Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Soal Karhutla, Dudung: RI Berupaya Maksimal

Dudung membenarkan PM Malaysia menelepon Presiden Prabowo terkait kabut asap akibat karhutla yang berdampak ke Malaysia.
Indonesia menerima bantuan cairan dari Brazil dan mengujinya di Sumatra Selatan serta Kalimantan untuk mempercepat pemadaman.
Pemerintah mengerahkan lebih dari 60 ribu personel, sekitar 48 helikopter, dan pesawat untuk menangani karhutla.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman turut membenarkan Perdana Menteri Malaysia menelepon Presiden Prabowo Subianto mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga berdampak kepada negeri jiran.
Dudung menyebut, pemerintah Indonesia telah berupaya maksimal untuk menanggulangi karhutla baik di Kalimantan maupun yang terjadi di daerah lain.
"Informasinya demikian. Tapi kita masih maksimal lah berupaya," kata Dudung di Kompleks Istana, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
1. RI dapat bantuan cairan untuk padamkan karhutla dari Brazil

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman usai resmi melepas Djamari Chaniago dari kantor Kemenko Polkaam. (IDN Times/Santi Dewi) Dudung mengatakan, pemerintah Indonesia telah mendapatkan bantuan dari Brazil untuk menanggulangi karhutla. Ia menyebut, pemerintah Brazil menyalurkan bantuan untuk mempercepat proses pemadaman karhutla dengan sebuah cairan yang dapat mematikan api.
Menurutnya, penggunaan cairan tersebut telah diujicobakan di Sumatra Selatan dan Kalimantan. Adapun, cairan itu disebar melalui udara. Namun, petugas di lapangan juga berupaya memaksimalkan pemadaman dengan cairan tersebut via darat.
"Jadi kalau misalnya semprotkan, itu akan mengendap, kemudian bisa mematikan. Ini sudah kita uji coba di Sumatra Selatan, di Kalimantan. Mudah-mudahan ini kita akan terus berlanjut dan segeralah bisa dipadamkan," kata dia.
"Jadi nanti melalui heli tetep. Termasuk manual juga melalui anggota nanti yang akan nanti dilibatkan," imbuhnya.
2. Anwar Ibrahim sebut kabut karhutla sudah mengkhawatirkan

Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. (Instagram/anwaribrahim_my) Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan secara pribadi telah menelepon Presiden Indonesia Prabowo Subianto terkait krisis kabut asap di wilayah Indonesia yang tak kunjung terselesaikan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini telah berdampak pada Malaysia dan kawasan sekitarnya. Anwar mengatakan bahwa kementerian terkait juga sedang berkomunikasi dengan mitra mereka di kawasan untuk mengatasi masalah kabut asap.
"Masalah kabut asap ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan saya telah secara pribadi menghubungi Presiden Prabowo, dan dia setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujar Anwar seperti dikutip dari laman Malaymail pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dia mengatakan pemerintah prihatin dengan dampak kesehatan terhadap warga Malaysia dan oleh karena itu telah meningkatkan frekuensi penyemaian awan sebagai upaya untuk meredakan situasi, meskipun hasil terkini belum memuaskan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan Departemen Lingkungan Hidup (DOE) yang menyebutkan bahwa 38 wilayah di Malaysia mencatat angka Indeks Polusi Udara (API) pada tingkat tidak sehat per pukul 15.00 pada Kamis.
3. Menlu akui PM Malaysia telepon Prabowo soal karhutla

Menlu Arrmanatha Nasir menyambut Menko PMK Sugiono di kantor Kemlu RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata membenarkan adanya pembicaraan telepon antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dengan Presiden Prabowo Subianto pada pekan ini terkait insiden kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah sudah menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk memadamkan api yang melalap hutan dan lahan.
"Misalnya kita sudah menerjunkan lebih dari 60 ribu personel, lalu ada sekitar 48 helikopter serta pesawat yang diterjunkan untuk melakukan water bombing," ungkap Arrmanatha di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Tata, cuaca saat ini juga menjadi tantangan karena udara yang tidak dalam kadaan yang baik. Fenomena Super El Nino bahkan diprediksi akan berlangsung hingga Desember mendatang. "Maka, harapan kami, ini semua bisa segera reda karena diperkirakan cuaca akan membaik karena ada hujan," tutur dia.
























