Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kala Legislator Ajak Pelajar Temui Menteri PPPA Bahas Gerakan Antiperundungan

5 min read
Kala Legislator Ajak Pelajar Temui Menteri PPPA Bahas Gerakan Antiperundungan
Anggota Komisi II DPR RI sekaligus inisiator Alliance for Defending Kids (ADK) Movement, Ahmad Doli Kurnia bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengajak pelajar untuk bertemu langsung dengan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Pelajar dan mahasiswa bersama legislator bertemu Menteri PPPA untuk membahas penguatan gerakan antiperundungan dan perlindungan anak.

  • Upaya melawan kekerasan terhadap anak dinilai membutuhkan kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan lintas kementerian.

  • Pemerintah akan melakukan pemetaan, memperkuat Ruang Bersama Indonesia, serta mengevaluasi langkah bersama agar gerakan tidak berhenti sebagai wacana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ruang pertemuan di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Jakarta terasa berbeda, Senin (2/11/2026) siang. Sejumlah pelajar dan mahasiswa datang keresahan tentang bagaimana membuat anak-anak Indonesia merasa aman dari kekerasan dan perundungan.

Mereka tergabung dalam Maju Bersama OSIS dan GenRe (Generasi Berencana). Salah satu kelompok yang selama ini ikut menaruh perhatian pada isu kekerasan terhadap anak.

Mereka datang ke tempat itu diajak Anggota Komisi II DPR RI sekaligus inisiator Alliance for Defending Kids (ADK) Movement, Ahmad Doli Kurnia dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, untuk bertemu langsung dengan Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas upaya memperkuat gerakan antiperundungan dan perlindungan anak. Arifah pun menyambut para pelajar dengan ramah. Satu per satu disapanya, sembari menanyakan asal sekolah mereka.

Dari pertemuan itu, muncul satu pesan yang terasa sederhana, tetapi penting, "melindungi anak bukan pekerjaan satu pihak." Ada keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat yang harus berjalan bersama.

  1. 1. Dari ruang sekolah, keresahan anak dibawa ke meja pemerintah

    Kala Legislator Ajak Pelajar Temui Menteri PPPA Bahas Gerakan Antiperundungan
    Anggota Komisi II DPR RI sekaligus inisiator Alliance for Defending Kids (ADK) Movement, Ahmad Doli Kurnia bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengajak pelajar untuk bertemu langsung dengan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Bagi Ahmad Doli, pertemuan dengan Menteri PPPA merupakan kelanjutan dari audiensi sebelumnya bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Dia datang bersama Atalia dan para pelajar serta mahasiswa yang tergabung dalam Maju Bersama OSIS dan GenRe itu bukan tanpa alasan. Mereka memiliki perhatian terhadap persoalan kekerasan yang menimpa anak-anak.

    "Ini tetap berkaitan dengan soal bagaimana kita menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan," kata Doli.

    Menurut dia, kekerasan terhadap anak belakangan semakin sering terdengar. Bentuknya pun beragam, mulai dari perundungan hingga kekerasan yang menyebabkan anak mengalami luka fisik dan mental, bahkan kehilangan nyawa.

    Karena itu, Doli menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan. Indonesia, menurutnya, harus menjadi negara yang ramah dan nyaman bagi anak-anak.

    "Wajah Indonesia itu terdampak dari wajah anak-anak Indonesia saat ini," ujar dia.

    Dia mengingatkan, ketika anak-anak dibiarkan mengalami trauma atau mengalami kecacatan fisik dan mental akibat kekerasan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban dan keluarga. Masa depan bangsa juga ikut dipertaruhkan.

    "Kalau anak-anak Indonesia ini kita biarkan mengalami trauma, kemudian terciderai cacat fisik maupun mentalnya, maka itu akan mengancam bangsa kita ke depan," kata Doli.

  2. 2. Perundungan tak bisa dilawan sendirian

    Kala Legislator Ajak Pelajar Temui Menteri PPPA Bahas Gerakan Antiperundungan
    Anggota Komisi II DPR RI sekaligus inisiator Alliance for Defending Kids (ADK) Movement, Ahmad Doli Kurnia bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengajak pelajar untuk bertemu langsung dengan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Pemerintah sebenarnya telah memiliki berbagai program untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Namun, Doli melihat upaya tersebut tidak akan cukup jika hanya dilakukan oleh satu lembaga. Ia bersama sejumlah pihak juga telah membentuk gerakan antiperundungan dan kekerasan melalui ADK Movement. Gerakan itu pun tidak ingin berjalan sendiri.

