Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pentingnya penguatan etika dan regulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tengah munculnya periset Indonesia diduga memalsukan riset dalam konferensi ilmiah di Denmark.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan kasus tersebut menjadi pelajaran bahwa tata kelola AI dalam dunia riset global masih belum cukup kuat dan perlu segera diperkuat.
“Nah, kemarin kan ada isu bagaimana ada periset palsu yang presentasi di Copenhagen menggunakan AI. Itu kan, belajar dari situlah kita ternyata bagaimana regulasi ini belum cukup kuat,” ujar Arif Satria dalam Indonesia Summit 2026 IDN Times, di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Arif, perkembangan AI yang semakin cepat tidak hanya membawa manfaat dalam mempercepat riset di berbagai sektor, tetapi menghadirkan tantangan baru terutama dalam etika penggunaan teknologi.
"Jadi, dua hal yang saling melengkapi. Kita tidak hanya cukup gas, tapi remnya juga harus ada. Ini soal etik,” katanya.
Oleh karena itu, BRIN tengah menyiapkan sejumlah aspek pendukung pengembangan AI nasional, mulai dari tata kelola dan etika AI, penguatan talenta, hingga infrastruktur riset.
“Ini yang sekarang sedang kita siapkan regulasinya. Kemudian kedua, talenta untuk penguatan AI, dan ini hari ini kita workshop untuk itu. Kemudian ketiga, infrastruktur. Hari ini kita resmikan karena bicara AI, butuh high-performance computing," ujar Arif.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
