[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019

Baca informasi dan peristiwa Haji 2019 selengkapnya di sini

Jakarta, IDN Times - Jemaah haji kloter pertama dari Embarkasi Surabaya (SUB 1) telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah pada Sabtu (6/7). Kloter yang berisikan 449 orang jemaah haji asal Magetan ini tiba sekitar pukul 09.00 waktu setempat, atau lebih awal dari jadwal semestinya yakni pukul 10.00 waktu Madinah.

Kedatangan jemaah haji perdana asal Indonesia itu disambut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat, dan PPIH Arab Saudi lainnya.

"Jangan sungkan untuk meminta bantuan karena kami adalah pelayanan panjenengan. Melayani jamaah haji adalah kehormatan untuk kami," katanya dalam keterangan tertulis Kemenag.

Menurut pantauan tim Media Center Haji (MCH), proses kedatangan jemaah haji berlangsung cukup cepat karena jemaah tidak perlu menunggu koper bagasi. Usai upacara penyambutan, mereka langsung diarahkan ke paviliun untuk menunggu bus yang akan mengantarkan jemaah ke hotel. 

Seperti apa perjalanan Haji 2019? IDN Times merangkum data dan faktanya melalui linimasa berikut ini. 

Baca Juga: 343 Jemaah Haji Jatuh Sakit, Mayoritas Kena Heat Stroke

Senin 19 Agustus: 455 jemaah haji kloter pertama asal Makassar tiba di tanah air

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Arnas Padda

Sebanyak 455 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Makassar tiba di tanah air dengan selamat. Mereka terdiri dari 297 jemaah wanita dan 158 jemaah pria. Jemaah Haji diberangkatkan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada pukul 00.40 waktu setempat dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 17.25. Mereka menggunakan maskapai Garuda Indonesia Airlines Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 1201 waktu setempat.

Untuk memastikan operasional pelayanan Angkutan Haji berjalan lancar, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makasar telah melakukan berbagai upaya persiapan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kedatangan Jemaah Haji tahun 2019 berjalan dengan Selamat, Aman dan Nyaman.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Bandar Udara, Dadang Indranegara mengungkapkan semua personel terutama Inspektur penerbangan ikut membantu kelancaran kedatangan jemaah.

"Mereka juga membantu para jemaah haji turun dari pesawat untuk dimobilisasikan menuju asrama haji. Selain itu, inspektur penerbangan bidang kelaikudaraan segera melakukan ramp check pesawat untuk mengecek laik terbangnya pesawat yang membawa jemaah haji," jelasnya.

Secara keseluruhan, Jemaah Haji Debarkasi Makassar yang direncanakan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berjumlah 18.092 jemaah. Mereka terbagi menjadi 40 Kloter yang terdiri dari 17 Kloter pada Gelombang I dan 23 Kloter pada Gelombang II.

Pada Embarkasi Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin sebagai Bandara Embarkasi Utama juga melayani Jemaah Haji asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan penerbangan Embarkasi Antara Gorontalo.

Sebelumnya, jumlah Ketepatan Waktu/On Time Performance (OTP) pada masa Keberangkatan Embarkasi haji Tahun 1440 H/2019 M mencapai 100 persen.

Minggu 18 Agustus: Lepas kepulangan jemaah haji kloter pertama, Menag minta maaf

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Uud/MCH2019

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas fase pemulangan jemaah haji kloter satu Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 01). Sebanyak 410 jemaah asal Kabupaten Bogor ini dijadwalkan terbang ke tanah air dengan Saudi Airlines.

"Selaku amirul hajj, atas nama seluruh petugas haji, kami memohon maaf kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami masih jauh sempurna. Banyak kelemahan dan kekurangan kami dalam mengurus hampir 214 ribu jemaah di negeri orang yang tradisi, budaya, dan cuacanya berbeda," ucap Menag di Misfalah-Mekkah, Jumat (16/8), seperti dikutip dari Kemenag.go.id.

"Kami sadari keterbatasan kami. Kalau ada yang merasa tidak puas, kami mohon maaf," sambungnya. 

Menurut Menag, layanan, bimbingan, dan fasilitas yang telah diterima jemaah selama di Saudi adalah hal maksimal yang bisa diberikan. Jika ada kekurangan, agar dimaafkan.

Sejumlah peningkatan layanan diberikan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Selama di Mekkah misalnya, jemaah mendapat layanan katering sebanyak 40 kali. Menu katering dilengkapi dengan masakan khas daerah seiring dengan pemberlakuan penempatan hotel jemaah dengan sistem zonasi. 

Transportasi bus shalawat kini juga melayani seluruh jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram. Peningkatan layanan juga terjadi di Arafah. Tenda tempat wukuf jemaah haji Indonesia dilengkapi pendingin ruangan (AC).

"Tinggalkan kekurangan kami di sini. Jangan dibawa ke tanah air. Dan, tetap jaga hubungan silaturahim," kata Menag.

Sabtu 17 Agustus: Rayakan HUT ke-74 RI, jemaah haji asal Jabar lomba balap karung

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA News/Hanni Sofia

Kegembiraan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia turut dirasakan para jemaah haji di Mekkah. Mereka turut merayakannya dengan menggelar sejumlah perlombaan khas masyarakat Indonesia.

