Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hizbullah Janji Balas Serangan Israel di Lebanon Selatan

Hizbullah Janji Balas Serangan Israel di Lebanon Selatan
Pasukan Hizbullah sedang menyiapkan rudal untuk ditembakkan. (commons.wikimedia.org/Mohammad Hossein Velayati)
  • Hizbullah berjanji membalas peningkatan serangan Israel di Lebanon selatan, menegaskan pelanggaran gencatan senjata tidak bisa terus berlanjut.
  • Serangan Israel di Ansar dan Deir ez-Zahrani, Distrik Nabatieh, menewaskan 11 orang dan melukai 19 lainnya; IDF menyebutnya balasan atas serangan Hizbullah yang menewaskan tiga tentaranya.
  • Eskalasi kekerasan mengancam negosiasi perdamaian Israel-Lebanon; sejak 2 Maret, serangan Israel dilaporkan menewaskan sekitar 4.335 orang dan melukai 12.277 lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Milisi Hizbullah berjanji akan membalas peningkatan serangan Israel di Lebanon selatan. Ancaman ini disampaikan Hizbullah pada Sabtu (15/8/2026) siang waktu setempat. Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan Israel tidak bisa terus menyerang Lebanon selatan karena sudah menyepakati gencatan senjata. 

“Kami tidak bersikeras untuk melanjutkan jalan negosiasi langsung yang memalukan dan menawarkan hadiah cuma-cuma kepada musuh. Israel harus memahami dengan baik bahwa serangan dan pelanggarannya tidak dapat berlanjut dan akan ditanggapi dengan tindakan yang pantas,” bunyi pernyataan resmi Hizbullah, seperti dikutip Anadolu Agency.

  1. 1. Serangan terbaru Israel di Lebanon selatan menewaskan 11 orang

    Korban tewas.
    ilustrasi korban tewas (pexels.com/Ivan S)

    Ancaman tadi disampaikan Houthi tidak lama usai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan serangan terbaru ke wilayah Ansar dan Deir ez-Zahrani di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, pada Sabtu pagi. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lebanon, serangan itu menewaskan 11 orang. Sebanyak 7 korban berasal dari Ansar dan 4 lainnya berasal dari Deir ez-Zahrani. Sementara itu, 19 orang lainnya dikabarkan terluka.

    Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, serangan terbaru ke Lebanon selatan dilakukan sebagai balasan kepada Hizbullah. Sebab, menurut IDF, milisi yang sudah ditetapkan sebagai organisasi teroris itu sudah lebih dahulu menyerang mereka pada Jumat (14/8/2026). Tiga tentara IDF dikabarkan tewas dalam serangan tersebut. 

  2. 2. Eskalasi serangan Israel ke Lebanon selatan mengancam upaya perdamaian

    Perdamaian
    ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

    Eskalasi serangan Israel ke Lebanon selatan ini berpotensi mengancam upaya perdamaian kedua negara. Padahal, Tel Aviv dan Beirut saat ini sedang melanjutkan negosiasi agar gencatan senjata yang sudah disepakati pada 27 Juni lalu bisa berubah menjadi perdamaian abadi. 

    Negosiasi damai tahap ke-7 Israel dan Lebanon sudah dilakukan di Roma, Italia, pada 6 Agustus lalu. Sementara itu, negosiasi tahap ke-8 dikabarkan akan kembali dihelat di Roma pada awal September mendatang. Namun, belum ada tanggal resmi kapan negosiasi itu akan digelar.

  3. 3. Serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan 4.335 orang

    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel.
    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

    Meski sudah menyepakati gencatan senjata, Israel masih tetap menyerang Lebanon selatan hingga saat ini. Padahal, dalam kesepakatan tersebut, negara mayoritas Yahudi itu sudah sepakat menahan serangan dan menarik pasukannya dari Lebanon selatan. 

    Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon yang dilakukan sejak 2 Maret lalu sudah menewaskan sekitar 4.335 orang. Sementara itu, 12.277 lainnya dilaporkan luka-luka. Kemenkes Lebanon mengatakan, jika serangan IDF semakin intens, maka korban tewas dan korban luka juga bisa makin bertambah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More