Jakarta, IDN Times - Sosok Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, sedang menjadi sorotan seiring dengan merebaknya aksi unjuk rasa mahasiswa yang mengkritisi kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Budiman ikut disorot karena ia dianggap telah mengkhianati perjuangan reformasi.
Ia dulu merupakan aktivis dan pernah dijebloskan ke penjara oleh rezim Orde Baru. Kini turut bergabung menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo yang bernuansa Orde Baru.
Maka, publik pun juga mulai menyoroti laporan kepemilikan harta Budiman. Berdasarkan laporan Budiman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta pada 2025 mencapai Rp7.326.202.873 (Rp7,3 miliar). Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan harta yang dilaporkan pada 2024 yang mencapai Rp6.431.426.000 (Rp6,4 miliar). Dalam setahun, harta Budiman mengalami kenaikan Rp894,7 juta.
Budiman pun tergolong rutin melaporkan harta kekayaan ke komisi antirasuah sejak 2014 lalu. Ketika itu ia masih menjadi anggota DPR dan melaporkan memiliki harta Rp22.400.000.