Seperti yang dilakukan oleh jemaah haji asal Jawa Barat yang memeriahkan HUT RI dengan lomba balap karung di pondokan mereka di Misfalah, Mekkah.

Pengelola hotel Rizq Palace di kawasan Misfalah, Mekkah, Sabtu (17/8), memberikan pelayanan khusus kepada jemaah haji Indonesia yang menginap di hotel tersebut termasuk menyiapkan acara khusus di HUT ke-74 Republik Indonesia.

“Kami atas nama pribadi dan atas nama perusahaan mengucapkan selamat ulang tahun untuk warga negara Indonesia. Kami menyelenggarakan beberapa lomba untuk memberikan kebahagiaan kepada para jamaah agar mereka merasakan berada di Tanah Air,” kata Pemilik Hotel Rizq Palace, Bassam Abdulrazzaq, seperti dikutip Antara.

Bassam berupaya memperlakukan jemaah haji Indonesia dengan sangat istimewa di hari kemerdekaan. Sebelum memulai perlombaan, pihaknya menyiapkan kue besar yang dipotong seperti halnya acara ulang tahun.

Jemaah haji yang menginap di hotel ini pun menyambutnya dengan gembira. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu kebangsaan lainnya. Setelah pemotongan kue acara kemudian dilanjutkan dengan aneka lomba khas 17 Agustus seperti lomba balap karung.

Acara ini berlangsung di lobi hotel dimana pesertanya adalah jemaah haji yang menginap di Rizq Palace, yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat, di antaranya dari Garut, Bekasi, dan Kuningan.

Pulman, seorang jemaah haji asal Kabupaten Kuningan mengaku sangat terharu dengan adanya kegiatan ini.

“Tentu kami senang terutama saat nyanyi Indonesia Raya kami berasa ingat di kampung halaman,” ujar Pulman.

Pulman mengaku sangat puas dengan layanan Rizq Palace mulai dari kebersihan hotel, fasilitas olahraga, hingga konsumsi yang disediakan oleh pihak hotel.

“Tidak ada pelayanan hotel yang seperti ini, kami diberi konsumsi diantar langsung oleh pihak hotel ke Mina, terus kalau kami nongkrong di depan hotel ada pelayan hotel yang bikinkan kopi langsung diberikan ke kami dan semua gratis,” ujar Pulman.

Kamis 15 Agustus: Menag pastikan kondisi di Mina saat ini kondusif

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019IDN Times/Istimewa

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa kondisi di Mina saat ini dipastikan kondusif. Dia sudah mengerahkan petugas untuk mengantisipasi dampak dari hujan deras yang terjadi pada Senin (12/8) sore itu.

“Saya instruksikan kepada semua petugas untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak dari hujan. Alhamdulillah segalanya dapat diatasi dengan baik,” ujar Lukman, dilansir dari laman kemenag.go.id, Kamis (15/8).

Lukman menyampaikan bahwa, meskipun diguyur hujan, pelemparan jumrah di Jamarat tetap berjalan dengan kondusif.

“Jadi sejauh ini pelaksanaan lontar jumrah di Jamarat berlangsung dengan baik, meskipun kemarin ketika ada hujan deras beberapa tenda di maktab mengalami pemadaman listrik,” ujarnya.

Rabu 14 Agustus: Kabar banjir besar dan hujan es di Mina hoaks

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Hanni Sofia

Masyarakat di tanah air diimbau tidak perlu panik merespons kabar adanya hujan yang mengguyur tenda-tenda di Mina, yang diinformasikan secara berlebihan dan telah mengakibatkan genangan yang cukup mengganggu, bahkan, kabar adanya banjir dan hujan es.

Seperti dilansir kantor berita Antara, Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid mengatakan, hujan yang memang terjadi pada Senin sore (12/8) dampaknya sudah bisa diantisipasi dengan baik oleh petugas haji.

“Karena petugas kita sudah langsung melakukan antisipasi dengan sigap berada di tenda jemaah. Berkoordinasi dengan pengurus maktab untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia di Kota Mekkah, Selasa (13/8).

Subhan membenarkan memang terjadi hujan di Kota Mekkah, termasuk di Mina. Bahkan, sempat dianggap seperti setetes embun di tengah padang pasir, karena selama ini Mekkah selalu dalam suhu yang panas yang mencapai lebih 40 Derajat Celcius.

“Akibat dari hujan itu, pertama di tenda Mina ada sebagian karpet basah. Tetapi tidak membuat jemaah keluar tenda. Karpet yang basah dilipat dan sudah kembali selesai. Yang kedua betul ada beberapa maktab yang listriknya dimatikan. Untuk menghindari korsleting karena air,” kata dia.

Petugas kemudian mengimbau jemaah untuk tetap berada di dalam tenda selama hujan, dan bagi mereka yang sedang berada di Jamarat untuk lempar jumrah diminta untuk tidak terlebih dahulu kembali ke tenda, dan tetap berada di gedung tempat lempar jumrah hingga hujan reda.

Petugas juga menunda pemberangkatan lempar jumrah untuk sejumlah jemaah, guna menghindari penumpukan di lokasi lempar jumrah.

“Adapun satu atau dua eskalator yang dimatikan karena memang di tempat terbuka. Menghindari korsleting arus listrik dan bisa berakibat pada jemaah. Maka oleh pertahanan sipil Mekkah peralatan elektrik dimatikan,” kata dia.

