Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apresiasi Kapolri, Bobby Nasution Optimistis Sumut Bebas Narkoba
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Setodi Belawan, Kota Medan dalam rangka pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 Ton narkoba jenis Ketamine. Kehadiran Kapolri tersebut kata Bobby semakin menambah semangat Forkopimda memberantas narkoba di Sumatera Utara. (Dok. Pemprov Sumut)
  • Gubernur Bobby Nasution mengapresiasi pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine di Belawan yang dinilai menyelamatkan banyak nyawa serta memperkuat semangat pemberantasan narkoba.

  • Bobby menargetkan Sumatera Utara keluar dari lima besar penyalahgunaan narkoba nasional, setelah lebih dari lima tahun berturut-turut berada di peringkat pertama.

  • Ia mendorong tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan terkait narkoba dan mengandalkan sinergi polisi, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk menekan peredarannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine yang diduga akan masuk ke Indonesia melalui Sumatera Utara, disertai deklarasi masyarakat Sumut menolak narkoba.
  • Who?
    Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat Sumatera Utara.
  • Where?
    Terminal Bandar Deli Belawan, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Jumat, 23 Oktober 2026, saat kegiatan rilis pengungkapan kasus dan deklarasi penolakan narkoba.
  • Why?
    Penindakan dilakukan untuk mencegah ketamine beredar di Indonesia. Bobby menargetkan Sumatera Utara keluar dari lima besar daerah dengan penyalahgunaan narkoba.
  • How?
    Kepolisian mengungkap penyelundupan ketamine, sementara pemerintah daerah, aparat, Forkopimda, dan masyarakat diharapkan bersinergi memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Setodi Belawan, Kota Medan dalam rangka pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 Ton narkoba jenis Ketamine. Kehadiran Kapolri tersebut, kata Bobby, semakin menambah semangat Forkopimda memberantas narkoba di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat acara press release pengungkapan penyeludupan 1,16 Ton ketamine sekaligus Deklarasi Posisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).

"Mohon izin Pak Kapolri, kami menyampaikan selamat datang di Sumatera Utara, di Kota Medan, tepatnya di Belawan. Ini Belawan, salah satu daerah yang memang sangat cocok sekali Pak Kapolri hadir, karena kehadiran Pak Kapolri di Belawan ini mudah-mudahan menambah semangat bagi para kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, berantas narkoba. Karena Belawan ini salah satu memang tempat yang sangat masif dari beberapa daerah yang ada di Sumatera Utara, Oleh karena itu, mudah-mudahan kehadiran Pak Kapolri di sini membawa Belawan semakin lebih cerah lagi ke depannya, bisa menjadi daerah yang hari ini mungkin dianggap salah satu daerah yang paling banyak penggunaan narkobanya. Mudah-mudahan setelah kedatangan Pak Kapolri, ini salah satu daerah yang paling bersih dari narkobanya," ujar Gubernur Bobby.

1. Bobby targetkan Sumut keluar dari lima besar penyalahgunaan narkoba

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Setodi Belawan, Kota Medan dalam rangka pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 Ton narkoba jenis Ketamine. Kehadiran Kapolri tersebut kata Bobby semakin menambah semangat Forkopimda memberantas narkoba di Sumatera Utara. (Dok. Pemprov Sumut)

Bobby Nasution juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Kapolri atas penangkapan 1,16 Ton narkoba yang akan masuk ke Indonesia melalui Sumatera Utara. Menurut Bobby Nasution, ini merupakan satu tindakan yang sangat perlu diapresiasi, karena menyelamatkan banyak nyawa, banyak pemuda, dan generasi calon-calon generasi emas Indonesia, yang ditargetkan menjadi  Indonesia Emas 2045.

Bobby juga mengungkapkan Sumatera Utara mempunyai  tantangan yang lebih jauh, lebih besar dibandingkan daerah lain, karena lebih dari 5 tahun berturut-turut menjadi daerah dengan prestasi nomor satu pengguna narkoba di tingkat nasional.

"Nah, cita-cita kami kalau bisa turun dari peringkat satu, Pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot, justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini bisa hilang, agar apa? Agar Indonesia Emas 2045,  salah satu kendalanya yang menghalangi adalah narkoba, ini benar-benar bisa hilang di wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara," katanya.

2. Bobby dorong tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Setodi Belawan, Kota Medan dalam rangka pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 Ton narkoba jenis Ketamine. Kehadiran Kapolri tersebut kata Bobby semakin menambah semangat Forkopimda memberantas narkoba di Sumatera Utara. (Dok. Pemprov Sumut)

Bobby juga mengutarakan rasa geramnya atas kejahatan narkoba saat menjadi wali kota Medan. Bahkan dia meminta kepada kepolisian agar pengguna narkoba uang melakukan kejahatan seperti begal agar diberi tindakan terukur.

"Pak, dulu pada saat kami di Medan, mohon maaf, Pak, saking geramnya, kalau bahasa ini geram, saking keselnya, Pak, dengan penyalahgunaan narkoba, maraknya narkoba di wilayah Medan, Sumatera Utara, dulu kami pernah menyatakan, minta tindak tegas saja, untuk penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal dan yang lain," katanya.

3. Sinergi kepolisian dan masyarakat diharapkan tekan peredaran narkoba

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Setodi Belawan, Kota Medan dalam rangka pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 Ton narkoba jenis Ketamine. Kehadiran Kapolri tersebut kata Bobby semakin menambah semangat Forkopimda memberantas narkoba di Sumatera Utara. (Dok. Pemprov Sumut)

Namun, Gubernur Bobby berkeyakinan kedepannya kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara bersama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah siap membongkar narkoba yang ada di Sumatera Utara.

"Sehingga nanti Sumatera Utara bisa turun posisinya dari peringkat pertama dengan penyalahgunaan narkoba, bisa turun ya minimal-minimal bisa keluar dari lima besar penyalahgunaan yang ada di Indonesia," katanya lagi. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article