Menhub Ungkap Kronologi Penemuan Puing Pesawat ATR di Maros

- Jendela dan ekor pesawat ditemukan sebagai penanda awal lokasi kecelakaan.
- Keselamatan dan pencarian menjadi prioritas utama pemerintah, dengan upaya terus diperluas.
Jakarta, IDN Times - Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan diduga pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Lokasi penemuan serpihan pesawat itu berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) pada Minggu (18/1/2025).
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengatakan, lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.
"Penemuan serpihan ini merupakan bagian dari progres penting dalam proses pencarian, dan seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang," kata Menhub dalam keterangan tertulisnya.
1. Jendela dan ekor persawat ditemukan

Pesawat yang melayani rute Yogyakarta–Makassar hilang dari radar pada Sabtu (17/1/2026) sore, pemerintah langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Basarnas memimpin operasi darat dan udara, di-backup TNI, Polri, AirNav Indonesia, BMKG, pemda, dan unsur terkait lain.
Pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.
“Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya,” ujar dia.
2. Keselamatan dan pencarian menjadi prioritas utama

Menhub menegaskan, saat ini keselamatan dan pencarian menjadi prioritas utama pemerintah. Seluruh unsur terkait saat ini terus bekerja tanpa henti untuk memperluas area pencarian dan memastikan setiap informasi ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.
"Informasi teknis terkait temuan serpihan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara berkala dan resmi oleh otoritas terkait, khususnya Basarnas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah melalui proses verifikasi," kata Dudy.
3. Kemenhub beri pendampingan

Dudy menegaskan, proses pencarian awak kabin terus dilakukan secara intensif. Pencarian kata dia, dilakukan terkoordinasi baik dengan seluruh pihak berwenang.
"Pertama-tama, kami menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada keluarga awak dan penumpang pesawat ATR 42-500. Kami pastikan akan memberikan pendampingan, dukungan informasi, dan layanan yang dibutuhkan," ujar Dudy.
Pesawat ATR 42-500 hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026). Kontak terakhir tercatat ketika pesawat mendekati landasan Bandara Sultan Hasanuddin, namun diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya.
Air Traffic Control Makassar sempat memberikan arahan koreksi sebelum komunikasi terputus. Fase darurat DETRESFA kemudian dideklarasikan. Pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Maros, dengan koordinasi AirNav, Basarnas, TNI AU, dan kepolisian.
Pesawat membawa total 10 orang. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer, tetapi operasi pencarian tetap dilakukan sesuai prosedur nasional.


















