Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Serah terima jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Letnan Jenderal Suharyanto ke Letjen Kristomei Sianturi di Bogor. (Dokumentasi BNPB)
  • Sejak dilantik pada November 2021, Suharyanto memimpin BNPB menghadapi erupsi, gempa, longsor, banjir bandang, hingga karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

  • Bencana paling mematikan dalam daftar terjadi pada banjir dan longsor akhir 2025 di tiga provinsi, dengan 1.016 korban meninggal dan 212 orang masih hilang.

  • Pada Oktober 2026, KPK menggelar OTT di lingkungan BNPB dan menetapkan lima tersangka, termasuk Bima Setiawan, adik Suharyanto, terkait dugaan konflik kepentingan dana bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17 November 2021

Presiden Joko Widodo melantik Mayor Jenderal TNI Suharyanto sebagai Kepala BNPB.

4 Desember 2021

Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, merusak permukiman dan menimbulkan korban jiwa.

21 Desember 2021

Data Posko Tanggap Darurat mencatat 51 orang meninggal akibat erupsi Semeru dan 10.395 warga mengungsi.

21 November 2022

Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan merusak bangunan di sejumlah wilayah.

2 Februari 2023

BNPB mencatat gempa Cianjur menyebabkan 602 orang meninggal, lima orang masih dicari, dan 114.683 orang mengungsi.

6 Maret 2023

Tanah longsor melanda Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, menyebabkan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi.

3 Desember 2023

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, meletus. Sebanyak 23 orang meninggal, terutama pendaki yang terjebak di sekitar puncak.

11 Mei 2024

Banjir bandang lahar dingin menerjang Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatra Barat. Bencana ini menyebabkan 61 orang meninggal, 14 hilang, dan 4.157 warga mengungsi.

akhir tahun 2025

Hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

14 Desember 2025

BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi mencapai 1.016 orang, dengan 212 orang masih hilang.

15 Agustus 2026

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Data sementara BNPB mencatat lebih dari 40 orang meninggal dan ratusan rumah rusak.

13 Oktober 2026

KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB dan menetapkan lima tersangka, termasuk Bima Setiawan, adik Suharyanto. Kasus ini terkait dugaan konflik kepentingan penggunaan dana penanganan bencana.

21 Oktober 2026

Pemutakhiran BNPB mencatat gempa Flores merusak 5.964 rumah berat, 15.346 rumah sedang, dan 30.423 rumah ringan.

Periode Agustus–Oktober 2026

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah. BNPB menetapkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sebagai wilayah prioritas penanganan.

22 Oktober 2026

BNPB mencatat sekitar 22.595,70 hektare lahan masih dalam penanganan akibat karhutla.

kini

Nama Suharyanto kembali menjadi sorotan setelah OTT KPK di lingkungan BNPB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah bencana besar, termasuk erupsi, gempa, longsor, banjir bandang, dan kebakaran hutan, terjadi di Indonesia selama Suharyanto memimpin BNPB sejak 2021.
  • Who?
    Suharyanto memimpin BNPB; warga terdampak menjadi korban dan pengungsi. KPK menetapkan lima tersangka dalam OTT di BNPB pada 2026, termasuk Bima Setiawan, adik Suharyanto.
  • Where?
    Bencana terjadi antara lain di Lumajang, Cianjur, Natuna, Agam, Tanah Datar, Sumatra Utara, Aceh, Flores, serta wilayah Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan.
  • When?
    Suharyanto dilantik pada 17 November 2021. Rangkaian bencana berlangsung dari Desember 2021 hingga Oktober 2026; OTT KPK berlangsung pada 13 Oktober 2026.
  • Why?
    Bencana dipicu aktivitas vulkanik, gempa bumi, hujan berintensitas tinggi, aliran material lahar dingin, serta kebakaran hutan dan lahan. Dugaan perkara OTT terkait konflik kepentingan penggunaan dana penanganan bencana.
  • How?
    BNPB mengoordinasikan penanganan bencana, termasuk pendataan korban, pengungsian, dan kerusakan. Pada karhutla 2026, BNPB menetapkan Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan sebagai wilayah prioritas penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Suharyanto memimpin BNPB sejak 2021 saat banyak bencana datang. Ada gunung meletus, gempa, banjir, longsor, dan hutan terbakar. Banyak orang meninggal, rumah rusak, dan warga mengungsi. Sekarang KPK menangkap beberapa orang di BNPB. Adik Pak Suharyanto juga jadi tersangka soal uang untuk bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah rangkaian bencana yang luas dan beragam, BNPB tetap menjalankan peran koordinatif dengan mendokumentasikan dampak, memperbarui data korban serta kerusakan, dan menetapkan wilayah prioritas penanganan karhutla. Ketersediaan informasi tersebut menunjukkan adanya upaya kelembagaan untuk memetakan kebutuhan respons pada berbagai situasi darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Joko "Jokowi" Widodo melantik Letjen TNI Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 17 November 2021. Sejak itu, Suharyanto memimpin lembaga yang bertugas mengoordinasikan penanggulangan bencana di Indonesia.