Pihaknya menerima video yang viral mengenai kondisi Mina yang dikabarkan mengalami banjir parah, Subhan menegaskan, yang terjadi hanyalah hujan sesaat yang menyebabkan genangan saja.

“Listrik menjelang magrib sudah nyala. Ada yang setelah isya. Itu hanya terjadi kemarin sore dan isya sudah selesai. Hari ini dari pagi sampai sore udara cerah dan cenderung kembali normal dan cuaca cukup panas,” kata dia.

Terkait isu adanya hujan es di Mina, Subhan mengatakan, ada perbedaan dalam menyikapi atau merespons sesuatu, termasuk hujan ketika berada di Tanah Air dan di Makkah.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan biasa saja dan hujan air. Apakah itu es? Saya rasakan itu es biasa seperti di Tanah Air. Tapi karena terjadi di Tanah Suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata dia.

Subhan pun memastikan kondisi jemaah haji Indonesia saat ini dalam keadaan baik. Bahkan, pada Selasa (13/8) sebanyak 60 persen di antaranya sudah melaksanakan nafar awal, sehingga sudah tiba kembali di hotelnya dan menikmati perjalanan hajinya.

Sementara sebagian jemaah haji lain masih menyelesaikan nafar tsani di Mina. “Kami imbau keluarga di Tanah Air tetap tenang. Tidak terjadi apa-apa. Jemaah menjalankan ibadah haji dengan baik. Layanan akomodasi, konsumsi, transportasi berjalan sesuai rencana,” kata dia.

Selasa 13 Agustus: Ini jadwal lempar jumrah untuk jemaah haji Indonesia

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Masa lempar jumrah haji telah dimulai. Lebih dari 3 juta jemaah haji berbondong-bondong menuju Jamarat, lokasi lempar jumrah. Hal itu disebabkan jumlah jemaah yang sangat banyak, sehingga otoritas Arab Saudi membagi waktu melempar jumrah berdasar negara asal.

Tujuannya agar tidak terjadi konsentrasi massa pada waktu bersamaan.

Jemaah dari Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dilarang melempar jumrah pada 10 Zulhijah (11 Agustus) pukul 04.00-10.00 waktu setempat. Kemudian, pada 12 Zulhijah (13 Agustus), waktu yang dilarang pukul 10.00-14.00.

Sementara, untuk tanggal 11 dan 13 Zulhijah (12 dan 14 Agustus), jemaah Indonesia bebas melempar jumrah jam berapa pun.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kondisi Jamarat hingga Mina kondusif.

"Alhamdulillah tadi di Jamarat kondisinya normal tidak terlalu padat. Jadi suasananya sangat kondusif," ujar Menag, dilansir laman Kemenag.go.id.

Menag juga mengatakan bahwa arus jemaah haji dari dan menuju Jamarat lancar. Begitu juga arus dari Jamarat ke lokasi tenda jemaah di Mina. 

"Jadi saya melihat adanya kelancaran arus pergerakan jemaah haji, tidak hanya Indonesia tapi seluruh jemaah haji menuju dan dari Jamarat. Ketika dari Jamarat kemari, ke tenda jemaah haji Indonesia, kondisinya juga baik. Alhamdulillah sejauh ini lancar," imbuhnya.

Sekira pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Menag Lukman bersama delegasi Amirul Hajj, Minggu (11/8) sore Waktu Arab Saudi berjalan menuju Jamarat untuk melontar jumrah aqobah.

Selasa 13 Agustus: Hujan deras landa Mina, jemaah Indonesia diminta tak menuju Jamarat dulu

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/satops armuzna

Hujan deras mengguyur kawasan Mina, Mekkah, Senin (12/8) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) memastikan kondisi di tenda jemaah haji Indonesia saat ini aman terkendali.

“Petugas siaga di pos masing-masing untuk memastikan kondisi aman dan layanan kepada jemaah berjalan sebagaimana biasanya,” ujar Jaetul Muchlis di Mina, dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Pergerakan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dari tenda Mina ke tempat lontar jumrah (Jamarat) atau sebaliknya berjalan setelah hujan mulai reda. Ribuan jemaah memanfaatkan payung untuk melindungi diri saat hujan. 

“Dampak hujan berupa sampah di jalanan karena kantong-kantong sampah hanyut dan sekarang dalam tahap pembersihan,” tuturnya.

Menurut Muchlis, listrik yang sempat padam juga sudah diperbaiki hingga menyala kembali. “Layanan katering di dapur tetap berjalan. Petugas haji terus memantau agar distribusi makan malam untuk jemaah berjalan normal,” terangnya.

Muchlis memastikan, petugas haji Indonesia siaga di pos masing-masing untuk membantu jemaah. “Sementara ini, jemaah haji Indonesia yang masih di Mina, diminta untuk menahan diri tidak ke Jamarat. Selain cukup padat oleh jemaah dari negara lain, kondisi jalan juga masih basah dan licin,” tuturnya.

Senin 12 Agustus: Menag minta Saudi kebut renovasi Mina

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammad bin Salih Banten pada Minggu (11/8) malam. Pertemuan berlangsung sekitar 40 menit di kantor Kementerian Haji dan Umrah di Mina, diakhiri dengan makan malam bersama.

