Comscore Tracker

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019

Baca informasi dan peristiwa Haji 2019 selengkapnya di sini

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama mengabarkan jemaah haji kloter pertama dari Embarkasi Surabaya (SUB 1) tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah pada Sabtu (6/7). Kloter yang berisikan 449 orang jemaah haji asal Magetan ini tiba sekitar pukul 09.00 waktu setempat, atau lebih awal dari jadwal semestinya yakni pukul 10.00 waktu Madinah.

Kedatangan jemaah haji perdana asal Indonesia itu disambut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat, dan PPIH Arab Saudi lainnya.

"Jangan sungkan untuk meminta bantuan karena kami adalah pelayanan panjenengan. Melayani jamaah haji adalah kehormatan untuk kami," katanya dalam keterangan tertulis Kemenag.

Menurut pantauan tim Media Center Haji (MCH), proses kedatangan jemaah haji berlangsung cukup cepat karena jemaah tidak perlu menunggu koper bagasi. Usai upacara penyambutan, mereka langsung diarahkan ke paviliun untuk menunggu bus yang akan mengantarkan jemaah ke hotel. 

Seperti apa perjalanan Haji 2019? IDN Times merangkum data dan faktanya melalui linimasa berikut ini. 

Selasa 23 Juli: Dua jemaah haji Indonesia terluka akibat berebut ingin cium hajar aswad

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Kepala Daerah Kerja Mekkah Subhan Cholid memperoleh laporan terdapat beberapa jemaah haji yang terluka ketika berusaha mencium hajar aswad. 

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri agar dapat mencium hajar aswad. Saat melaksanakan ibadah, perhatikan juga keamanan diri. Ukur kemampuan fisik, jangan sampai karena ingin mengejar sunnahnya, malah menjadi mudarat,” ujar Subhan Cholid, di Mekkah, seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

Subhan menyampaikan, berdasarkan laporan Sektor Khusus Masjidil Haram, Selasa pagi ini ada dua jemaah haji yang terluka akibat berusaha mencium hajar aswad. “Berdasarkan laporan yang saya terima, ada dua jemaah yang terluka hari ini akibat memaksakan diri ingin mencium hajar aswad,” ujarnya. 

Keduanya diketahui berjenis kelamin pria, masing-masing berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ)  dan embarkasi Solo (SOC). Kedua pria berusia 60 dan 71 tahun tersebut ditemukan terluka dan sesak napas akibat terinjak jemaah-jemaah lain saat mencoba mencium hajar aswad usai melaksanakan tawaf. 

“Alhamdulillah keduanya telah memperoleh pengobatan dari tim P3JH yang berada di lapangan, dan telah kembali ke penginapan masing-masing. Tapi kami berharap, hal seperti ini tidak terulang atau dialami jemaah lainnya,” ucapnya.

Senin 22 Juli: 11 orang jemaah haji Indonesia wafat di tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Jumlah jemaah yang wafat hingga hari ke-16 masa operasional haji, bertambah menjadi 11 orang. Berikut rinciannya:

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di RSAS Madinah;
2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di pesawat menuju Madinah;
3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, meninggal pada 9 Juli 2019, di RSAS Madinah;
4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, meninggal pada 11 Juli 2019, di RSAS Madinah;
5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, meninggal pada 12 Juli 2019, di pesawat menuju bandara Madinah;
6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, meninggal pada 15 Juli 2019, di RSAS Madinah;
7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 01), usia 53 tahun, meninggal pada 17 Juli 2019, di RSAS Madinah;
8. Rabiun Daliman Arsyad (LOP 6), usia 54 tahun, meninggal 18 Juli 2019, di pemondokan Madinah;
9. Supardjo Rata Ilyas (JKS 41), usia 76 tahun, meninggal 20 Juli 2019, di pesawat dalam perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah;
10. Ahmad Dimyati Ruhbi (JKS 18), usia 56  tahun, meninggal 21 Juli 2019 di RSAS Mekkah,  dan
11. Sapan Tumanga Loga (UPG 4), usia 69 tahun, meninggal 21 Juli 2019, di pemondokan Mekkah.

