Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Festival Layanan AHU Digelar di Bandung 29-31 Agustus 2026
Ilustrasi gedung Kementerian Hukum dan HAM di area Kuningan, Jakarta Selatan (www.kemenkumham.go.id)
  • Festival Layanan AHU Berdampak digelar di Bandung pada 29-31 Agustus 2026.
  • Ditjen AHU menyediakan konsultasi, simulasi digital, coaching clinic, dan layanan langsung di satu lokasi.
  • Festival juga membahas empat rancangan undang-undang bersama pakar, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?
Vote Now
Kamis (27/8/2026)

Widodo menyampaikan masyarakat dapat membawa persoalan administrasi hukum ke festival untuk dikonsultasikan.

29-31 Agustus 2026

Festival Layanan AHU Berdampak akan digelar di Bandung, Jawa Barat. Berbagai layanan Ditjen AHU tersedia di Trans Hotel Bandung dan Atrium Trans Mall Bandung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?
Vote Now
  • What?
    Festival Layanan AHU Berdampak menyediakan konsultasi, edukasi, simulasi layanan digital, dan layanan langsung administrasi hukum.
  • Who?
    Ditjen AHU Kementerian Hukum, Widodo, serta lima direktorat Ditjen AHU terlibat dalam festival ini.
  • Where?
    Trans Hotel Bandung dan Atrium Trans Mall Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    29-31 Agustus 2026. Keterangan Widodo disampaikan Kamis (27/8/2026).
  • Why?
    Untuk membawa layanan administrasi hukum lebih dekat kepada masyarakat dan membantu masyarakat memahami kebutuhannya.
  • How?
    Layanan dihimpun di satu lokasi melalui coaching clinic, simulasi digital, layanan on-the-spot, konsultasi, edukasi, dan program PASTI ADA SOLUSI Special Edition.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?
Vote Now

Ditjen AHU akan membuat festival di Bandung. Orang-orang bisa datang untuk bertanya tentang urusan hukum mereka. Ada tempat untuk konsultasi, mencoba layanan digital, dan mendapat bantuan jika syaratnya sudah ada. Pak Widodo bilang orang boleh membawa masalah administrasi hukum yang belum menemukan jalan keluar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?
Vote Now

Penyatuan berbagai layanan Ditjen AHU di satu lokasi memberi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi, mencoba layanan digital, dan mengurus kebutuhan yang memenuhi persyaratan. Kehadiran edukasi serta pendampingan dalam program PASTI ADA SOLUSI Special Edition juga membuka kesempatan bagi masyarakat memahami persoalan administrasi hukum yang mereka hadapi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum akan membawa berbagai layanan administrasi hukum lebih dekat kepada masyarakat melalui Festival Layanan AHU Berdampak di Bandung, Jawa Barat, 29-31 Agustus 2026. Selama tiga hari, masyarakat tidak perlu berpindah dari satu loket ke loket lain untuk mencari informasi atau berkonsultasi mengenai kebutuhan administrasi hukum.

Berbagai layanan Ditjen AHU akan hadir di satu lokasi di Trans Hotel Bandung dan Atrium Trans Mall Bandung. Pengunjung dapat mengikuti coaching clinic, mencoba simulasi layanan digital, dan memperoleh layanan on-the-spot untuk jenis layanan yang memenuhi persyaratan.

Konsep ini membuat festival tidak sekadar menjadi ajang pameran layanan pemerintah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenali, mencoba, dan menyelesaikan kebutuhan administrasi hukumnya.

1. Bisa mengadu mengenai persoalan hukum

Dirjen AHU Kementerian Hukum, Widodo (IDN Times/Aryodamar)

Direktur Jenderal (Dirjen) Administrasi Hukum Umum (AHU) Widodo mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan festival tersebut untuk membawa persoalan administrasi hukum yang mereka hadapi, termasuk masalah yang selama ini belum menemukan jalan keluar.

"Jangan datang hanya untuk melihat-lihat booth. Kalau ada persoalan administrasi hukum yang belum jelas, datang dan konsultasikan. Kami siapkan ruang untuk membantu masyarakat memahami kebutuhannya dan, sepanjang kewenangan serta persyaratannya terpenuhi, menyelesaikannya di tempat," ujar Widodo dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

2. Tersedia pendaftaran perseroan bagi UMKM

Dirjen AHU Kementerian Hukum, Widodo (IDN Times/Aryodamar)

Festival ini rencananya akan dihadiri Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas. Pada kesempatan itu, lima direktorat Ditjen AHU akan membuka layanan, antara lain pendaftaran Perseroan Perorangan, fidusia dan kenotariatan, kewarganegaraan, apostille, serta layanan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

"Masing-masing direktorat juga menyiapkan layanan unggulan sebagai hero service," ujar dia.

Widodo mengataka, pada festival tersebut, tersedia layanan pendaftaran Perseroan Perorangan sekaligus edukasi mengenai beneficial ownership bagi pelaku UMKM.

Masyarakat yang membutuhkan layanan terkait dokumen untuk keperluan lintas negara dapat berkonsultasi mengenai apostille. Sementara itu, layanan kewarganegaraan, fidusia, kenotariatan, PPNS, hingga layanan terkait pencatatan wasiat juga dapat menjadi bagian dari agenda konsultasi dan edukasi.

Festival juga menyediakan program "PASTI ADA SOLUSI" Special Edition. Program ini secara khusus dirancang untuk menangani persoalan aktual masyarakat dengan melibatkan unit atau pejabat terkait. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh penjelasan umum, tetapi berkesempatan mendapatkan pendampingan untuk persoalan yang mereka hadapi.

Menurut Widodo, pola pelayanan seperti itu penting untuk mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan birokrasi. Teknologi, kata dia, seharusnya tidak membuat pelayanan terasa semakin jauh, tetapi justru membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan kepastian.

"Transformasi layanan AHU harus terasa dalam pengalaman masyarakat. Ukurannya bukan sekadar berapa banyak aplikasi atau sistem digital yang kami bangun, tetapi apakah masyarakat menjadi lebih paham, lebih mudah mengakses layanan, dan mendapatkan kepastian atas urusannya," katanya.

3. Jadi wadah untuk bedah 4 RUU sekligus

Dirjen AHU Kementerian Hukum, Widodo (IDN Times/Aryodamar)

Selain layanan publik, festival akan menjadi ruang pembahasan kebijakan. Empat rancangan undang-undang akan dibedah secara paralel, yakni RUU Badan Usaha, RUU Jaminan Benda Bergerak, RUU Hukum Perdata Internasional, dan RUU Kewarganegaraan. Forum tersebut melibatkan pakar, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan terkait.

Mengusung tema "Transformasi Layanan AHU yang Berdampak" dan tagline "Memberi Kepastian Hukum kepada Masyarakat", festival ini menyasar masyarakat umum, pelaku usaha dan UMKM, profesi hukum, warga negara Indonesia maupun asing yang membutuhkan layanan kewarganegaraan dan hukum lintas negara, hingga sivitas akademika.

Dengan format yang menggabungkan edukasi, konsultasi, layanan langsung dan interaksi publik, Ditjen AHU berharap festival menjadi pengalaman nyata mengenai perubahan pelayanan administrasi hukum yang lebih modern, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pilih layanan AHU yang ingin kamu konsultasikan

Layanan AHU apa yang paling ingin kamu akses?

See More
Konsultasi langsung di lokasi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Simulasi layanan digital

Curated For You

Editorial Team

Related Article