Hadir juga Wakil Menteri Abdul Fatah bin Sulaiman. Sementara Menag Lukman didampingi Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Sekretaris Amirul Hajj Muchlis M Hanafi, dan Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Endang Djumali. 

Lukman memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menekankan semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak daya tampung kapasitas tenda-tenda dan toilet di Mina.

"Renovasi Mina menjadi kebutuhan dan semakin mendesak. Saya menyampaikan harapan kepada Menteri Haji Saudi agar tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat," ujar dia usai pertemuan di Mina, seperti dikutip dari kemenag.go.id.

"Saya juga meminta agar pelayanan fast track diperluas pemberlakuannya di seluruh embarkasi di tanah air," lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Lukman juga menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pemerintah Arab Saudi yang semakin meningkat pada musim haji tahun ini. Tak lupa, dia mengapresiasi kelancaran lalu lintas menuju Arafah sehari jelang Wukuf. Demikian juga dengan kebersihan di Mina yang secara umum relatif membaik dibanding tahun lalu.

Menteri Haji dan Umrah berjanji akan memperhatikan usulan Indonesia. Menurut Mohammad bin Salih Banten, Pemerintah Arab Saudi benar-benar menaruh perhatian serius kepada Indonesia karena jumlah jemaahnya terbesar di dunia.

Rabu 31 Juli: Apa itu haji tarwiyah? Seperti apa pelaksanaannya?

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Hanni Sofia

Meski amalan haji tarwiyah didasari hadist, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak menganjurkannya kepada jemaah.

Amalan tarwiyah sulit dilakukan jemaah Indonesia karena faktor jumlah jemaahnya yang sangat banyak. Meski begitu Pemerintah tidak melarang tarwiyah tapi sekaligus tidak memfasilitasi jemaah, baik untuk transportasi maupun konsumsi.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah.

Otoritas haji Arab Saudi melalui peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Pemerintah Indonesia juga menyesuaikan hal tersebut karena pelaksanaan tarwiyah hampir sulit difasilitasi mengingat jumlah jemaah haji dari Indonesia yang sangat banyak dan harus dimobilisasi dalam waktu yang teramat singkat maka nyaris sulit untuk dilakukan.

Tarwiyah adalah menginap di Mina pada 8 Dzulhijjah, sebelum wukuf di Padang Arafah. Di tempat itu jemaah menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh.

Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.

Baca Juga: Patah Tulang Kaki Tak Membuat Sumiati Urungkan Niat Haji

Rabu 31 Juli: Sejumlah calon haji Indonesia tunaikan haji tarwiyah

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Meski tak dianjurkan pelaksanaannya oleh Pemerintah RI, sejumlah calon haji (calhaj) Indonesia tetap memilih untuk menunaikan haji tarwiyah.

Fadli (43), seorang calhaj asal Embarkasi Batam (BTH 22) mengatakan, dia untuk kedua kalinya menunaikan ibadah haji dan pada haji kedua ini memilih untuk menunaikan haji tarwiyah yakni dengan mengunjungi Mina terlebih dahulu sebelum wukuf di Arafah.

“Kita ingin jalankan sunnah sesuai Rasulullah. Karena Rasulullah mulai tanggal 8 (Dzulhijah),” kata Fadli di Kota Mekkah, seperti dikutip Antara, Rabu (31/7).

Dari kloternya, kata dia, ada enam orang yang turut serta menunaikan haji tarwiyah bersama dengan kloter lainnya.

Fadli yang merupakan haji mandiri (tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) menyadari bahwa haji tarwiyah tidak difasilitasi pemerintah.

“Kita daftar mulai per kloter, nanti gabung dari kloter-kloter lain, nanti ada yang daftarin ke sektor, ada KBIH yang ngurusin. Jadi dari kloter, kemudian sektor, terus ke Kadaker. Harus tanda tangan semua. Total ada 130 orang. Ini yang dekat-dekat di sektor sini-sini aja,” katanya.

Ia mengaku sejak dari tempat asalnya sudah berencana melaksanakan haji tarwiyah dan menyatakan siap menanggung segala risiko yang mungkin dihadapi.

“Kita memahami pemerintah enggak memfasilitasi tarwiyah, wajar, karena ada yang pakai kursi roda, jalan saja sulit, kalau ditambahi satu lagi di Mina repot juga,” katanya.

Fadli menambahkan beberapa rekannya yang juga ikut haji tarwiyah berusia antara 30-50 tahun dengan kemampuan fisik yang masih sangat baik.

Menurut Fadli, jamaah sudah memahami ada imbauan khusus untuk tidak mengikuti haji tarwiyah karena tidak ada fasilitas transportasi yang disediakan.

“Transportasi kita siapkan sendiri, keluar biaya sendiri dan risiko tanggung sendiri. Insya Allah siap. Kumpul ke maktab masing-masing, satu hari saja sebenarnya di Mina. Tanggal 8 ke mina, 9 ke Arafah, yang regulerkan langsung ke Arafah, 9 kita ke Arafah kumpul sama teman-teman, naik bus itu nganter dari Mina ke Arafah, dari Arafah mulai ikut rombongan lagi,” katanya.

Alasan Fadli yang lain untuk mengikuti haji tarwiyah karena ia ingin tahu perbedaannya dengan haji reguler.