Senin 22 Juli: Lebih 52 Ribu jemaah calon haji Indonesia tiba di Mekkah

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Sebanyak 127 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Mekkah. Rilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag menyebutkan, sebanyak 52.065 jemaah disertai petugas telah berada di Kota Kelahiran Nabi tersebut.

“Ini sesuai data Siskohat tanggal 21 Juli 2019, pukul 19.00 WAS,” jelas Kasie Data dan Informasi Daker Makkah Nurhanudin, Minggu (21/7), seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Nurhan menyampaikan, jemaah yang tiba di Mekkah merupakan gabungan gelombang pertama dan kedua pemberangkatan haji. “Total jemaah gelombang dua yang tiba berjumlah 40.695 orang. Sementara untuk gelombang kedua sebanyak 11.370 orang,” jelas Nurhan.

Kamis 18 Juli: Pesawat Garuda berisi jemaah haji tujuan Madinah putar balik karena kebocoran hidrolik

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah calon haji putar balik ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar dikarenakan masalah teknis. Pesawat dengan nomor penerbangan GA 1114 itu mengalami kebocoran hidrolik.

“Pesawat yang berangkat sesuai jadwal pukul 19.05 WITA, setelah terbang 2,5 jam ‘round to base’ karena masalah teknis ‘hydraulic leak’ (kebocoran hidrolik),” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/7).

Ikhsan mengatakan pesawat tersebut kembali tiba di Makassar sekitar pukul 00.30 WITA.

Sementara itu, jemaah kloter 14 tersebut sudah diberangkatkan kembali dari Makassar pada pukul 06.00 WITA dengan menggunakan pesawat bekas kloter 13.

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Jauhari mengonfirmasi terjadi penundaan penerbangan pesawat pengangkut jemaah calon haji asal Indonesia ke Madinah.

“Pesawat maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah haji menuju Madinah, mengalami masalah teknis. Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan,” katanya.

Rabu 17 Juli: 67.040 jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Dok. IDN Times/Istimewa

Sebanyak 67.040 jemaah haji Indonesia disertai 825 petugas telah tiba di tanah suci, menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Selasa (16/7) pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dikutip dari laman Kemenag.go.id, mereka berasal dari 11 embarkasi yang terbagi dalam 165 kelompok terbang (kloter).

Hanya dua embarkasi yang hingga hari ini belum memberangkatkan jemaah haji dari tanah air, yakni Embarkasi Balikpapan (BPN) dan Embarkasi Aceh (BTJ) yang baru akan memberangkatkan jemaahnya pada gelombang II keberangkatan jemaah haji, masing-masing pada 19 dan 20 Juli mendatang.

Sementara, jumlah jemaah terbanyak yang telah tiba di Arab Saudi hingga hari ini berasal dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), yaitu sebanyak 12.561 jemaah.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 23 kloter yang membawa 9.509 jemaah dan 115 petugas saat ini telah berada di Mekkah. Pada hari ini, Rabu (17/7) direncanakan 18 kloter akan kembali memasuki Kota Mekkah, dengan membawa 7.476 jemaah.

Mereka berasal dari delapan embarkasi, dengan rincian sebagai berikut: dua kloter dari embarkasi Makassar (UPG), dua kloter dari embarkasi Batam (BTH), empat kloter dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), satu kloter dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG), tiga kloter dari embarkasi Surabaya (SUB), satu kloter dari embarkasi Palembang (PLM), empat kloter asal embarkasi Solo (SOC), serta satu kloter asal embarkasi Lombok (LOP). 

Selasa 16 Juli: Hore! Sekarang jemaah Indonesia bisa gunakan bus Shalawat untuk ke Masjidil Haram

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH2019

Seluruh jemaah haji Indonesia akan memperoleh layanan bus shalawat tahun ini, termasuk bagi mereka yang memiliki pondokan di wilayah Jarwal, dan berjarak hanya sekitar 800 meter dari Masjidil Haram. Dengan keberadaan bus shalawat ini, maka jemaah tidak perlu menyewa kendaraan lagi selama di Mekkah, termasuk untuk melakukan umrah perdana di Masjidil Haram.

