Jakarta, IDN Times - Partai Demokrat mempersilakan mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan kritik terhadap program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Namun, kritik yang disampaikan sebaiknya disuarakan dengan cara yang beradab. Tetapi, sebelum turun ke jalan, aspirasi juga bisa disampaikan lewat DPR atau dengan beraudiensi ke kementerian terkait.
"Ya, demo juga boleh. Silakan. Tapi, Demokrat juga pernah menyampaikan beberapa waktu lalu. Kita ini kan bangsa yang istilahnya beradab, ya kan? Sampaikan lah dengan cara-cara yang baik," ujar Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, ketika dihubungi pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.
Ia pun mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia yang turun ke Bunderan Hotel Indonesia pada Jumat, 12 Juni 2026. Sebelum turun ke jalan pun, BEM UI sudah membuat pernyataan di akun media sosialnya. Herzaky menilai pernyataan yang disampaikan sudah pas.
"Demonstrasi kemarin kan keras sekali. Saya sebagai alumni UI, misalnya membaca statement di medsos keras sekali. Cukup lah gitu. Tajam mengkritik pemerintah. Kata-katanya tidak kasar, tidak menyerang secara personal dan tidak ada caci maki," tutur dia.
Ia juga menggarisbawahi terbuka terhadap masukan mahasiswa. Sebab dulu, Herzaky mengaku juga merupakan aktivis kampus. Namun, ia mengingatkan agar pernyataan yang disampaikan dipikirkan lebih dulu sebab begitu beredar luas di media sosial maka condong cepat viral di ruang publik.