“Saya ingin tahu bedanya dengan reguler seperti apa, karena dulu saya enggak ikut tarwiyah,” katanya.

Rekannya sekloter, Azwar (45) juga memilih haji tarwiyah padahal ini merupakan pengalaman pertamanya berhaji.

“Kita yang masih kuat-kuat nih, sayang sudah lama menunggu,” katanya.

Minggu 28 Juli: 128.793 jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Sebanyak 128.793 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci Mekkah. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per 26 Juli 2019 pukul 19.00 WAS, jemaah yang telah tiba tergabung dalam 319 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari 13 embarkasi di Indonesia.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Daerah Kerja Mekkah Nurhanudin, 319 kloter tersebut terdiri dari 191 kloter jemaah gelombang I  yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah dan 128 kloter jemaah gelombang II yang diberangkatkan dari Jeddah ke Mekkah. 

“Bila kita lihat dari data kedatangan, hingga hari ini ada tiga embarkasi dengan jumlah jemaah terbesar yang telah tiba di kota Mekkah,” ujar Nurhanudin, Jumat (26/07).

Pertama, embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dengan 58 kloter yang membawa 23.271 jemaah. Kedua, embarkasi Solo (SOC) yang terdiri dari 57 kloter dengan 20.127 jemaah serta embarkasi Surabaya (SUB) dengan 51 kloter yang membawa 22.518 jemaah.

Sementara, menurut Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan (Kasie Yanpul) Daker Mekkah Julian, tersisa 210 kloter jemaah haji yang belum tiba di Mekkah. “Saat ini baru 60 persen jemaah haji yang tiba di Mekkah. Masih tersisa sekitar 85.207 jemaah yang akan tiba di Mekkah. Dari jadwal, diperkirakan kloter terakhir akan memasuki Mekkah pada 6 Agustus mendatang,” jelas Julian.

Baca Juga: Buah Kesabaran Bertani Sawit, Laoden Akhirnya Tunaikan Ibadah Haji

Selasa 23 Juli: Dua jemaah haji Indonesia terluka akibat berebut ingin cium hajar aswad

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Kepala Daerah Kerja Mekkah Subhan Cholid memperoleh laporan terdapat beberapa jemaah haji yang terluka ketika berusaha mencium hajar aswad. 

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri agar dapat mencium hajar aswad. Saat melaksanakan ibadah, perhatikan juga keamanan diri. Ukur kemampuan fisik, jangan sampai karena ingin mengejar sunnahnya, malah menjadi mudarat,” ujar Subhan Cholid, di Mekkah, seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

Subhan menyampaikan, berdasarkan laporan Sektor Khusus Masjidil Haram, Selasa pagi ini ada dua jemaah haji yang terluka akibat berusaha mencium hajar aswad. “Berdasarkan laporan yang saya terima, ada dua jemaah yang terluka hari ini akibat memaksakan diri ingin mencium hajar aswad,” ujarnya. 

Keduanya diketahui berjenis kelamin pria, masing-masing berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ)  dan embarkasi Solo (SOC). Kedua pria berusia 60 dan 71 tahun tersebut ditemukan terluka dan sesak napas akibat terinjak jemaah-jemaah lain saat mencoba mencium hajar aswad usai melaksanakan tawaf. 

“Alhamdulillah keduanya telah memperoleh pengobatan dari tim P3JH yang berada di lapangan, dan telah kembali ke penginapan masing-masing. Tapi kami berharap, hal seperti ini tidak terulang atau dialami jemaah lainnya,” ucapnya.

Senin 22 Juli: 11 orang jemaah haji Indonesia wafat di tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Jumlah jemaah yang wafat hingga hari ke-16 masa operasional haji, bertambah menjadi 11 orang. Berikut rinciannya:

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di RSAS Madinah;
2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di pesawat menuju Madinah;
3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, meninggal pada 9 Juli 2019, di RSAS Madinah;
4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, meninggal pada 11 Juli 2019, di RSAS Madinah;
5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, meninggal pada 12 Juli 2019, di pesawat menuju bandara Madinah;
6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, meninggal pada 15 Juli 2019, di RSAS Madinah;
7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 01), usia 53 tahun, meninggal pada 17 Juli 2019, di RSAS Madinah;
8. Rabiun Daliman Arsyad (LOP 6), usia 54 tahun, meninggal 18 Juli 2019, di pemondokan Madinah;
9. Supardjo Rata Ilyas (JKS 41), usia 76 tahun, meninggal 20 Juli 2019, di pesawat dalam perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah;
10. Ahmad Dimyati Ruhbi (JKS 18), usia 56  tahun, meninggal 21 Juli 2019 di RSAS Mekkah,  dan
11. Sapan Tumanga Loga (UPG 4), usia 69 tahun, meninggal 21 Juli 2019, di pemondokan Mekkah.

Senin 22 Juli: Lebih 52 Ribu jemaah calon haji Indonesia tiba di Mekkah

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Sebanyak 127 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Mekkah. Rilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag menyebutkan, sebanyak 52.065 jemaah disertai petugas telah berada di Kota Kelahiran Nabi tersebut.