Kabid Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Asep Subhana menjelaskan layanan bus shalawat ini sekaligus menanggapi kabar adanya sebagian jemaah yang menyewa bus untuk membantu transportasi dari hotel menuju Masjidil Haram guna melaksanakan umrah perdana.

“Pada prinsipnya bidang transportasi sudah menyiapkan layanan untuk melakukan ibadah umrah perdana bagi jemaah haji yang datang pertama kali ke Kota Mekkah,” ujar Asep, seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, Selasa (16/7).

Untuk layanan umrah perdana dari tiap kelompok terbang (kloter), Asep mengatakan pihaknya telah menyiapkan enam unit bus shalawat. “Hitungan kita, satu kloter terbesar berisi 455 orang. Diangkut dengan bus shalawat yang kapasitasnya 70-80 orang. Maka, enam bus shalawat dapat sekali angkut mengantar jemaah ke masjidil haram guna umrah perdana,” imbuhnya.

Dengan ketersediaan bus shalawat yang dapat dimanfaatkan secara gratis ini, pemerintah berharap jemaah dapat menghemat biaya hidup selama di Mekkah. Jemaah pun tidak perlu menyewa kendaraan lain lagi.  

Menurut Asep, jumlah bus shalawat pengangkut umrah perdana ini telah mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, pemerintah hanya menyediakan empat bus shalawat untuk melakukan pengangkutan umrah perdana.

“Evaluasi tahun lalu jumlah tersebut dirasa kurang. Maka tahun ini ditambah dua unit lagi. Kita sudah hitung, enam unit bis dirasa cukup,” jelas Asep.

Asep juga menyampaikan, layanan bus shalawat saat ini sudah mulai beroperasi bersamaan dengan masuknya jemaah haji Indonesia ke Kota Mekkah, Minggu (14/7) kemarin. Pada musim haji 1440H/2019M kali ini pemerintah telah siapkan sembilan rute bus shalawat dengan tiga terminal utama serta sekitar 56 titik perhentian.

“Bus ini juga dapat dimanfaatkan jemaah selama 24 jam,” ucapnya.

Senin 15 Juli: Jemaah haji Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi kinerja Pemerintah Republik Indonesia dalam menyelenggarakan dan melayani jemaah haji. Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan persnya di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah.

Sebelumnya, Agus Maftuh ikut mendampingi Gubernur Madinah Pangeran Faishol bin Salman menyapa jemaah haji Indonesia. 

“Ini kejadian yang sangat istimewa. Pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi, putra Raja Salman, yakni Pangeran Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud, yang juga Gubernur Madinah,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Putra Raja Salman menyambut langsung rombongan jemaah haji Indonesia kloter 11 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 11) di terminal Makkah Route (Jalur Fast Track) Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz Madinah.

Minggu 14 Juli: Empat jemaah haji Indonesia meninggal dunia

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Feny Selly

Hingga Minggu (14/7) tercatat empat jemaah haji yang meninggal dunia, berikut data yang dihimpun dari laman kemenag.go.id.

1. Khairil Abbas Salim (BTH 2)
2. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 4)
3. Sumiyatun Suwikromo Sutardjan (SOC 2)
4. Artapiah Armin Musahab (JKG 8)

Artapiah (70) jemaah haji asal embarkasi Jakarta diketahui meninggal dunia di dalam pesawat yang mendarat di Madinah pada Jumat siang (12/7). Artapiah adalah jemaah Indonesia keempat yang meninggal dunia di tanah suci.

Suhandi, putra Artapiah mengatakan bahwa ibunya menderita penyakit diabetes. Dalam pemeriksaan dokter di pesawat, kadar gula Artapiah mencapai 500. Di pesawat, kondisi Artapiah memburuk. Awalnya Artapiah akan langsung dilarikan ke rumah sakit di Arab Saudi setibanya di Madinah.

