan mengembangkan sumber daya manusia," kata Sjafrie.

Groundbreaking ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas industri pertahanan dalam negeri yang modern, mandiri dan berkelanjutan.

1. Indonesia ingin mengurangi ketergantungan pasokan amunisi dari luar negeri

Rico Sirait, Kemhan
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Lebih lanjut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, pembangunan pabrik amunisi di Batulicin merupakan bagian dari pengembangan industri pertahanan PT Pindad. Langkah itu sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), terutama dalam memenuhi kebutuhan amunisi TNI.

“Secara strategis, pembangunan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi munisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, serta meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan Indonesia,” ungkap Rico kepada IDN Times lewat pesan pendek, Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, pembangunan pabrik di Batulicin juga menjadi bagian dari strategi memperkuat dukungan logistik pertahanan di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun fasilitas produksi amunisi di satu lokasi, tetapi juga merencanakan pembangunan pabrik serupa di pulau-pulau besar lainnya.

"Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Papua Selatan. Untuk Batulicin, berdasarkan informasi proyek, kawasan yang disiapkan sekitar kurang lebih 30 hektare," tutur dia.

2. PT Pindad dibangun di Batulicin karena ketersediaan lahan

PT Pindad, amunisi, Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin lakukan ground breaking pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi Kemhan)

Rico juga menjelaskan pabrik munisi dibangun di Batulicin usai melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, mulai dari ketersediaan lahan, akses wilayah, dukungan infrastruktur, hingga letak Kalimantan Selatan yang dinilai strategis untuk memperkuat distribusi logistik dan industri pertahanan nasional. Ia menegaskan, pabrik tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional dan mendukung kesiapan operasional TNI.

Namun jika kapasitas produksi, standar kualitas, dan ketentuan regulasi telah memenuhi syarat, pemerintah membuka peluang untuk memasok kebutuhan kerja sama internasional maupun pasar ekspor secara selektif dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

3. PT Pindad akan berdiri di tiga lokasi

Sjafrie Sjamsoeddin, Haji Isam
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Haji Isam lakukan ground breaking pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi Kemhan)

Dengan keberadaan pembangunan pabrik di Batulicin, maka PT Pindad sudah memiliki tiga pabrik. Dua pabrik lainnya berlokasi di Bandung, Jawa Barat dan Turen, Malang.

Sjarie sebelumnya pernah berpesan agar PT Pindad menjadi tulang punggung industri pertahanan untuk menopang kedaulatan nasional. Kementerian Pertahanan, kata Sjafrie, juga berkomitmen untuk mendukung dan mendorong PT Pindad menjadi industri pertahanan yang unggul dan berdaya saing.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More