“Ini sesuai data Siskohat tanggal 21 Juli 2019, pukul 19.00 WAS,” jelas Kasie Data dan Informasi Daker Makkah Nurhanudin, Minggu (21/7), seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Nurhan menyampaikan, jemaah yang tiba di Mekkah merupakan gabungan gelombang pertama dan kedua pemberangkatan haji. “Total jemaah gelombang dua yang tiba berjumlah 40.695 orang. Sementara untuk gelombang kedua sebanyak 11.370 orang,” jelas Nurhan.

Baca Juga: Kemendagri Bantah Larang Kepala Daerah Pergi Haji

Kamis 18 Juli: Pesawat Garuda berisi jemaah haji tujuan Madinah putar balik karena kebocoran hidrolik

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah calon haji putar balik ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar dikarenakan masalah teknis. Pesawat dengan nomor penerbangan GA 1114 itu mengalami kebocoran hidrolik.

“Pesawat yang berangkat sesuai jadwal pukul 19.05 WITA, setelah terbang 2,5 jam ‘round to base’ karena masalah teknis ‘hydraulic leak’ (kebocoran hidrolik),” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/7).

Ikhsan mengatakan pesawat tersebut kembali tiba di Makassar sekitar pukul 00.30 WITA.

Sementara itu, jemaah kloter 14 tersebut sudah diberangkatkan kembali dari Makassar pada pukul 06.00 WITA dengan menggunakan pesawat bekas kloter 13.

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Jauhari mengonfirmasi terjadi penundaan penerbangan pesawat pengangkut jemaah calon haji asal Indonesia ke Madinah.

“Pesawat maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah haji menuju Madinah, mengalami masalah teknis. Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan,” katanya.

Rabu 17 Juli: 67.040 jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Dok. IDN Times/Istimewa

Sebanyak 67.040 jemaah haji Indonesia disertai 825 petugas telah tiba di tanah suci, menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Selasa (16/7) pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dikutip dari laman Kemenag.go.id, mereka berasal dari 11 embarkasi yang terbagi dalam 165 kelompok terbang (kloter).

Hanya dua embarkasi yang hingga hari ini belum memberangkatkan jemaah haji dari tanah air, yakni Embarkasi Balikpapan (BPN) dan Embarkasi Aceh (BTJ) yang baru akan memberangkatkan jemaahnya pada gelombang II keberangkatan jemaah haji, masing-masing pada 19 dan 20 Juli mendatang.

Sementara, jumlah jemaah terbanyak yang telah tiba di Arab Saudi hingga hari ini berasal dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), yaitu sebanyak 12.561 jemaah.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 23 kloter yang membawa 9.509 jemaah dan 115 petugas saat ini telah berada di Mekkah. Pada hari ini, Rabu (17/7) direncanakan 18 kloter akan kembali memasuki Kota Mekkah, dengan membawa 7.476 jemaah.

Mereka berasal dari delapan embarkasi, dengan rincian sebagai berikut: dua kloter dari embarkasi Makassar (UPG), dua kloter dari embarkasi Batam (BTH), empat kloter dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), satu kloter dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG), tiga kloter dari embarkasi Surabaya (SUB), satu kloter dari embarkasi Palembang (PLM), empat kloter asal embarkasi Solo (SOC), serta satu kloter asal embarkasi Lombok (LOP). 

Selasa 16 Juli: Hore! Sekarang jemaah Indonesia bisa gunakan bus Shalawat untuk ke Masjidil Haram

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH2019

Seluruh jemaah haji Indonesia akan memperoleh layanan bus shalawat tahun ini, termasuk bagi mereka yang memiliki pondokan di wilayah Jarwal, dan berjarak hanya sekitar 800 meter dari Masjidil Haram. Dengan keberadaan bus shalawat ini, maka jemaah tidak perlu menyewa kendaraan lagi selama di Mekkah, termasuk untuk melakukan umrah perdana di Masjidil Haram.

Kabid Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Asep Subhana menjelaskan layanan bus shalawat ini sekaligus menanggapi kabar adanya sebagian jemaah yang menyewa bus untuk membantu transportasi dari hotel menuju Masjidil Haram guna melaksanakan umrah perdana.

“Pada prinsipnya bidang transportasi sudah menyiapkan layanan untuk melakukan ibadah umrah perdana bagi jemaah haji yang datang pertama kali ke Kota Mekkah,” ujar Asep, seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, Selasa (16/7).

Untuk layanan umrah perdana dari tiap kelompok terbang (kloter), Asep mengatakan pihaknya telah menyiapkan enam unit bus shalawat. “Hitungan kita, satu kloter terbesar berisi 455 orang. Diangkut dengan bus shalawat yang kapasitasnya 70-80 orang. Maka, enam bus shalawat dapat sekali angkut mengantar jemaah ke masjidil haram guna umrah perdana,” imbuhnya.

Dengan ketersediaan bus shalawat yang dapat dimanfaatkan secara gratis ini, pemerintah berharap jemaah dapat menghemat biaya hidup selama di Mekkah. Jemaah pun tidak perlu menyewa kendaraan lain lagi.  

Menurut Asep, jumlah bus shalawat pengangkut umrah perdana ini telah mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, pemerintah hanya menyediakan empat bus shalawat untuk melakukan pengangkutan umrah perdana.

“Evaluasi tahun lalu jumlah tersebut dirasa kurang. Maka tahun ini ditambah dua unit lagi. Kita sudah hitung, enam unit bis dirasa cukup,” jelas Asep.

