- Gelombang Sangat Tinggi (4.0-6.0 meter): Berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan NTB.
- Gelombang Tinggi (2.5-4.0 meter): Berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, selatan Jawa Barat dan Banten, Laut Arafuru, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
- Gelombang Sedang (1.25-2.5 meter): Berpeluang terjadi di Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Sulawesi bagian timur.
Waspada! Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Ancam Selatan Jawa dan NTB

- BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 6 meter di selatan Jawa dan NTB pada periode 4–7 Maret 2026.
- Kecepatan angin mencapai 40 knot di Samudra Hindia selatan memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
- Masyarakat pesisir dan pelaut diminta waspada, terutama pengguna kapal kecil, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang sangat tinggi yang diperkirakan terjadi pada 4-7 Maret 2026. Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan, diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap risiko keselamatan pelayaran.
Berdasarkan pola angin saat ini, menurut BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 40 knot di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini memicu peningkatan tinggi gelombang di berbagai wilayah perairan Indonesia.
Berikut tiga potensi tinggi gelombang dengan wilayah perairannya, melalui keterangan pers, Rabu (4/3/2026):
Selain itu, BMKG mengingatkan kondisi ini sangat berisiko bagi berbagai jenis transportasi laut. Nelayan yang menggunakan perahu kecil diimbau waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot, sementara kapal besar seperti kapal kargo atau pesiar harus waspada terhadap gelombang di atas 4 meter.
"Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang garis pantai wilayah terdampak diharapkan tetap waspada dan terus memantau informasi resmi melalui kanal media sosial @InfoBMKG," tulis BMKG.


















