Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

33.785 Calon Manajer Kopdes Selesai Dididik, Kini Menanti Penugasan

33.785 Calon Manajer Kopdes Selesai Dididik, Kini Menanti Penugasan
Puluhan ribu personel calon manajer koperasi desa merah putih dan kampung nelayan merah putih yang hadir di seremoni penutupan. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sebanyak 33.785 calon manajer KDMP/KNMP menyelesaikan pendidikan 45 hari, mencakup latihan dasar militer dan materi manajerial, lalu menunggu penempatan dari panitia pusat.
  • Para lulusan kembali ke daerah sambil menanti pemanggilan BP BUMN untuk penugasan dua tahun. Saat ini, 1.021 koperasi beroperasi dari 18.762 yang selesai dibangun.
  • Lima calon manajer meninggal selama latihan dasar militer. Kemhan kemudian mengubah format pendidikan dari komponen cadangan menjadi bela negara dengan pengurangan aktivitas fisik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KDMP/KNMP) menghela nafas lega, karena akhirnya berhasil menuntaskan persyaratan akhir, yakni pendidikan ala militer selama 45 hari di satuan pendidikan milik TNI. Seremoni penutupan pendidikan bagi calon manajer dilakukan di Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), ada 33.785 calon manajer di seluruh Indonesia yang mengikuti seremoni penutupan pendidikan. Sebanyak 3.500 calon manajer ikut upacara penutupan yang digelar di Halim. Seremoni penutupan di Lanud Halim dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen Tri Budi Utomo. Ia memasangkan pin bela negara dan memberikan ijazah kelulusan kepada dua perwakilan calon manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Hari ini, Jumat, 31 Juli 2026 pukul 08.22 WIB, pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup," ungkap Tri di podium instruktur upacara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

Dalam sambutannya, jenderal bintang tiga itu mengatakan puluhan ribu calon manajer bisa menuntaskan pendidikan selama 45 hari lantaran bekerja keras, memiliki disiplin dan komitmen tinggi.

"Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, integritas, disiplin serta semangat bela negara," katanya.

Pendidikan yang diikuti calon manajer terbagi dua, yakni 30 hari latihan dasar militer dan 15 hari materi tentang manajerial. Ia menyebut selama masa pendidikan, puluhan ribu calon manajer sudah dibekali sejumlah kemampuan, mulai dari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga manajemen pengelolaan kopdes merah putih dan kampung nelayan merah putih.

Lantas, kapan mereka mulai bekerja?

1. Puluhan ribu calon manajer kembali ke daerah masing-masing sambil tunggu informasi

33.785 Calon Manajer Kopdes Selesai Dididik, Kini Menanti Penugasan
Ribuan calon manajer kopdes merah putih dan kampung nelayan merah putih yang menuntaskan 45 hari pendidikan. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Tri menjelaskan, usai mengikuti pendidikan selama 45 hari, puluhan ribu calon manajer Kopdes akan kembali ke daerahnya masing-masing. Setelah itu, mereka menunggu informasi lebih lanjut terkait lokasi penempatan.

"Nanti, akan ada pemanggilan yang akan langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan penempatan nanti ditentukan oleh panitia pusat, dalam hal ini BP BUMN," ungkapnya.

Informasi terkait kapan puluhan ribu calon manajer itu mulai bekerja pun akan disampaikan lebih lanjut oleh panitia seleksi pusat, yang terdiri dari berbagai lintas instansi. Rencananya panitia seleksi pusat akan menggelar rapat terkait penempatan calon manajer pada Jumat (31/7/2026) puklul 13.00 WIB.

"Yang mengatur adalah BP BUMN, karena mereka nanti ada penugasan dalam kurun waktu tertentu, yakni selama dua tahun," tutur dia.

2. Belum semua Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan selesai dibangun

33.785 Calon Manajer Kopdes Selesai Dididik, Kini Menanti Penugasan
Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor. IDN/Times Linna Susanti

Di sisi lain, meski puluhan ribu calon manajer sudah menuntaskan pendidikan selama 45 hari, tetapi jumlah koperasi yang sudah selesai dibangun tidak imbang dengan SDM yang tersedia. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota mengatakan, hingga saat ini sudah ada 18.762 Kopdes yang sudah selesai dibangun.

"Sebanyak 3.558 koperasi sedang dibangun. Sementara, yang sudah mulai beroperasi per hari ini ada 1.021 koperasi. Jadi, mereka yang sudah selesai dilatih ini akan segera kami deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa beroperasi," ungkap Joao di Lanud Halim.

Sedangkan, Kopdes yang belum selesai dibangun ditargetkan bakal rampung dua hingga tiga minggu ke depan. Di sisi lain, Kampung Nelayan yang dibangun pada tahun ini ditargetkan mencapai 1.369. Sementara, calon manajer yang sudah merampungkan pendidikan untuk mengelola Kampung Nelayan mencapai 5.476 orang.

3. Lima calon manajer Kopdes meninggal saat mengikuti pelatihan dasar militer

33.785 Calon Manajer Kopdes Selesai Dididik, Kini Menanti Penugasan
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sementara, selama proses pendidikan latsar militer digelar di satuan pendidikan di seluruh Indonesia, ada lima calon manajer Kopdes yang meninggal dunia. Lantaran hal itu, Kemhan mengubah format pendidikan dari semula komponen cadangan (Komcad) menjadi bela negara.

Sekjen Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, mengatakan dengan adanya perubahan format pendidikan, maka berdampak pada pengurangan aktivitas fisik yang diikuti calon manajer Kopdes.

Berikut data lima calon manajer Kopdes yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer:

  1. Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke
  2. Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung
  3. Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.
  4. Muhamamd Rifki Renaldi Gunawan: meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di satuan pendidikan Yon Parako 465. Sempat mengeluhkan sesak nafas pada Rabu, 24 Juni 2026, dan dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis pada Kamis, 25 Juni 2026.
  5. Nola Dya Sari meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di Dodik Bela Begara Rindam XII, Singkawang, Kalimantan Barat. Kesehatannya menurun ketika berada di dalam kelas. Ketika dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 20.20 WIB dilakukan berbagai upaya medis. Nola mengalami henti jantung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More