Asep juga menyampaikan, layanan bus shalawat saat ini sudah mulai beroperasi bersamaan dengan masuknya jemaah haji Indonesia ke Kota Mekkah, Minggu (14/7) kemarin. Pada musim haji 1440H/2019M kali ini pemerintah telah siapkan sembilan rute bus shalawat dengan tiga terminal utama serta sekitar 56 titik perhentian.

“Bus ini juga dapat dimanfaatkan jemaah selama 24 jam,” ucapnya.

Baca Juga: Bukan Rp35 Juta, Ini Jumlah Biaya Ibadah Haji Sebenarnya

Senin 15 Juli: Jemaah haji Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019Kemenag.go.id

Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi kinerja Pemerintah Republik Indonesia dalam menyelenggarakan dan melayani jemaah haji. Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan persnya di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah.

Sebelumnya, Agus Maftuh ikut mendampingi Gubernur Madinah Pangeran Faishol bin Salman menyapa jemaah haji Indonesia. 

“Ini kejadian yang sangat istimewa. Pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi, putra Raja Salman, yakni Pangeran Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud, yang juga Gubernur Madinah,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Putra Raja Salman menyambut langsung rombongan jemaah haji Indonesia kloter 11 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 11) di terminal Makkah Route (Jalur Fast Track) Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz Madinah.

Minggu 14 Juli: Empat jemaah haji Indonesia meninggal dunia

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Feny Selly

Hingga Minggu (14/7) tercatat empat jemaah haji yang meninggal dunia, berikut data yang dihimpun dari laman kemenag.go.id.

1. Khairil Abbas Salim (BTH 2)
2. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 4)
3. Sumiyatun Suwikromo Sutardjan (SOC 2)
4. Artapiah Armin Musahab (JKG 8)

Artapiah (70) jemaah haji asal embarkasi Jakarta diketahui meninggal dunia di dalam pesawat yang mendarat di Madinah pada Jumat siang (12/7). Artapiah adalah jemaah Indonesia keempat yang meninggal dunia di tanah suci.

Suhandi, putra Artapiah mengatakan bahwa ibunya menderita penyakit diabetes. Dalam pemeriksaan dokter di pesawat, kadar gula Artapiah mencapai 500. Di pesawat, kondisi Artapiah memburuk. Awalnya Artapiah akan langsung dilarikan ke rumah sakit di Arab Saudi setibanya di Madinah.

Menurut menantunya, Enin Rohayah, awalnya Artapiah dikira sedang tidur di kursi roda ketika hendak turun pesawat, namun ternyata telah wafat.

"Padahal sebelumnya makan siang saya suapi, minum susu. Tahu telah meninggal dari pramugari yang memeriksanya," kata Enin kepada Media Center Haji di kantor Daerah Kerja Madinah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 50,8 Ton Obat-obatan untuk Jemaah Haji di Mekkah

Minggu 14 Juli: 43 ribu jemaah haji gelombang I tiba di Madinah

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sebanyak 43.354 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah Al Munawarah. Data tersebut diperoleh dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) saat diakses pada tanggal 13 Juli 2019 (15.31 WAS) yang dikutip dari laman Kemenag.go.id. Jemaah tersebut berasal dari 107 kelompok terbang (kloter).

Kloter yang telah tiba di Madinah berasal dari embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 5 kloter, Padang (PDG) sebanyak 7 kloter, Ujung Pandang (UPG) 9 kloter, Medan (MES) 1 kloter, Banjarmasin (BDJ) 3 kloter, Batam (BTH) sebanyak 8 kloter, Jakarta-Bekasi (JKS) 21 kloter, Jakarta-Pondok Gede (JKG) 9 kloter, Solo (SOC) sebanyak 21 kloter, Surabaya (SUB) 17 kloter, Palembang (PLM) sebanyak 6 kloter.

Kamis 11 Juli: Jemaah haji Indonesia mulai salat 40 waktu tanpa putus di Nabawi

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019IDN Times/Aan Pranata

Hingga hari kelima jadwal kedatangan gelombang pertama, lebih dari 22.000 jemaah calon haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.

Saat ini jemaah calon haji asal Indonesia baru tiba di Madinah. Gelombang pertama jemaah akan tiba di Mekkah pada 14 Juli mendatang. 

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang dipantau di Mekkah, Rabu (10/7), 22.947 jemaah calon haji telah mendarat di Madinah yang berasal dari 56 kloter.

Mereka mendarat di Madinah Al Munawarah dan melakukan rangkaian ibadah haji terlebih dahulu di kota yang menjadi tempat makam Nabi itu, sebelum puncak haji menuju Mekkah.

Jemaah calon haji gelombang pertama akan berada di Madinah selama delapan hingga sembilan hari, untuk melaksanakan arbain atau salat 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi.

Selasa 9 Juli: Jemaah haji asal Solo meninggal dunia dalam perjalanan menuju tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Feny Selly

Seorang jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo (SOC) 2 dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat saat menuju ke tanah suci, Minggu (7/7). Jemaah bernama Sumiyatun Sawi Krama (56) itu mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

“Ibu Sumiyatun Sawi Krama meninggal dunia saat masih di atas pesawat,” kata dokter Sri Mulyani, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Senin (8/7) dini hari di Madinah, seperti dilansir Kemenag.go.id.