    "Ini harus ada kolaborasi, harus ada sinergi semua stakeholder, baik ada di pemerintah maupun di masyarakat, semua tingkatan," ujar dia.

    Menurut Doli, kampanye melawan kekerasan terhadap anak harus diperluas menjadi gerakan bersama. Kesadaran itu perlu dibangun mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah di berbagai tingkatan.

    Dia bahkan menyebut sejumlah komisi di DPR yang dinilai berkaitan dengan isu tersebut, yakni Komisi I, Komisi II, Komisi III, Komisi VIII, Komisi IX, dan Komisi X.

    Di tingkat pemerintah, keterlibatan lintas kementerian juga dinilai penting. Mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Kementerian Agama.

    Semangatnya bukan hanya mencegah kekerasan, tetapi juga membangun anak yang memiliki ketahanan moral dan mental.

    "Kita harus mendorong anak-anak kita ini supaya ke depan bukan hanya cerdas otaknya. Tetapi juga cerdas moral dan mentalnya, punya akhlak yang baik, budi pekerti yang baik," ujar Doli.

  3. 3. Menteri PPPA: Jangan hanya jadi 'pemadam kebakaran'

    Kala Legislator Ajak Pelajar Temui Menteri PPPA Bahas Gerakan Antiperundungan
    Anggota Komisi II DPR RI sekaligus inisiator Alliance for Defending Kids (ADK) Movement, Ahmad Doli Kurnia bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengajak pelajar untuk bertemu langsung dengan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurut dia, kehadiran Doli, Atalia, serta para pelajar dan mahasiswa menunjukkan adanya kepedulian bersama untuk menjaga anak-anak Indonesia. Sebab, anak-anak hari ini merupakan calon pemimpin Indonesia di masa depan.

    "Kalau saat ini mereka sudah tidak aman, tidak nyaman, dan mengalami kekerasan, bagaimana mereka akan membangun Indonesia di masa yang akan datang," kata Arifah.

    Namun, menurut Arifah, penyelesaian persoalan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya dengan menangani kasus demi kasus. Pemerintah juga harus bergerak dari hulu dengan memperkuat keluarga.

    "Kami, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran," ujar dia.

    Arifah menilai, keluarga merupakan fondasi paling awal untuk membentengi anak. Benteng tersebut bukan sekadar aturan atau perlindungan fisik, melainkan nilai yang tertanam dalam diri anak.

    "Kita bentengi anak-anak kita bukan dengan peraturan atau benteng pagar besi yang tinggi, tetapi benteng yang kita tanamkan pada anak-anak kita adalah benteng yang tertanam dalam hati, yaitu nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti," kata dia.

    Karena itu, pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi. Arifah mengatakan, pemerintah bersama Doli, Atalia, dan berbagai pihak akan melakukan pemetaan untuk menentukan langkah bersama.

    Salah satunya melalui penguatan Ruang Bersama Indonesia yang menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, terutama masyarakat di tingkat desa.

    "Kalau desanya kuat, saya yakin Indonesia akan menjadi kuat. Maka ke depan, kita akan gerak bersama," kata Arifah.

    Kolaborasi itu juga akan diikuti pertemuan secara intens untuk melihat sejauh mana langkah yang telah dilakukan berjalan. Evaluasi pun akan dilakukan agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai wacana.

    Bagi Arifah, kehadiran para legislator dan anak-anak dalam pertemuan itu memberikan energi baru bagi Kementerian PPPA.

    "Saya jadi gak merasa sendiri, karena ada teman yang menguatkan, yang menyuntikkan vitamin untuk kita bergerak bersama," ujar Arifah.

    Semangat itu akan terus dibawa ke momentum Hari Anak Internasional pada 20 November mendatang. Doli mengatakan, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran yang lebih luas bahwa persoalan kekerasan terhadap anak sudah menjadi panggilan bagi semua pihak untuk bergerak.

    Sebab, ketika anak-anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi, masa depan Indonesia pun sedang dijaga sejak hari ini.

Related Articles

See More