Jakarta, IDN Times - Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk membahas persiapan pelaksanaan haji 2026, di tengah eskalasi di kawasan Timur Tengah yang memburuk akibat perang Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Adapun, rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar.
Ansory menyatakan, Komisi VIII DPR RI memandang perlu untuk mendengarkan penjelasan pemerintah terkait langkah kontijensi yang akan diambil terkait pelaksanaan haji, menyusul ketegangan di kawasan teluk.
"Apakah Menteri Haji dan Umrah RI juga telah mempersiapkan skema pembatalan pemberangkatan haji untuk tahun 2026 ini? Di titik apa keputusan tersebut akan diambil serta bagaimana Menteri Haji dan Umrah RI akan bernegosiasi terkait berbagai kontrak layanan yang telah ditandatangani, bahkan yang telah dibayarkan?" kata Ansory dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia mengatakan, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat tidak menentu dan kondisi perang terbuka yang melibatkan beberapa negara seperti saat ini tentu akan berdampak serius terhadap keamanan regional dalam kurun waktu yang tidak sebentar.
Komisi VIII DPR juga meminta penjelasan pemerintah terhadap upaya mitigasi yang akan dilakukan setelah jemaah haji berangkat ke Arab Saudi, tapi perang di kawasan teluk semakin memanas.
"Kalau seandainya sudah berangkat jemaah, terus terjadi keadaan darurat, apa yang perlu kita antisipasi nanti kalau seandainya terjadi keadaan daruratnya setelah jemaah di Arab Saudi. Itu semuanya hal-hal mungkin rute-rute pesawatnya semuanya nanti perlu kita rundingkan bersama," kata dia.
Diketahui, serangan pesawat tak berawak dilancarkan Iran ke sejumlah negara Teluk, serta lokasi-lokasi tertentu di beberapa negara regional yang menjadi tempat pangkalan AS, terutama Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Sejauh ini, serangan Iran telah menghantam Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sementara di Iran, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, setidaknya 201 orang tewas dan 747 luka-luka akibat serangan AS-Israel sejak Sabtu lalu.
