Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dipanggil Prabowo, Dudung Bicara soal Isu AS Bebas Lintasi Wilayah RI
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Presiden Prabowo memanggil Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman ke Istana untuk membahas isu pesawat militer AS yang disebut bebas melintasi wilayah Indonesia.
  • Dudung menegaskan bahwa hukum internasional melarang pesawat militer asing melintas tanpa izin, dan ia akan berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo terkait hal tersebut.
  • Dalam pertemuan itu, Dudung juga akan memberikan masukan soal pertahanan dan geopolitik nasional maupun internasional sesuai permintaan Presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Saat baru tiba, Dudung ditanya sejumlah jurnalis terkait isu pesawat militer Amerika Serikat (AS) bebas melintasi wilayah Indonesia.

Menurutnya, hukum internasional melarang pesawat militer bebas melintas tanpa izin di suatu negara.

"Itu sudah hukum internasional, ya, tidak boleh lah, ya," ujar Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4/2026).

1. Dudung mengaku akan bertanya kepada Prabowo

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. (IDN Times/Trio Hamdani)

Meski demikian, Dudung mengaku akan berdiskusi lebih lanjut dengan Presiden Prabowo terkait hal tersebut. Menurutnya, Presiden Prabowo lebih paham.

"Ya beliau (Prabowo), saya rasa lebih paham tentang itu. Nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu," kata dia.

2. Pertemuan akan membahas terkait isu pertahanan

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengaku akan membahas mengenai isu terkait pertahan lainnya. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci apa saja yang akan dibahas.

"Saya belum tahu, saya kan penasihat presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ucap dia.

3. Bahas geopolitik

Jenderal Dudung Abdurachman ketika masih menjabat sebagai KSAD saat menerima kunjungan KSAD Australia, Letjen Simon Stuart. (Dokumentasi Dispenad)

Selain itu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga mengatakan, pertemuan dengan Presiden Prabowo akan mengenai isu geopolitik.

"(Geopolitik) Nasional dan internasional," imbuhnya.

Editorial Team