Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPR Soroti Potensi Learning Loss Jika Pembelajaran Daring Diterapkan
Sejumlah siswa-siswi mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyoroti wacana pembelajaran daring karena dinilai berpotensi menimbulkan learning loss dan penurunan kemampuan kognitif siswa.
  • Esti juga menekankan dampak psikologis serta kesehatan fisik anak akibat sistem pembelajaran jarak jauh yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan kegiatan belajar tetap dilakukan secara luring meski ada kebijakan efisiensi energi dan wacana WFH bagi ASN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyoroti wacana kegiatan belajar-mengajar siswa yang akan kembali dilakukan secara daring atau dalam jaringan (online).

Esti menyebut, pembelajaran secara daring pernah dilakukan saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Namun, belajar dari pengalaman saat pandemi tersebut, pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Oleh sebab itu, ia berpendapat wacana kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Kamis (26/3/2026).

1. Learning loss, fenomena yang memunculkan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya

Sejumlah siswa-siswi mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Sejumlah problem tersebut termasuk tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.

"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," kata legislator yang membidangi urusan pendidikan itu.

Salah satu dampak pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 menurutnya adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya.

Esti menilai, kemampuan kognitif pelajar semakin menurun pasca kebijakan pembelajaran daring. Hal itu terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

2. Dampak psikologis dan kesehatan fisik anaksdkola

Aktivitas siswa mengerjakan animasi di SMK Raden Umar Said (RUS) di Kudus. (IDN Times/Dhana Kencana)

Selain ketertinggalan dalam bidang akademis seperti learning loss yang dialami para siswa, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis dan kesehatan fisik anak.

Esti menegaskan pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan.

"Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," imbuh Esti.

3. Mendikdasmen pastikan tak ada pembelajaran daring buat siswa sekolah

Antusias para siswa SDN Bekasi Jaya I, Bekasi Timur ikuti program UOB My Digital Spaced (IDN Times/Anastasia Desire)

Sementara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan tak ada pembelajaran daring atau jarak jauh akibat kebijakan penghematan energi.

Wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang sempat menjadi simpang siur akibat adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi merespons penghematan energi yang muncul imbas perang di Timur Tengah. Meski begitu, Mu'ti menegaskan jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring.

"Sekolah masuk sebagaimana biasa. Tidak ada pembelajaran daring," kata Mu'ti kepada IDN Times, Rabu (25/3/2026).

Dia mengatakan, wacana WFH akan diumumkan oleh Kementerian PANRB (Menpan RB). Nantinya kementerian itu bakal menerbitkan regulasi, menetapkan pedoman sistem kerjanya lewat edaran.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, sempat mengatakan metode PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Apabila terdapat pembelajaran praktikum, pemerintah mengarahkan agar pembelajaran tetap bersifat tatap muka.

Menurut Pratikno, skenario ini sedang dikaji oleh pemerintah untuk diterapkan menyusul adanya langkah efisiensi di tengah ancaman krisis global. Pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah isu strategis yang memerlukan pembahasan lanjutan, antara lain penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembiayaan akses internet siswa. Kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026.

"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal," kata Pratikno.

Editorial Team