Menurut menantunya, Enin Rohayah, awalnya Artapiah dikira sedang tidur di kursi roda ketika hendak turun pesawat, namun ternyata telah wafat.

"Padahal sebelumnya makan siang saya suapi, minum susu. Tahu telah meninggal dari pramugari yang memeriksanya," kata Enin kepada Media Center Haji di kantor Daerah Kerja Madinah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 50,8 Ton Obat-obatan untuk Jemaah Haji di Mekkah

Minggu 14 Juli: 43 ribu jemaah haji gelombang I tiba di Madinah

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sebanyak 43.354 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah Al Munawarah. Data tersebut diperoleh dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) saat diakses pada tanggal 13 Juli 2019 (15.31 WAS) yang dikutip dari laman Kemenag.go.id. Jemaah tersebut berasal dari 107 kelompok terbang (kloter).

Kloter yang telah tiba di Madinah berasal dari embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 5 kloter, Padang (PDG) sebanyak 7 kloter, Ujung Pandang (UPG) 9 kloter, Medan (MES) 1 kloter, Banjarmasin (BDJ) 3 kloter, Batam (BTH) sebanyak 8 kloter, Jakarta-Bekasi (JKS) 21 kloter, Jakarta-Pondok Gede (JKG) 9 kloter, Solo (SOC) sebanyak 21 kloter, Surabaya (SUB) 17 kloter, Palembang (PLM) sebanyak 6 kloter.

Kamis 11 Juli: Jemaah haji Indonesia mulai salat 40 waktu tanpa putus di Nabawi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019IDN Times/Aan Pranata

Hingga hari kelima jadwal kedatangan gelombang pertama, lebih dari 22.000 jemaah calon haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.

Saat ini jemaah calon haji asal Indonesia baru tiba di Madinah. Gelombang pertama jemaah akan tiba di Mekkah pada 14 Juli mendatang. 

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang dipantau di Mekkah, Rabu (10/7), 22.947 jemaah calon haji telah mendarat di Madinah yang berasal dari 56 kloter.

Mereka mendarat di Madinah Al Munawarah dan melakukan rangkaian ibadah haji terlebih dahulu di kota yang menjadi tempat makam Nabi itu, sebelum puncak haji menuju Mekkah.

Jemaah calon haji gelombang pertama akan berada di Madinah selama delapan hingga sembilan hari, untuk melaksanakan arbain atau salat 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi.

Selasa 9 Juli: Jemaah haji asal Solo meninggal dunia dalam perjalanan menuju tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Feny Selly

Seorang jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo (SOC) 2 dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat saat menuju ke tanah suci, Minggu (7/7). Jemaah bernama Sumiyatun Sawi Krama (56) itu mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

“Ibu Sumiyatun Sawi Krama meninggal dunia saat masih di atas pesawat,” kata dokter Sri Mulyani, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Senin (8/7) dini hari di Madinah, seperti dilansir Kemenag.go.id.

“Saat di atas pesawat ketika tim kami melakukan pemeriksaan, beliau juga mengalami gula darah atau kolesterol yang sangat tinggi dan tidak terkontrol,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, Sumiyatun berasal dari Desa Godog, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dia tergabung rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo.

Ketua Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC), Lasimin menceritakan, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter baru ketahuan bahwa Sumiyatun mengidap penyakit diabetes.

"Saat diperiksa juga biasa, cuma dokter menemukan adanya penyakit gula," kata Lasimin kepada wartawan, Senin (8/7) dini hari waktu Saudi Arabia (WAS).

Saat masuk pesawat, kata Lasimin, Sumiyatun juga sehat. Waktu diberikan makan pertama di pesawat juga dikonsumsi. Namun untuk makan kedua sudah tidak mau. Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum mendarat, tiba-tiba Sumiyatun muntah. Dia kemudian diperiksa dokter di pesawat. Namun kondisinya langsung drop.

"Lemas, setelah itu meninggal dunia. Prosesnya cepat banget, nggak sampai 10 menit," kata Lasimin.

