Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bupati Ipuk: Digitalisasi Perlinsos Bantu Pemda Sisir Penerima Manfaat
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kebanggaannya karena daerahnya menjadi proyek percontohan digitalisasi program perlindungan sosial untuk menyalurkan bantuan lebih tepat sasaran.
  • Ia menjelaskan bahwa digitalisasi perlinsos membantu pemerintah daerah memverifikasi data penerima manfaat secara presisi, sehingga kebijakan penyaluran bantuan bisa lebih akurat dan transparan.
  • Pidato Ipuk disampaikan dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta, acara yang juga meluncurkan survei Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027 oleh IDN Research Institute.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bupati Ipuk dari Banyuwangi senang karena daerahnya jadi contoh pakai sistem digital buat bantu orang yang butuh. Katanya, dengan cara ini pemerintah bisa tahu siapa yang berhak dapat bantuan dan siapa yang tidak. Sekarang semua data jadi lebih rapi, dan bantuan bisa sampai ke orang yang benar-benar perlu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penetapan Banyuwangi sebagai proyek percontohan digitalisasi perlindungan sosial menunjukkan kemajuan nyata dalam peningkatan akurasi dan efisiensi penyaluran bantuan. Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat lebih presisi menentukan penerima manfaat, sehingga pelayanan publik menjadi lebih adil dan transparan. Kebanggaan Bupati Ipuk mencerminkan semangat kolaboratif daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengaku bangga setelah daerahnya menjadi proyek percontohan (pilot project) digitalisasi program perlindungan sosial (perlinsos). Ia mengatakan mega proyek ini dapat mempermudah pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Ipuk menyampaikan, digitalisasi perlinsos ini menjadi sebuah jawaban bahwa negara benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Ketika kami dijadikan pilot project untuk digitalisasi bansos ini, kami berupaya mencari cara agar, program ini sangat baik sebenarnya Mbak, bagus sekali, dan ini memang program yang dinanti-nantikan oleh daerah," kata Ipuk dalam program Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ipuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sangat terbantu melalui digitalisasi perlinsos ini, sehingga mampu menjawab data penerima manfaat menjadi lebih presisi.

Menurut dia, digitalisasi ini menjadi alat bagi pemerintah daerah untuk menyisir masyarakat yang membutuhkan bantuan dari negara.

"Ini (digitalisasi perlinsos) bisa menjadi alat bagi kami di daerah untuk membuat kebijakan bahwa si A berhak mendapatkan dan si B tidak berhak mendapatkan (bantuan sosial)," kata dia.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article