Gunung Sahari dan Kelapa Gading Tergenang Air Cukup Dalam

- Polisi imbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif
- Hujan mengguyur Jakarta Utara sejak Sabtu malam
Jakarta, IDN Times - Wilayah Gunung Sahari dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, tergenang air usai hujan dengan intensitas deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (18/1/2026) pagi.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengatakan, genangan juga sempat terjadi di beberapa wilayah lain seperti Kelapa Gading, Pluit, dan Semper Barat. Namun sebagian besar genangan di wilayah tersebut sudah berangsur surut.
“Yang masih cukup dalam saat ini berada di kawasan Gunung Sahari dan beberapa ruas di Kelapa Gading. Kami terus lakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
1. Polisi imbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif

Erick menjelaskan, petugas telah disiagakan di sejumlah ruas jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan. Pengendara diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif.
“Agar tidak memaksakan melintas dan menghindari kendaraan mogok yang dapat memperparah kemacetan,” ujar dia.
2. Hujan mengguyur Jakarta Utara sejak Sabtu malam

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengatakan, hujan deras merata di seluruh wilayah Jakarta Utara sejak Sabtu (17/1/2026) malam hingga Minggu pukul 10.45 WIB.
Dia mengatakan, genangan dengan kedalaman cukup tinggi terpantau di Jalan Gunung Sahari Raya serta Jalan RE Martadinata tepatnya di depan kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
“Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai sekitar sepaha orang dewasa, sehingga mengganggu arus lalu lintas,” ujar dia.
Dalam peninjauan itu, Hendra juga mengimbau warga, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain di area genangan demi menjaga keselamatan.
“Kami masih melihat ada warga, termasuk anak-anak, yang bermain air. Kami minta segera meninggalkan lokasi banjir demi keamanan bersama,” kata dia.
3. Pompa air permanen dan mobile dikerahkan

Untuk penanganan genangan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), TNI, Polri, serta pihak pengelola kawasan Ancol. Seluruh pompa air permanen dan mobile dikerahkan guna mempercepat penyedotan air.
“Kami melakukan pemompaan secara maksimal, seluruh pompa milik SDA dalam kondisi siaga. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Ancol yang memiliki pompa internal, termasuk melakukan pembukaan pintu air Marina agar aliran air sungai bisa segera dialirkan ke laut,” ucap Hendra.


