Senin 8 Juli: 70 ribu jemaah Haji Indonesia dapat fasilitas fast track

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian sudah mulai dirasakan jemaah haji Indonesia pada saat kedatangan di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Minggu (7/7). Setidaknya ada lima kloter dari dua embarkasi yang akan menikmati layanan fast track.

"Jumlah jemaahnya 70 ribuan. Kalau dari total jemaah yang kita punya ya cukup banyak ya, 30 sampai 33 persen jemaah kita berangkat dengan fasilitas fast track," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Arsyad Hidayat saat mengecek kesiapan gate fast track di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah, seperti dikutip dari Kemenag.go.id.

"Untuk tahun ini, fast track baru untuk jemaah haji dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Embarkasi Jakarta-Bekasi. Mereka berasal dari Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat," kata Arsyad.

Secara teknis, layanan fast track ini dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian  (pre departure clearence), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di bandara asal. Fasilitas fast track baru terlayani di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Pihak imigrasi Arab Saudi membuka konter di Bandara Soetta, dan melakukan pengecekan visa sebelum jemaah naik pesawat. Dengan demikian, semua proses keimigrasian sudah selesai sejak masih di Bandara Soetta.

Setibanya di Bandara Madinah, lanjut Arsyad, pergerakan jemaah juga relatif lebih cepat. Sejak turun pesawat, jemaah sudah diarahkan ke terminal khusus, Mekah Route, terminal yang didedikasikan untuk jemaah fast track.
 
"Sangat membantu jemaah, jemaah tidak ngantre-ngantre, dan yang penting juga jemaah sudah dipastikan clear semenjak dari Tanah Air," ungkapnya.

Minggu 7 Juli: Menteri Agama apresiasi peningkatan layanan jemaah Haji Indonesia

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi Pemerintah Saudi Arabia yang terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

"Tahun ini, seperti tahun lalu terkait dengan proses keimigrasian khususnya dalam perekaman biometrik, sidik jari dan sebagainya, yang tahun sebelumnya dilakukan di bandara Madinah maupun Jeddah, tahun ini dilakukan  di Indonesia," kata Lukman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (7/7), seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.go.id. 

Hal itu disampaikan Lukman usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas 410 jemaah Haji Indonesia asal Cianjur yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 02) di Bandara Soekarno-Hatta. Tampak hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Proses keimigrasian dilakukan di Indonesia, dan ini dilakukan uji coba di Jakarta. Sehingga, ketika jemaah tiba di bandara Madinah maupun Jeddah, mereka tidak lagi mengikuti proses keimigrasian, bisa langsung naik bus masing-masing menuju hotel," jelas dia.

"Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Dan juga proses pemvisaan yang sekarang dilakukan secara online," tambahnya.

Menag Lukman juga berharap pelayanan fasttrack tidak hanya diberlakukan untuk jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta saja. 
 
"Fasttrack ini diharapkan bisa dilakukan di 13 embarkasi di Indonesia. Tahun ini kita hanya bisa menerapkan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta," kata dia.

Minggu 7 Juli: Wapres Jusuf Kalla lepas 388 calon haji kloter pertama Jakarta ke tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas jemaah haji Indonesia kloter pertama asal DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/7). Kedatangan JK--sapaan akrabnya-- disambut oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi.

"Saya ingin sampaikan bahwa ini suatu kemajuan yang sangat luar biasa. Kalau sebelumnya jemaah haji harus antre di sini, harus antre di Jeddah atau di Madinah sekarang hanya dalam waktu beberapa menit semuanya sudah selesai," kata JK di Bandara Soekarno Hatta, seperti dikutip dari Antara.

JK mengatakan, dengan fasilitas tersebut, jemaah haji mendapat kemudahan pengurusan imigrasi dan masuk ke bus menuju pemondokan.

"Program ini semuanya sesuai dengan teknologi mutakhir saat ini sehingga tidak perlu lagi birokrasi yang panjang dan juga proses yang panjang," ujar dia.

Sebanyak 388 calon haji asal DKI Jakarta diberangkatkan ke tanah suci sekitar pukul 09.00 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia GA 7501.

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You