Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Perairan Terancam Gelombang Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa-NTT
Ilustrasi gelombang ekstrem (pixabay.com/Myriams-Fotos)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 6 meter di sejumlah perairan Indonesia selatan, pada 5–8 Maret 2026 akibat aktivitas beberapa bibit siklon tropis.

  • Wilayah terdampak meliputi Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT dengan kategori gelombang sangat tinggi, serta area lain seperti Laut Arafuru dan Samudra Pasifik utara Papua.

  • BMKG menegaskan risiko besar bagi pelayaran; nelayan hingga kapal besar diminta waspada terhadap kecepatan angin mencapai 40 knot dan kondisi laut yang berbahaya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang melanda berbagai wilayah perairan Indonesia pada 5 hingga 8 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, di mana kecepatan angin terpantau mencapai 40 knot.

Kondisi ini dipicu adanya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Bibit Siklon Tropis 93S di perairan Australia Barat, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria.

Berikut daftar wilayah perairan terdampak berdasarkan data BMKG, dan rincian potensi kisaran tinggi gelombang:

  • Gelombang Sangat Tinggi (4.0-6.0 meter): Berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTT.

  • Gelombang Tinggi (2,5-4,0 meter): Berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, DIY, dan Jawa Tengah, serta Laut Arafuru dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

  • Gelombang Sedang (1,25-2,5 meter): Berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Selat Makassar, hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat.

BMKG juga menekankan adanya risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran bagi berbagai jenis transportasi laut. Berikut jenis transportasi laut dan potensi kecepatan angin yang membahayakan:

  1. Perahu Nelayan: Waspada jika kecepatan angin >15 knot dan gelombang >1.25 m.

  2. Kapal Tongkang: Waspada jika kecepatan angin >16 knot dan gelombang >1.5 m.

  3. Kapal Ferry: Waspada jika kecepatan angin >21 knot dan gelombang >2.5 m.

  4. Kapal Besar (Kargo/Pesiar): Waspada jika kecepatan angin >27 knot dan gelombang >4.0 m.

BMKG mengimbau bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area tersebut, agar selalu waspada terhadap potensi bahaya ini.

Editorial Team