Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai pembatasan kadar nikotin dan tar bukan sekadar persoalan menetapkan angka batas kandungan, melainkan juga menyangkut kesiapan seluruh rantai ekosistem pertembakauan.
Tanpa masa transisi yang memadai, kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu gejolak dan mengancam keberlangsungan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat.
"Tanpa masa transisi yang memadai, kebijakan ini berpotensi menimbulkan gejolak serta mengancam keberlangsungan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat," ucap Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Setiari Marwanto dalam keterangan, Selasa (4/8/2026).
