Sandiaga Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

Sandiaga Uno mendorong UMKM memanfaatkan AI, inovasi teknologi, potensi lokal, jejaring, dan kolaborasi untuk memperkuat pemasaran serta memperluas jangkauan pasar.
Program inkubasi diharapkan membantu UMKM mengenali peluang melalui pembelajaran pemasaran digital, pengembangan produk, dan pencatatan keuangan agar usaha berkembang lebih terarah.
Ngatiyem, pengusaha jamu instan dari Bogor, memakai AI untuk membuat promosi lebih bervariasi setelah pelatihan; ia melaporkan omzet dan jumlah reseller meningkat.
Jakarta, IDN Times - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan pemasaran dan mengembangkan usaha.
Menurut Sandiaga, pelaku UMKM perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, agar mampu memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pendampingan dan penguatan jejaring juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Pelaku UMKM perlu terus belajar, berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun jejaring dan kolaborasi,” ujar Sandiaga.
1. Inkubasi agar UMKM kenali peluang

Sandiaga Uno dalam sesi "Creative Industries and Cultural Heritage: Blending Tradition with Modernity" di acara IMGS pada Rabu (23/10/2024). (IDN Times/Tata Firza) Sandiaga mengatakan, pendampingan melalui program inkubasi diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengenali peluang baru, dan mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Melalui pembelajaran pemasaran digital, pengembangan produk, serta pencatatan keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas pasar.
2. Pelatihan untuk kembangkan usaha

Pelaku UMKM memanfaatkan AI. (dok. Istimewa) Salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha terlihat dari perjalanan Ngatiyem, pelaku UMKM asal Ciawi, Kabupaten Bogor, yang mengembangkan usaha jamu instan H’Dayah.
Ngatiyem mengikuti program Inkubasi Mitra Inkubator GAN yang mendapat pelatihan dari Yayasan Indonesia Setara. Melalui program tersebut, ia memperoleh pengetahuan baru untuk mengembangkan produk dan pemasaran.
3. Omzet naik berkat AI

Gemini AI (gemini.google.com) Sebelum mengikuti inkubasi, Ngatiyem memasarkan produknya melalui media sosial. Namun, materi promosi yang dibuatnya masih cenderung monoton, sementara penjualan sempat mengalami kelesuan.
Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai mempelajari pemanfaatan AI untuk membuat materi promosi yang lebih bervariasi. Teknologi tersebut membantunya mengembangkan cara penyampaian informasi produk kepada calon konsumen.
“Alhamdulillah ada peningkatan omzet selama ikut inkubasi, dan alhamdulillah bertambah reseller,” ujar Ngatiyem.























