Intelijen Ukraina Ungkap Rencana Penambahan Pasukan Korut di Rusia

- Intelijen Ukraina menyebut Rusia dan Korea Utara mematangkan pengerahan hingga 50.000 prajurit sebelum akhir November untuk membantu perebutan Donbas pada 2026.
- Pasukan Korea Utara direncanakan menjaga Kursk, Bryansk, dan Belgorod, sehingga tentara Rusia dapat dirotasi ke garis depan; 9.500 personel disebut sudah berada di Rusia.
- Kerja sama juga mencakup 90 personel rudal di Voronezh serta pasokan 40 rudal balistik Korea Utara, yang menurut laporan digunakan untuk memperkuat serangan Rusia ke Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Pertahanan Ukraina mengungkap rencana penambahan pasukan Korea Utara di perbatasan Rusia, pada Rabu (12/8/2026).
Langkah ini dirancang untuk mendukung logistik dan operasional militer Rusia. Pasukan asing ini diproyeksikan memengaruhi stabilitas keamanan Eropa Timur dalam jangka panjang.
1. Rencana pengerahan 50.000 prajurit untuk merebut Donbas
Rusia dan Korea Utara mematangkan pengerahan 50.000 prajurit hingga akhir November mendatang. Langkah ini bertujuan membantu Rusia merebut wilayah Donbas, meliputi Luhansk dan Donetsk, sebelum akhir 2026.
Langkah ini dipicu tingginya kerugian tentara Rusia di medan perang. Intelijen Ukraina mencatat lebih dari 42.000 prajurit Rusia tewas atau terluka selama Juli lalu.
Dokumen intelijen Ukraina menunjukkan skenario pengerahan sedang difinalisasi.
"Rusia dan Korea Utara diperkirakan segera memberi persetujuan di tingkat pimpinan," kata pejabat intelijen Ukraina.
Strategi ini menjadi tumpuan Rusia menjaga intensitas perang tanpa mobilisasi massa baru.
2. Pengamanan tiga wilayah perbatasan untuk rotasi pasukan
Pasukan Korea Utara akan bertugas di Kursk, Bryansk, dan Belgorod. Penempatan ini menggantikan posisi tentara Rusia agar unit tempur utama dialihkan ke garis depan.
Sebanyak 9.500 prajurit infanteri Korea Utara kini berada di Rusia. Jumlah ini melengkapi 10.000 personel di Kursk yang sebelumnya bertempur melawan Ukraina.
"Keputusan telah dibuat untuk mengerahkan 30.000 hingga 50.000 warga Korea Utara di Rusia," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dilansir Arab News.
Pembagian tugas ini memberi fleksibilitas bagi militer Rusia meningkatkan serangan tanpa melemahkan pertahanan perbatasan.
3. Penempatan pasukan rudal balistik
Kerja sama militer diperluas lewat pengerahan 90 personel pasukan rudal ke Voronezh. Unit ini mengoperasikan sistem peluncur balistik untuk memperkuat serangan ke Ukraina.
Pyongyang juga menyuplai 40 rudal balistik yang diduga diluncurkan ke dekat Kryvyi Rih dan Zaporizhzhia. Bantuan ini melampaui amunisi artileri konvensional.
"Pengalaman tempur Korea Utara akan makin membahayakan keamanan Jepang dan Korea Selatan," ujar Presiden Volodymyr Zelensky, dilansir Kyodo News.
Laporan CSIS menyebut penggunaan rudal Korea Utara dirancang mengeksploitasi celah pertahanan udara Ukraina. Kemitraan ini memperpanjang konflik di Eropa Timur sekaligus mengancam keamanan Asia Pasifik.






















