Jakarta, IDN Times – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, mengungkapkan Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Berdasarkan data kependudukan terbaru, sebanyak 69,3 persen dari total 290,1 juta penduduk Indonesia merupakan penduduk usia produktif. Jika dikonversikan maka jumlah penduduk usia produktif mencapai sekitar 201 juta jiwa.
Menurut Teguh, komposisi tersebut menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja.
"Alhamdulillah dari 290,1 juta jiwa, penduduk Indonesia 69,3 persen adalah usia produktif. Ada sekitar 201 juta atau 201.060.449 jiwa. Kenapa itu penting? Karena usia produktif menunjukkan rasio ketergantungan relatif rendah sehingga menjadi peluang percepatan pertumbuhan ekonomi. Inilah yang disebut bonus demografi," kata Teguh dalam acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, penduduk usia produktif merupakan mereka yang berada pada rentang usia 15 hingga 64 tahun. Teguh berharap momentum bonus demografi dapat menjadi salah satu pendorong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
"Bonus demografi akan membawa berkah apabila kita mampu mengimbanginya dengan pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan yang memadai. Mudah-mudahan dengan bonus demografi ini bisa mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," ujarnya.
