Progres pembangunan jalan lintas Kabupaten Padang Lawas Utara Paluta- Kabupaten Tapanuli Selatan Tapsel via Sipiongot (Dok. Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut)
Sementara Kepala Desa Siburbur, Sahbuddin Ritonga, menceritakan warga selama ini harus menghabiskan waktu hingga tiga jam hanya untuk menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju pasar tradisional.
Kondisi tersebut membuat biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi tinggi. Akibatnya harga jual sawit di daerah itu jauh lebih rendah dibanding wilayah lain.
Kini masyarakat berharap pembangunan jalan dapat terus dilanjutkan sehingga aktivitas ekonomi semakin berkembang dan kesejahteraan warga meningkat.
Di hadapan masyarakat Sipiongot, Bobby Nasution menegaskan pembangunan jalan bukan alasan untuk dipuji berlebihan karena hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah.
Namun di balik komitmen pembangunan itu, Bobby mengaku memiliki pengalaman yang tidak pernah dilupakannya saat meninjau langsung kondisi Sipiongot.
Ia bercerita pernah melintasi kawasan tersebut pada dini hari saat akses jalan masih sangat sulit dilalui. Perjalanan yang ditempuh dari Labuhanbatu menuju Tapanuli Selatan membuatnya melihat langsung beratnya kehidupan masyarakat di daerah terpencil.
"Saya pernah lewat jam dua pagi. Di tengah jalan kendaraan kami terpacak, tidur di tengah hutan. Baru sekali itu saya melihat kondisi kampung yang membuat saya menangis di tempat sejak menjadi kepala daerah," ungkap Bobby.
Menurut Bobby, pembangunan jalan Sipiongot merupakan salah satu janji yang harus dituntaskan selama masa kepemimpinannya.
"Jalan Sipiongot dibangun karena masyarakat membutuhkannya. Jangan ada lagi istilah daerah tertinggal atau daerah yang seolah tidak masuk dalam peta pembangunan," tegasnya.
Selain pembangunan jalan, Bobby juga berjanji menyiapkan program beasiswa bagi putra-putri Sipiongot agar memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan.
Bagi masyarakat Sipiongot, perubahan yang terjadi saat ini bukan hanya soal aspal dan jalan yang mulus. Pembangunan telah mengubah wajah daerah yang dulu terisolir menjadi wilayah yang mulai terhubung dengan pusat ekonomi dan pelayanan publik.
Harapan yang selama puluhan tahun terasa jauh, kini perlahan menjadi kenyataan. (WEB)