Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusuh! Narapidana Kuasai 3 Penjara di Guatemala, 46 Orang Disandera

ilustrasi penjara (unsplash.com/Emiliano Bar)
ilustrasi penjara (unsplash.com/Emiliano Bar)
Intinya sih...
  • Geng Barrio 18 koordinasi kerusuhan penjara Guatemala
  • Narapidana kuasai menara patroli Penjara Renovación 1
  • Penolakan terhadap tuntutan geng Barrio 18
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Narapidana di Guatemala berhasil menguasai tiga penjara pada Sabtu (17/1/2026). Mereka pun menyandera setidaknya 46 orang, termasuk sebagian besar penjaga penjara serta seorang psikolog.

Pasukan keamanan Guatemala sedang berupaya merebut kembali kendali atas fasilitas penjara tersebut untuk membebaskan para sandera. Hingga Sabtu malam, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka di antara para sandera.

1. Geng Barrio 18 koordinasi kerusuhan penjara Guatemala

ilustrasi penjara (freepik.com/fab
ilustrasi penjara (freepik.com/fab

Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, menyatakan bahwa kerusuhan di tiga penjara tersebut dikoordinasikan oleh anggota geng Barrio 18. Geng ini menuntut pemindahan pemimpin mereka ke fasilitas penjara dengan kondisi lebih baik serta perlakuan istimewa.

Kerusuhan terjadi sebagai reaksi langsung terhadap pencabutan hak-hak istimewa yang sebelumnya diberikan kepada para pemimpin geng oleh Kementerian Dalam Negeri. Situasi paling tegang melanda Penjara Renovación 1 di Escuintla, selatan Guatemala, yang merupakan fasilitas berkekuatan maksimum.

"Saya tidak akan bernegosiasi dengan kelompok teroris mana pun, saya menolak tunduk pada pemerasan ini, dan saya tidak akan mengembalikan hak istimewa mereka sebagai imbalan untuk menghentikan aksi," kata Menteri Villeda dalam konferensi pers, dikutip The Straits Times.

2. Narapidana kuasai menara patroli Penjara Renovación 1

ilustrasi penjara (pexels.com/Nikita Nikitin)
ilustrasi penjara (pexels.com/Nikita Nikitin)

Polisi dan tentara Guatemala membentuk perimeter keamanan ketat di sekitar Penjara Renovación 1 di Escuintla, dengan ambulans dan truk pemadam kebakaran dikerahkan siaga untuk kemungkinan intervensi darurat. Narapidana, sebagian mengenakan jumpsuit tahanan dan sebagian besar hanya kaos tank top serta celana pendek, mengawasi situasi dari menara patroli sambil menutupi wajah dengan masker dari kain.

Hingga Sabtu malam, belum ada laporan korban jiwa atau cedera di antara 46 sandera, yang mayoritas merupakan penjaga penjara dan seorang psikolog. Seorang narapidana bertopeng menyuarakan keluhan atas ketidakamanan di fasilitas tersebut sambil menuntut pemindahan ke penjara lain.

"Mereka bahkan tidak bisa menjamin keamanan diri sendiri, lalu bagaimana bisa menjamin keamanan kami?" ujar narapidana bertopeng itu dari balik kawat berduri, merujuk pada otoritas penjara, dikutip ABC News.

3. Penolakan terhadap tuntutan geng Barrio 18

Ilustrasi penjara (unsplash.com/engin akyurt)
Ilustrasi penjara (unsplash.com/engin akyurt)

Situasi penyanderaan di penjara Guatemala memang pernah terjadi sebelumnya, namun insiden di Escuintla kali ini menonjol karena melibatkan jumlah sandera yang jauh lebih banyak dibandingkan kasus-kasus sebelumnya. Pasukan keamanan Guatemala terus berupaya merebut kembali kendali atas ketiga penjara yang dikuasai narapidana hingga Minggu (18/1/2026).

Kementerian Dalam Negeri mengatakan sikap tegas dengan menolak seluruh tuntutan dari geng Barrio 18, sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk membersihkan sistem penjara dari pengaruh kelompok kriminal. Hingga Minggu pagi, belum ada perkembangan terbaru terkait pembebasan 46 sandera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Jaksa Banding Vonis 1,5 Tahun Eks Dirjen Kemenkeu di Kasus Jiwasraya

18 Jan 2026, 20:11 WIBNews