Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon Manajer Kopdes Siap Bekerja, Belum Tahu soal Nominal Gaji
Dua peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Farrel Rafif Wibowo (kiri) dan Farhan Juliansyah (kanan) usai mengikuti penutupan berakhirnya pendidikan bagi calon manajer kopdes dan kampung nelayan merah putih. (IDN Times/Santi Dewi)

Jakarta, IDN Times - Farrel Rafif Wibowo dan Farhan Juliansyah mengaku bangga dan lega bisa menuntaskan proses terakhir untuk bisa lolos menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan 45 hari di satuan pendidikan Yonparako 461, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Bagi Farrel, ini merupakan pekerjaan profesional perdana yang dia lamar. Usai 45 hari digembleng, pria berusia 23 tahun itu sudah mendapatkan gambaran mengenai pekerjaannya kelak.

"Ini (posisi calon manajer kopdes) adalah pekerjaan profesional pertama yang dilamar. Salah satu yang saya pelajari yakni mengenai tujuan koperasi untuk mendorong ekonomi pedesaan. Jadi, itu salah satu visi dan misi utama untuk membangun perekonomian desa nantinya," kata Farrel ketika berbincang dengan IDN Times di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (31/7/2026).

Farrel pun mengakui ilmunya di bangku perkuliahan tak terkait dengan pekerjaannya sebagai calon pengelola koperasi. Dia menempuh studi ilmu komunikasi di sebuah sekolah tinggi multimedia di Yogyakarta.

"Ini kan sebenarnya terbagi menjadi dua pelatihan yaitu 30 hari pelatihan militer dan 15 hari pelatihan manajerial. Sebenarnya di sesi pertama selama 30 hari, kita dilihat untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik," kata dia.

Sedangkan, materi manajerial yang diberikan selama 15 hari dinilainya sangat relevan.

"Karena di sana kami mempelajari bagaimana cara koperasi berkembang dan maju sesuai dengan visi dan misi dari koperasi itu sendiri," ujar dia.

1. Calon manajer masih menanti deskripsi pekerjaan lebih detail

Salah satu calon manajer pengelola kampung nelayan merah putih, Farhan Juliansyah usai mengikuti upacara penutupan pendidikan 45 hari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Farhan Juliansyah mengaku masih menunggu detail deskripsi pekerjaannya nanti sebagai pengelola Kampung Nelayan Merah Putih. Semua informasi akan disampaikan oleh panitia pusat lewat portal resmi panitia seleksi.

"Karena di akun portalnya sendiri (informasi) masih belum dikeluarkan. Tapi, yang kami pelajari terkait manajerial masih umum dan cakupannya luas," kata Farhan.

Bagi Farhan, menjadi manajer Kampung Nelayan Merah Putih bukan pekerjaan pertamanya. Dia sudah pernah bekerja sebagai arsitektur desain.

Ketika ditanyakan pandangannya mengenai latihan militer yang diterima, Farhan mengaku mendapat manfaat menjadi lebih disiplin dan hidup yang teratur.

"Ini hal baru bagi saya karena bukan hanya belajar tapi kami juga dilatih dasar-dasar kemiliteran, seperti harus bangun pagi, lemari kami harus bersih hingga makan harus teratur. Jadi, itu membuat saya seperti upgrade diri," kata dia.

2. Manajer yang lolos masih belum memperoleh informasi mengenai nominal gaji

Direktur Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wilayah Bali Nusa Tenggara, PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjen TNI (Purn) Joao Xavier Barreto Nunes, tinjau pembangunan KDMP Desa Kotabes, Kupang, NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Ketika IDN Times tanyakan rentang gaji yang bakal diterima, Farhan dan Farrel kompak mengaku belum mendapatkan informasi soal hal tersebut. Meski begitu, Farrel mendengar gaji yang nantinya mereka terima lebih tinggi dari upah minimum regional (UMR).

"Untuk gajinya sebenarnya belum tahu pasti. Tapi, berdasarkan informasi dari luar, kisarannya di atas UMR," kata Farrel.

Sementara, Farhan memilih enggan berspekulasi soal nominal gaji yang akan diterimanya.

"Saya tetap menunggu informasi dari atasan. Jadi, selagi dari pusat belum memberikan informasi secara valid, ya, kami sebenarnya juga belum tahu (akan menerima gaji berapa)," kata Farhan.

Nominal gaji yang ditawarkan, kata Farhan, akan terlihat ketika menandatangani kontrak kerja dan surat penawaran. Saat keduanya ditanyakan soal kesiapan ditempatkan di lokasi mana pun di Indonesia, baik Farrel maupun Farhan mengaku siap. Meskipun Farrel berharap kopdes yang akan dikelolanya berada dekat dengan lokasi tempatnya tinggal yakni di Bekasi.

"Kalau pilihan pribadi tentu harapannya dekat dengan domisili. Tapi, saya siap ditempatkan di seluruh Indonesia sesuai permintaan di awal," kata dia.

3. Penentuan gaji calon manajer akan ditentukan berdasarkan daerah penempatan

Direktur Agrinas Joao Angelo de Sousa Mota ketika ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

IDN Times sempat menanyakan kepada Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota soal gaji yang akan diterima oleh calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan manajer Kampung Nelayan Merah Putih.

Joao menyebut hal tersebut bakal dibahas dalam rapat lintas instansi yang digelar Jumat siang ini.

"Gajinya lagi dibahas, hari ini akan diputuskan dan diumumkan. Rate-nya akan ditentukan sesuai daerah masing-masing. Nanti akan diputuskan yang paling bijak seperti apa," kata Joao di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Setelah dinyatakan lulus, maka 33.875 para calon manajer itu bakal memperoleh ijazah dan ditawarkan kontrak kerja. Usai mereka selesai mengikuti pendidikan, calon manajer koperasi desa dan kampung nelayan kembali ke tempat masing-masing.

"Nanti, akan ada pemanggilan yang akan langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan penempatan nanti ditentukan oleh panitia pusat, dalam hal ini BP BUMN," kata Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen Tri Budi Utomo.

Informasi tentang kapan puluhan ribu calon manajer itu mulai bekerja pun akan disampaikan lebih lanjut oleh panitia seleksi pusat yang terdiri dari berbagai lintas instansi.

"Yang mengatur adalah BP BUMN karena mereka nanti ada penugasan dalam kurun waktu tertentu, yakni selama dua tahun," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article