“Saat di atas pesawat ketika tim kami melakukan pemeriksaan, beliau juga mengalami gula darah atau kolesterol yang sangat tinggi dan tidak terkontrol,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, Sumiyatun berasal dari Desa Godog, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dia tergabung rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo.

Ketua Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC), Lasimin menceritakan, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter baru ketahuan bahwa Sumiyatun mengidap penyakit diabetes.

"Saat diperiksa juga biasa, cuma dokter menemukan adanya penyakit gula," kata Lasimin kepada wartawan, Senin (8/7) dini hari waktu Saudi Arabia (WAS).

Saat masuk pesawat, kata Lasimin, Sumiyatun juga sehat. Waktu diberikan makan pertama di pesawat juga dikonsumsi. Namun untuk makan kedua sudah tidak mau. Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum mendarat, tiba-tiba Sumiyatun muntah. Dia kemudian diperiksa dokter di pesawat. Namun kondisinya langsung drop.

"Lemas, setelah itu meninggal dunia. Prosesnya cepat banget, nggak sampai 10 menit," kata Lasimin.

Senin 8 Juli: 70 ribu jemaah Haji Indonesia dapat fasilitas fast track

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian sudah mulai dirasakan jemaah haji Indonesia pada saat kedatangan di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Minggu (7/7). Setidaknya ada lima kloter dari dua embarkasi yang akan menikmati layanan fast track.

"Jumlah jemaahnya 70 ribuan. Kalau dari total jemaah yang kita punya ya cukup banyak ya, 30 sampai 33 persen jemaah kita berangkat dengan fasilitas fast track," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Arsyad Hidayat saat mengecek kesiapan gate fast track di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah, seperti dikutip dari Kemenag.go.id.

"Untuk tahun ini, fast track baru untuk jemaah haji dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Embarkasi Jakarta-Bekasi. Mereka berasal dari Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat," kata Arsyad.

Secara teknis, layanan fast track ini dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian  (pre departure clearence), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di bandara asal. Fasilitas fast track baru terlayani di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Pihak imigrasi Arab Saudi membuka konter di Bandara Soetta, dan melakukan pengecekan visa sebelum jemaah naik pesawat. Dengan demikian, semua proses keimigrasian sudah selesai sejak masih di Bandara Soetta.

Setibanya di Bandara Madinah, lanjut Arsyad, pergerakan jemaah juga relatif lebih cepat. Sejak turun pesawat, jemaah sudah diarahkan ke terminal khusus, Mekah Route, terminal yang didedikasikan untuk jemaah fast track.
 
"Sangat membantu jemaah, jemaah tidak ngantre-ngantre, dan yang penting juga jemaah sudah dipastikan clear semenjak dari Tanah Air," ungkapnya.

Minggu 7 Juli: Menteri Agama apresiasi peningkatan layanan jemaah Haji Indonesia

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi Pemerintah Saudi Arabia yang terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

"Tahun ini, seperti tahun lalu terkait dengan proses keimigrasian khususnya dalam perekaman biometrik, sidik jari dan sebagainya, yang tahun sebelumnya dilakukan di bandara Madinah maupun Jeddah, tahun ini dilakukan  di Indonesia," kata Lukman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (7/7), seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.go.id. 

Hal itu disampaikan Lukman usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas 410 jemaah Haji Indonesia asal Cianjur yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 02) di Bandara Soekarno-Hatta. Tampak hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Proses keimigrasian dilakukan di Indonesia, dan ini dilakukan uji coba di Jakarta. Sehingga, ketika jemaah tiba di bandara Madinah maupun Jeddah, mereka tidak lagi mengikuti proses keimigrasian, bisa langsung naik bus masing-masing menuju hotel," jelas dia.

"Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Dan juga proses pemvisaan yang sekarang dilakukan secara online," tambahnya.

Menag Lukman juga berharap pelayanan fasttrack tidak hanya diberlakukan untuk jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta saja. 
 
"Fasttrack ini diharapkan bisa dilakukan di 13 embarkasi di Indonesia. Tahun ini kita hanya bisa menerapkan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta," kata dia.

Minggu 7 Juli: Wapres Jusuf Kalla lepas 388 calon haji kloter pertama Jakarta ke tanah suci

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas jemaah haji Indonesia kloter pertama asal DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/7). Kedatangan JK--sapaan akrabnya-- disambut oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi.

"Saya ingin sampaikan bahwa ini suatu kemajuan yang sangat luar biasa. Kalau sebelumnya jemaah haji harus antre di sini, harus antre di Jeddah atau di Madinah sekarang hanya dalam waktu beberapa menit semuanya sudah selesai," kata JK di Bandara Soekarno Hatta, seperti dikutip dari Antara.

JK mengatakan, dengan fasilitas tersebut, jemaah haji mendapat kemudahan pengurusan imigrasi dan masuk ke bus menuju pemondokan.

"Program ini semuanya sesuai dengan teknologi mutakhir saat ini sehingga tidak perlu lagi birokrasi yang panjang dan juga proses yang panjang," ujar dia.

Sebanyak 388 calon haji asal DKI Jakarta diberangkatkan ke tanah suci sekitar pukul 09.00 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia GA 7501.

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Rochmanudin

Just For You