Cerita Pekerja di Jakarta: Diminta WFH, Diimbau Hindari Pusat Keramaian

- Kantor di Jakarta menganjurkan karyawannya bekerja dari rumah untuk menghindari demo besar.
- Imbauan kantor termasuk memastikan handphone menyala, logistik tersedia, dan menghindari pusat keramaian.
- WFH diperbolehkan di wilayah Jakarta Pusat dan Barat akibat kondisi tak menentu jelang demo besar.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah kantor yang berada di wilayah Jakarta menganjurkan karyawannya bekerja dari rumah. Kevin, seorang pegawai yang berkantor di wilayah Jakarta Selatan, mengatakan, seharusnya ada meeting dengan klien di daerah Jakarta Pusat.
"Harusnya tim riset dan BD presentasi ke klien di Jakarta Pusat, tapi akhirnya di-cancel. Jadi semua digeser online," jelas Kevin yang kemarin menjadi saksi mata driver ojol dilindas mobil rantis, kepada IDN Times, Jumat (29/8/2025).
Perubahan operasional menjadi daring ini sudah disampaikan lewat imbauan di grup kantornya. Alasannya, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kevin menambahkan, kantornya juga mengimbau agar para karyawan tetap waspada. Karyawan diminta memastikan handphone menyala agar bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Kantornya juga meminta karyawan memastikan logistik seperti makanan, minuman, bahkan token listrik, dan pengisi daya tersedia.
"Jaga-jaga ada kemungkinan internet diblokir aparat," kata imbauan kantornya tersebut.
Dalam imbauan itu, karyawan juga diminta menghindari pusat keramaian dan lokasi demonstrasi, seperti sekitar Gedung DPR atau kantor polisi.
Hal yang sama juga dialami Dhita, seorang pekerja di wilayah Jakarta Pusat. Dhita juga diizinkan work from home (WFH) oleh kantornya. Alasannya, kantor Dhita tak jauh dengan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
"Kantor kami dekat dengan Markas Brimob, dan wilayah (Pasar) Senen juga tadi pagi cukup parah, sehingga kami akhirnya diperbolehkan WFH," kata Dhita.
Selain itu, jalanan menuju dan keluar dari kantornya ditutup imbas demo di depan Markas Brimob semalam hingga pagi tadi.
Di lokasi berbeda, Ana menceritakan kepada IDN Times, anaknya dipulangkan lebih cepat dari sekolah.
"Kemarin anak saya diliburin dan hari ini seharusnya sudah mulai masuk. Tapi ternyata dipulangkan lebih cepat. Banyak sekali sekolah di Jakarta Barat yang memulangkan siswanya lebih cepat," jelas Ana.
Sebelumnya, ratusan ribu pengemudi ojek online mengantar pemakaman rekannya, Affan Kurniawan, yang tewas akibat dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta, Kamis malam. Sejumlah mahasiswa juga hendak menggelar aksi di depan Polda Metor Jaya, Jakarta. Mereka marah akibat kematian Affan Kurniawan.