Selama masa kepemimpinannya, Indonesia menghadapi berbagai bencana besar mulai dari erupsi gunung api, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang dan kebakaran hutan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian material dalam jumlah besar.

Kini, nama Suharyanto kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026, dan menetapkan lima orang sebagai tersangka, termasuk Bima Setiawan yang merupakan adik Suharyanto.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dalam penggunaan dana penanganan bencana. Berikut daftar bencana besar yang terjadi di Indonesia pada periode 2021 hingga 2026!

1. Erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur (2021)

gambar Gunung Bromo dengan latar belakang Gunung Semeru yang sedang aktif (unsplash.com/Alessio Roversi)

Indonesia menghadapi erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 4 Desember 2021.

Material vulkaniknya mencapai permukiman warga dan menyebabkan kerusakan bangunan serta menimbulkan korban jiwa.

Jumlah warga mengungsi ada 10.395 jiwa dan berdasarkan data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat per 21 Desember 2021, tercatat korban meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa.

2. Gempa bumi Cianjur, Jawa Barat (2022)

Plan Indonesia beri dukungan psikososial untuk anak terdapak gempa Cianjur, Jawa Barat (dok. Yayasan Plan International Indonesia)

Pada 21 November 2022, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah tersebut.

Berdasarkan data BNPB per 2 Februari 2023, jumlah korban meninggal dunia mencapai 602 orang, 5 orang dalam pencarian, dan 114.683 orang mengungsi. Sementara itu, total rumah rusak mencapai 67.504 unit.

3. Tanah longsor Serasan, Natuna (2023)

Ilustrasi Longsor. (IDN Times/Anjani Asra)

Bencana besar terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada 6 Maret 2023, yakni tanah longsor yang menyebabkan puluhan warga meninggal dunia dan ribuan warga harus meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Berdasarkan data BNPB, tanah longsor di Natuna mengakibatkan 47 orang meninggal dunia atau hilang. Sementara itu, sebanyak 2.240 warga mengungsi.

4. Erupsi Gunung Marapi, Sumatra Barat (2023)

Letusan Gunung Marapi (Foto: Syafrial for IDN Times)

Erupsi Gunung Marapi di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, terjadi pada 3 Desember 2023 sekitar pukul 14.54 WIB.

Gunung ini mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.000 meter dari puncak kawah.

Erupsi tersebut mengakibatkan korban jiwa, terutama dari kalangan pendaki yang terjebak di sekitar puncak gunung. Berdasarkan catatan BNPB, sebanyak 23 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

5. Banjir bandang lahar dingin Sumatra Barat (2024)

Dampak banjir lahar dingin di Desa Jugosari. (Dok. BPBD Kabupaten Lumajang)

Pada 11 Mei 2024, banjir bandang lahar dingin menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Bencana tersebut membawa material vulkanik dari kawasan Gunung Marapi. Material berupa pasir, batu, dan lumpur mengalir mengikuti aliran sungai hingga menerjang permukiman warga.

Berdasarkan catatan BNPB, bencana tersebut berdampak pada 11 kecamatan. Sebanyak 61 orang meninggal dunia, 14 orang dinyatakan hilang, dan 4.157 orang mengungsi.

6. Banjir dan longsor Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat (2025)

Pada akhir tahun 2025, bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak luas terhadap permukiman warga.

Bencana tersebut menyebabkan akses jalan terputus, rumah warga rusak, serta sejumlah wilayah terisolasi.

Pada 18 Februari 2026, data dashboard BNPB menyebutkan, korban meninggal telah mencapai 1.207 jiwa. Angka itu terus bertambah lantaran masih ada 138 jiwa yang dilaporkan hilang.

7. Gempa Bumi M 7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (2026)

Tabel gempa susulan gempa Flores hingga 8 September 2026. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa terjadi sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan data sementara BNPB pada 15 Agustus 2026, lebih dari 40 orang meninggal dunia, dan ratusan rumah mengalami kerusakan. Data pemutakhiran BNPB pada 21 Oktober 2026 mencatat total 5.964 rumah rusak berat, 15.346 rusak sedang, dan 30.423 rusak ringan.

8. Kebakaran hutan dan lahan terluas di Tanah Air (2026)

Periode Agustus–Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Indonesia. BNPB menetapkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sebagai wilayah prioritas penanganan karena kebakaran meluas, termasuk di kawasan lahan gambut.

Berdasarkan data BNPB per 22 Oktober 2026, total luas lahan yang masih dalam penanganan sekitar 22.595,70 hektare (ha), meliputi 21.404 ha di enam provinsi prioritas dan 1.191,70 ha di luar enam provinsi prioritas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article