Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita ASN Diajari Cara Operasikan Senjata Saat Ikut Komcad
Dua ASN yang telah selesai mengikuti latihan dasar militer Komcad selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Sebanyak 1.758 ASN, termasuk Hani dan Rifa’ul, menuntaskan latihan dasar militer Komcad selama 45 hari di Lanud Halim dengan pembekalan disiplin, kerja sama tim, dan keterampilan kemiliteran.
  • ASN peserta Komcad diajari mengoperasikan senjata buatan PT Pindad serta dilatih kesiapsiagaan agar dapat membantu TNI dalam situasi darurat sesuai ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2019.
  • Kementerian Pertahanan menargetkan 2.300 ASN ikut gelombang kedua latihan dasar Komcad pada Agustus mendatang dengan durasi pelatihan serupa selama satu setengah bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hani dan Rifa ikut latihan tentara selama 45 hari. Mereka kerja di kantor pemerintah tapi belajar baris, disiplin, dan cara pegang senjata. Banyak teman lain juga ikut, semua pakai baju loreng seperti tentara. Sekarang mereka sudah lulus latihan dan bisa bantu TNI kalau negara butuh. Nanti akan ada latihan lagi buat ASN lain juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hani Nurhanifa dan Rifa'ul Marifa terlihat tersenyum usai melewati masa penggemblengan 45 hari latihan dasar militer Komponen Cadangan (Komcad) dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). Keduanya turut hadir di upacara penutupan latsar militer di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat, 5 Juni 2026.

Hani dan Rifau'l bersama 1.756 ASN lainnya mengikuti seremoni tersebut. Semua ASN mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) motif loreng sage, helm tentara, topi baret, rompi taktis tentara hingga menenteng senjata layaknya personel militer.

Hani mengaku merupakan ASN dari Kementerian Sosial. Sedangkan Rifa'ul sehari-hari bertugas di Kementerian Pertahanan.

Rifa mengatakan, selama 45 hari digembleng ala militer, ia diajarkan nilai-nilai sikap disiplin, tanggung jawab dan kerja sama tim. "Jadi, selama 45 hari itu, kami mendapat pembelajaran mengenai kemiliteran dasar. Kami bisa mengembangkan diri di tempat pekerjaan kami sebelumnya," ujar Rifa kepada IDN Times, Jumat.

Sementara, Hani menilai salah satu manfaat dari 45 hari mengikuti latihan dasar militer yaitu tumbuhnya solidaritas untuk bekerja sama. "Karena kan anggota Komcad ini datang dari berbagai kementerian. Kami harus bersatu untuk membuat satu tim. Kemudian kami diberikan tugas-tugas untuk dikerjakan. Di situ lah tantangan kita untuk menyamakan persepsi," kata Hani.

1. ASN juga diajari cara operasikan senjata

Senjata yang ikut ditenteng oleh ASN yang mengikuti Komcad selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, IDN Times tertarik terhadap senjata yang ditenteng oleh tiap ASN. Ketika dicek, senjata itu asli dan merupakan buatan PT Pindad.

"Ini senjata SS2, seri terbaru," kata Hani.

Ia mengaku, selama digembleng lewat Komcad, semua ASN diajari cara mengoperasikan senjata. "Gaya pertama (pegang senjata) sambil tiarap, dengan duduk dan berdiri," tutur dia.

Ketika ditanyakan apa manfaat diajari mengoperasikan senjata dengan lingkungan di Kementerian Sosial, Hani mengatakan, tidak ada kaitan secara langsung. "Tetapi, jika sewaktu-waktu kami diperkukan dalam keadaan darurat, kami sudah terlatih untuk mengoperasikan senjata," imbuhnya.

Sedangkan bagi Rifa'ul, kemampuan mengoperasikan senjata sangat terkait dengan lingkungan kerjanya di Kementerian Pertahanan. Sebab, ia merupakan prajurit TNI AD yang sedang ditugaskan di Kemhan.

2. ASN yang pernah ikut Komcad bisa diminta membantu TNI sewaktu-waktu

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto (kanan) saat berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan, usai tuntas menjalani latihan dasar militer, ribuan ASN itu sewaktu-waktu bisa dikerahkan untuk membantu komponen utama memperkuat pertahanan TNI. Kementerian Pertahanan, kata Donny, akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar bisa memobilisasi ASN yang pernah menjadi Komcad.

"Nanti kami akan berkirim surat dengan kementerian terkait. Kami minta mobilisasi berapa ASN yang pernah menjadi Komcad untuk mendukung TNI," ujar Donny di Lanud Halim.

Donny mengatakan, untuk bisa memobilisasi ASN alumni Komcad, tak dibutuhkan peraturan baru. Sebab, itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019.

"Jadi tidak perlu (ada mekanisme baru), sudah ada (aturannya). Memang di dalam Perpresnya sudah ada. Permenhan juga sudah mengatur. Jadi di dalam UU Nomor 23 Tahun 2019, kami sudah atur itu," imbuhnya.

3. Kemhan menargetkan 2.300 ASN ikut latihan dasar Komcad di gelombang kedua

Upacara penutupan 1.758 ASN yang dianggap telah mengikuti pendidikan dasar militer selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Donny mengatakan, gelombang kedua ASN yang dibidik untuk digembleng mencapai 2.300 orang. Sama seperti latihan dasar militer di gelombang pertama, ribuan ASN tersebut digembleng selama 45 hari.

"Agustus nanti, kami akan laksanakan untuk yang tahap kedua (latihan dasar militer) sejumlah 2.300 selama 1,5 bulan. Jadi, untuk tahap kedua, kami juga sudah siapkan dan koordinasi dengan kementerian-kementerian untuk mendapatkan ASN-ASN yang akan kami latih menjadi Komponen Cadangan (Komcad)," tutur mantan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu.

Donny menyebut, bisa saja ada perubahan tempat latihan dasar militer untuk Komcad. Sebab, masing-masing satuan kerja di TNI memiliki jadwal yang berbeda.

Editorial Team

Related Article