Jakarta, IDN Times - Sosok publik figur yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, semakin jadi sorotan usai menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di Bunderan HI pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sebab, sekelompok individu yang mengenakan jaket almamater tak semuanya merupakan mahasiswa. Sebagian akhirnya mengakui dibayar untuk ikut hadir dan berpura-pura menjadi mahasiswa.
Publik pun turut memprotes Raffi karena dianggap ikut melakukan pembohongan publik. Efek itu meluas di dunia maya, di mana sejumlah warganet memblokir atau unfollow akun Raffi Ahmad di Instagram @raffinagita1717.
Berdasarkan pengecekan dari Instrack, terlihat pengikut atau follower Raffi di Instagram turun sebesar 555.760 dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Meskipun penurunan pengikut tersebut hanya 0,74 persen. Akun @raffinagita1717 di Instagram tetap merupakan akun media sosial dengan pengikut paling tinggi di Tanah Air yakni 74.411.031.
Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai sulit tidak mengaitkan antara penurunan pengikut Raffi Ahmad dengan peristiwa deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober 2026 di Bundaran Hotel Indonesia. Sebab, penurunan pengikut Raffi dalam jumlah massif terjadi di momen yang berdekatan dengan insiden di Bundaran HI. Agung pun tak menampik ini merupakan efek cancel culture dari masyarakat terhadap Raffi.
"Ini ada semacam cancel culture yang mengemuka di tengah masyarakat. Dia memang sudah minta maaf (ketika terungkap ada individu yang dibayar untuk berpura-pura menjadi mahasiswa). Tapi, ini bisa menjadi masukan kepada pihak kepolisian sebagai penyelenggara dan pengundang," ungkap Agung kepada IDN Times lewat telepon, Selasa (3/11/2026).
Dalam pandangan Agung, ia meyakini Raffi tidak tahu bahwa individu yang hadir dengan jaket almamater bukan mahasiswa. Karena asisten Raffi diduga tak memiliki latar belakang politik.
"Kalau tujuan dari acara itu pasti tahu untuk deklarasi acara Sumpah Pemuda. Tapi, saya meyakini dia gak akan ngecek itu mahasiswa dari kampus mana. Dia paling hanya selfie dengan orang-orang yang diyakini mahasiswa, lalu sudah selesai," tutur dia.